Tiba-tiba Jadi Calon Istri Orang

Tiba-tiba Jadi Calon Istri Orang
Bab 66


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Matahari sudah menjelang cukup tinggi bahkan para burung-burung pun sudah jauh terbang tinggi, namun tidak dengan pasangan ini ... Sepasang suami istri yang masih begitu setia begelung di dalam selimut dengan tubuh polos yang saling menempel satu sama lain.


Kedua orang itu adalah Sira dan Davin, kegiatan yang baru pertama kali mereka rasakan itu sungguh membuat keduanya seperti merasa ketagihan sehingga mengulangnya lagi dan lagi hingga entah sampai pukul berapa.


Tapi yang jelas mereka melakukannya dengan penuh cinta dan juga dalam sebuah ikatan yang sudah halal.


Jadi tak perlu takut jika akan menimbulkan dosa tapi justru mereka sedang mengumpulkan pahala yang sebanyak-banyaknya.


Sebuah pernikahan bukanlah akhir sebuah hubungan, namun merupakan babak baru dalam kehidupan mereka. Pernikahan juga sebuah ibadah terlama yang akan mereka jalani dengan seseorang yang memang sudah di takdirkan untuk berada di sampingnya.


Sira yang merasa perutnya sudah begitu keroncongan akhirnya memilih untuk memaksa agar matanya terbuka. Dia sudah tak sanggup lagi untuk menahan perutnya yang terasa begitu melilit saat ini.


Memang sebelumnya mereka berdua telah makan banyak, bahkan sempat merasa kekenyangan, tapi karena olahraga malam mereka yang begitu hebat jadi semuanya sudah terkuras habis tanpa sisa.


"Dav." panggil Sira sambil menggoyangkan lengan Davin yang kini melilit tubuhnya dengan begitu erat.


"Hem." sahut Davin dengan gumaman karena jujur saja dirinya masih belum sepenuhnya sadar.


"Awas tangannya, aku mau turun." kata Sira sambil menggerakkan lengan Davin kembali agar si empunya segera bangun.

__ADS_1


"Sebentar lagi sayang, aku masih ngantuk jadi temani aku tidur dulu." kata Davin dengan suara seraknya dan semakin mengeratkan belitan tangannya.


"Tapi aku lapar Dav." rengek Sira yang sukses membuat mata Davin langsung terbuka secara sempurna.


"Kamu lapar?" tanya Davin. "Tunggu sebentar aku pesankan makanan dulu." sambungnya dan hendak meraih gagang telpon guna memesan makanan menggunakan layanan room service.


"Gak usah." cegah Sira memegang tangan Davin. "Panasin aja makanan yang tadi malam, kelamaan kalau pakai layanan room service ... bisa-bisa aku sudah pingsan sangking laparnya." kayanya lagi.


"Ayo aku antar kamu ke kamar mandi buat bersihin tubuh kamu, baru setelahnya aku siapkan makannya." kata Davin yang sudah mengenakan celana boxernya dan kini hendak bersiap untuk mengangkat tubuh Sira.


"Eh gak usah Dav, aku bisa sendiri." tolak Sira.


Tapi semua keyakinan itu telah pupus dan terbantahkan kala dirinya merasakan begitu sakit di bawah sana.


Baru akan melangkahkan kakinya, tubuh Sira sudah limbung karena tak tahan merasakan sakit yang teramat sangat.


Untung saja Davin dengan sigap langsung menangkap tubuhnya, kalau tidak pasti tubuh Sira sudah terjerembab dan bersentuhan dengan lantai.


Tanpa banyak kata, Davin langsung saja membuang selimut yang sengaja Sira lilitkan di tubuhnya dengan asal hingga selimut yang tak berdosa itu harus teronggok begitu saja di lantai.


"Dav." kata Sira setengah berteriak karena apa yang di lakukan Davin.

__ADS_1


Davin tak menghiraukan itu, tapi justru dirinya langsung menggendong sang istri apa bridal style untuk di bawanya ke kamar mandi.


"Dav, aku malu." lirih Sira.


"Apa yang membuatmu malu?" tanya Davin.


Sira tak menjawab pertanyaan Davin tapi justru malah melirik ke arah tubuhnya yang saat ini dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun seperti seorang bayi yang baru saja lahir ke dunia ini.


"Kenapa mesti malu, bukankah aku sudah melihatnya dan malah sudah menikmati setiap incinya tanpa ada satu jengkal pun yang terlewat." kata Davin begitu fulgar tanpa filter setelah mengerti maksud kata malu yang di katakan oleh Sira sehingga membuat wanita itu dengan refleks langsung memukul dada bidangnya.


Begitu masuk ke dalam kamar mandi, Davin dengan begitu hati-hati meletakkan tubuh Sira di atas closed sedangkan dirinya sendiri sibuk mengisi air hangat di badthup dan tak lupa menambahkan aroma terapi di dalamnya agar tubuh Sira bisa merasa lebih rileks.


Setelah merasa airnya cukup, Davin pun mengangkat kembali tubuh Sira dan memasukannya ke dalam bathtub.


"Berendamlah sejenak agar kamu lebih baik baik dan sedikit berkurang rasa sakitnya." kata Davin yang di angguki oleh Sira. "Dan maaf karena aku sungguh tak mampu mengontrol diriku sehingga harus menggempur tanpa henti." ucap Davin dengan rasa menyesal bercampur sedih.


"Gak apa-apa Dav, kamu tak perlu menyalahkan diri kamu sendiri seperti ini." sahut Sira. "Itu sudah kewajiban aku untuk melayani sebagai suamiku." sambungnya. "Dan aku jga sangat menikmati semua itu." kata Sira lagi dalam hati, tak mungkin dirinya itu mengatakan secara langsung ... bisa maku hingga beberapa hari.


"Kalau sudah selesai panggil aku ya, aku kan membersihkan tubuhku di bawah shower." kata Davin sambil menunjuk ke arah termos yang di maksud.


Sejujurnya dengan melihat tubuh sang istri yang polos itu membuat yang di bawah sana sudah sangat meronta-ronta ingin di lepaskan, namun sebisa mungkin Davin menahan semua itu ... dirinya tak mau bersikap egois dan hanya mementingkan nafsu tanpa perduli dengan keadaan istrinya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2