Tiba-tiba Jadi Calon Istri Orang

Tiba-tiba Jadi Calon Istri Orang
Bab 63


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Tak seperti pasangan yang baru menikah lainnya, Sira dan Davin sama sekali tak melakukan malam pertama atau hal romantis lainnya. Keduanya justru terlelap begitu saja setelah selesai membersihkan tubuh, efek dari rasa lelah yang begitu luar biasa.


Bagaimana tidak, acara mereka kemarin sangat begitu padat. Mulai dari pagi hari yang sudah harus bersiap untuk acara ijab kabul, kemudian acara ijab kabul sendiri yang berlangsung hingga tengah hari dengan beberapa tamu undangan, baru saja beristirahat beberapa jam ... mereka harus kembali lagi untuk bersiap kembali karena akan resepsi yang baru berakhir pukul setengah sebelas malam.


Memang mereka hanya duduk, berdiri, duduk, berdiri ... tapi justru itu yang semakin membuat lelahnya terasa.


"Eugh ... hoam." suara Sira yang melenguh kemudian menguap, beri setelahnya wanita itu berusaha untuk membuka matanya dengan tangan yang di rentangkan untuk meregangkan otot-ototnya.


Puk


"Eh." kaget Sira karena merasa tangannya memukul sesuatu.


"Selamat pagi." sapa Davin dengan senyum cerahnya.


Pemuda itu memang sudah bangun sejak tadi, bahkan melihat segala tingkah Sira yang membuatnya merasa gemas.


Hatinya begitu menghangat, karena membayangkan hal ini akan terjadi dan dia lihat setiap harinya.


"Pa_pagi." kata Sira yang tergagap karena kaget mendengar suara Davin. "Ka_kamu sudah bangun sejak tadi?" tanya Sira lagi dengan perasan campur aduk.


"Belum." jawab Davin yang membuat perasaan Sira sedikit lega. "Tapi masih bisa melihat tingkah mengemaskan dari istri aku ini." sambung Davin lagi dengan tangan yang mencolek hidung Sira sehingga membuat wajah Sira memerah karena malu. Bahkan wanita itu pun langsung menyembunyikan wajahnya di balik selimut.


"Sira, bodohnya kamu." gumam Sira. "Kenapa bisa lupa sih kalau sekarang sudah punya suami ... bodoh ... malu ... malu ..." gumamnya lagi.

__ADS_1


Sira terus merutuki kebodohannya, kenapa dia masih melakukan hal yang memalukan seperti itu padahal saat ini dirinya sudah bersuami, mau di taruh di mana mukanya kini.


"Kenapa di tutup seperti itu, hem?" tanya Davin sambil berusaha menarik selimut Sira, namun rupanya wanita itu menahannya. "Buka sayang." pinta Davin sambil berusaha menariknya kembali.


Sira sekali tak menuruti perkataan Davin, dia masih saja setia dengan posisinya saat ini.


Sret


Davin langsung menariknya dengan sedikit di hentakkan sehingga selimut itu pun bisa terlepas.


"Aku gak mau kamu jadi sesak jika seperti itu." ucap Davin dengan lembut, namun Sira yang masih merasa malu hanya mampu menundukkan pandangannya ... dia belum siap jika harus bertatap mata. "Aku di sini sayang ... " ujar Davin dengan ibu jari serta jari tangannya mencapit dagu Sira dan mengangkatnya sehingga wajah mereka saling berhadapan.


Davin semakin mendekatkan wajahnya dan langsung mengecup sekilas bibir sang wanita.


"Morning kiss sayang." ucap Davin setelah itu.


"Cepat buruan mandi, mama dan yang lainnya sudah menunggu kita untuk sarapan bersama di bawah." kata Davin memberi tahu.


Kalau ditanya dari mana dia tau? Tentu saja dari sang mama yang sudah mengirimkan pesan padanya tadi pagi-pagi sekali.


"Atau ... mau mandi bersama?" goda Davin yang langsung membuat isra meloncat dari tempat tidurnya.


Sira langsung berlari ke dalam kamar mandi dengan membawa handuk serta pakaian gantinya. sedangkan Davin yang bisa tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat reaksi sang istri.


Padahal tak apa jugakan kalau mereka mau mandi bersama, bahkan melakukan hal lebih dari itu juga tak masalah ... sah-sah aja, toh mereka berdua adalah pasangan yang halal.

__ADS_1


❤️


"Ini dia pasangan baru kita." seru Damar saat Davin dan Sira berjarak tak jauh dari mereka. "Bagaimana tadi malam Dav, sudah gol belum?" tanya Damar dengan seenaknya.


"Apaan sih kak." sahut Davin. "Memang bola apa ... pakek gol segala." sambungnya lagi.


Sira bukanlah wanita yang polos ataupun bodoh, dia tentu saja paham dengan apa yang di katakan kakak iparnya itu, sehingga wajah Sira sudah Semerah tomat matang dan juga sedikit salah tingkah di buatnya.


Tapi ada juga yang sedikit heran dengan sikap damar juga Davin. Ami juga Beni tak menyangka bisa menyaksikan pemandangan seperti ini secara langsung, biasanya melihat Damar juga Davin yang selalu bersikap stay cool, cuek dan tak banyak bicara, tapi ini apa ... mereka bisa melihat keduanya bersikap begitu hangat, bahkan bisa saling mengejek, menggoda dan melemparkan banyak candaan seperti orang lain pada umumnya.


"Kalian berdua masih mau di sini apa ikut kami pulang dulu?" tanya papa Diki pada anak dan menantunya.


Sira yang menyerahkan keputusan pada Davin pun hanya bisa melihat ke arah suaminya.


"Setelah ini kami akan langsung berangkat pa." jawab Davin.


Sira yang tak mengerti maksud Davin pun langsung menatap ke arah suami guna meminta penjelasan, namun yang di tatap malah cuek-cuek saja.


Mendengar jawaban sang putra, papa Diki hanya bisa menganggukkan kepalanya. Dia begitu maklum dengan keputusan yang diambil oleh Davin mengingat dirinya hanya bercuti sepuluh hari saja. Dan waktu cuti Davin sudah terpakai lima hari ini.


Davin bisa saja cuti lebih lama, namun sekali lagi dirinya harus ingat dengan tanggung jawab yang ada di pundaknya, lagian juga dirinya tak mau jika pekerjanya akan semakin menumpuk nanti.


"Ya sudah, yang penting kalian berdua hati-hati dan jangan lupa buatkan cucu yang lucu juga imut untuk kami." ujar mama Dinar.


"Sip ma." sahut Davin.

__ADS_1


Mendengar yang di katakan Davin dengan kedua orangtuanya, paling tidak Sira sudah bisa menerka-nerka kemana arahnya.


__ADS_2