Tiba-tiba Jadi Calon Istri Orang

Tiba-tiba Jadi Calon Istri Orang
Bab 73


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Melihat Sira yang tak kunjung bangun, akhirnya membuat Davin lebih memilih untuk membangunkannya, apalagi mengingat waktu sudah menunjukan hampir pukul setengah tujuh pagi dan mereka ada rencana untuk menata furniture di rumah ... khem Sira maksudnya, kalau Davin mah dirinya akan pergi ke perusahaan untuk bekerja mencari pundi-pundi uang demi menghidupi istrinya, keluarga kecil mereka.


"My cherry, ayo bangun." bisik Davin tepat di telinga Sira tapi wanita itu malah sama sekali belum bereaksi. "Ayo bangun my cherry." bisik Davin kembali yang kali ini sudah mendapatkan respon sebuah gumaman.


Davin yang melihat Sira pun hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Tiba-tiba terbesit satu ide agar istrinya itu cepat bangun.


Di kecupinya seluruh wajah Sira tanpa sisa sehingga membuat si empunya merasa begitu terusik dan mau tak mau harus membuka matanya.


"Ah by, sudah-sudah ... aku belum mandi tau, masih bau kecut." kata Sira sambil berusaha menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya. Jujur dirinya merasa tak begitu percaya diri jika belum mandi begini.


"Bagi aku kamu itu tetap wangi dan menjadi candu my cherry." ujar Davin yang membuat pipi Sira langsung bersemburat merah. "Ayo bangun." kata Davin yang menarik tangan Sira agar wanita itu duduk.


"Aku masih ngantuk by." keluh Sira yang kembali merebahkan tubuhnya.


"Ya udah kamu tidur lagi aja, biar kunjungan kamu ke rumah di batalkan." kata Davin sehingga Sira langsung duduk kembali dari posisi baringnya.


"Ini aku mau mandi by, jadi aku masih bisa berkunjung ke rumah." kata Sira dan langsung turun dari ranjang.


Namun tanpa aba-aba Davin langsung membawa tubuh Sira melangkah ke arah kamar mandi dengan menggendongnya ala bridal style yang membuat Sira terpekik kaget serta spontan mililitkan kedua tangannya di leher Davin.

__ADS_1


"By, kamu ini bikin kaget." protes Sira yang ada di gedongan Davin.


"Maaf cherry, aku tak bermaksud." kata Davin. "Aku hanya ingin membantumu saja." imbuhnya lagi.


Bukan tanpa sebab Davin melakukan hal itu, jujur dirinya merasa kasihan pada Sira yang waktu istirahatnya terpangkas begitu banyak akibat ulahnya semalam, apalagi pergulatan panas mereka yang terjadi berulang kali bahkan sampai menjelang pagi pasti menyisakan rasa tak enak pada tubuh sang istri.


Davin juga membantunya mengisi bathtub sampai penuh dengan air hangat, lalu memberinya sabun dan juga tak lupa memberinya aroma terapi agar pikiran serta tubuh Sira bisa jauh lebih rileks.


"Aku tunggu diluar, kalau sudah selesai atau butuh sesuatu langsung panggil aku." ujar Davin dengan sebelah tangan yang mengelus pipi Sira.


Bagaimana hati Sira tak berbunga-bunga dan semakin meleleh di buatnya, jika setiap hari selalu mendapatkan perlakuan yang begitu manis dan berlimpah perhatian dari sang suami.


Perhatian-perhatian kecil yang Davin tunjukkan mampu membuatnya tergila-gila pada sosok pria yang tadinya hanya menjadikannya sebagai kekasih kontrak saja.


Karena Sira bangunnya bisa di bilang siang, Davin pun menyiapkan bekal agar bisa di makan istrinya di dalam mobil.


Bukan hanya itu, Davin pula juga sudah memberi tahu ini Lena jika hari ini mereka akan melihat-lihat rumah.


"Aku berangkat dulu." pamit Davin kala mobil yang mereka tumpangi telah sampai di halaman depan rumah beberapa menit yang lalu.


"He'em, hati-hati." kata Sira.

__ADS_1


Davin memeluk tubuh Sira sebentar, lalu mengecup pipi, kening dan yang paling lama di bibir manis Sira, barulah setelah itu Davin mengijinkan Sira untuk keluar dari dalam mobil dan supir pun bergantian masuk dan langsung menghidupkan mesin untuk pergi dari sana menuju ke perusahan DV corp.


❤️


Sira yang sedari tadi terus mengamati setiap sudut ruangan, hanya bisa berdecak kagum dan tak henti-hentinya mengucapkan syukur. Bahkan dirinya pun berencana untuk memberikan pelayanan full service untuk Davin nanti malam sebagai ungkapan rasa terimakasihnya.


"Maaf Nona, di luar ada mobil yang katanya mengantarkan furniture serta perabotan yang Nona pesan." kata salah satu pekerja datang untuk menghampiri Sira.


Untuk yang ada di bagian dalam rumah sudah selesai seratus persen, kini para pekerja sedang sibuk melakukan sentuhan terakhir untuk bagian di luar rumah, seperti bagian pagar juga taman.


"Ah iya, terimakasih pak." ucap Sira.


Wanita itu langsung berjalan keluar, satu persatu barang yang datang mulai di turunkan dari mobil setelah Sira melihat kertas kwitansi dengan tulisan barang yang sesuai di belinya. Sira masih saja meringis kala melihat jumlah nominal yang tertera dalam tulisan lunas di kertas tersebut, dirinya pusing sendiri menghitung jumlah nol yang berderet di sana.


"Pak, saya minta tolong untuk beberapa orang membantu saya menata perabotan rumah." kata Sira pada seseorang yang di ketahui ya sebagai penanggung jawab perenovasian rumahnya.


"Baik Nona." jawabannya yang langsung memanggil beberapa orang. "Kalian berempat bantu Nina muda di dalam." perintahnya pada sang bawahan.


"Baik Pak." sahut mereka berempat dengan kompak.


Sira kemudian masuk ke dalam dengan empat orang pria di belakangnya.

__ADS_1


Satu persatu furniture mulai ditata di tempat yang menurut Sira sesuai. Sebelumnya keadaan rumah memang sudah di bersihkan oleh orang-orang suruhan Davin sehingga Sira bisa langsung menata semua yang dia beli.


__ADS_2