Tiba-tiba Jadi Calon Istri Orang

Tiba-tiba Jadi Calon Istri Orang
Bab 41


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Satu minggu berlalu, dari pagi kediaman Sira sudah cukup ramai dengan para tetangga sekitar rumah yang ikut datang membantu. Sira dan ibunya sangat bersyukur walaupun tak ada saudara tapi paling tidak ada tetangga yang serasa keluarga.


Dari teras hingga ruang tamu dan ruang keluarga di rumah Sira sejak kemarin sudah di hias oleh orang suruhan mama Dinar.


Bahkan untuk makanan pun mama Dinar menawarkannya, namun di tolak dengan halus oleh ibu Lena. Ibu Lena memilih untuk memasak sendiri dengan di bantu oleh para tetangganya di bandingkan catering. Karena biasanya juga begitu jika ada yang punya acara maka para ibu-ibu akan berbondong-bondong untuk membantunya.


"Putri ibu cantik banget." puji ibu Lena sambil memegang kedua bahu Sira dari belakang.


"Ibu juga terlihat sangat cantik." kata Sira yang melihat pantulan dirinya dan sang ibu dari cermin yang ada di depannya. "Apalagi dengan pakaian warna ini...ibu jadi terlihat lebih mudah." sambung Sira.


Puk


"Kamu ini bisa saja." kata ibu Lena setelah memukul dengan pelan pundak putrinya. "Ibu bahagia sekali...karena putri ibu ternyata sudah besar dan memiliki tambatan hati." katanya. "Ibu selalu berdoa untuk kebahagiaan kamu...kebahagian hubungan kalian." imbuhnya dengan sendu.


Sira membalikan badannya dan menjadi menghadap sang ibu meski masih dalam posisi duduk.


"Terimakasih karena ibu sudah membesarkan Sira, menjaga serta merawat Sira selama ini...rasanya beribu kata terimakasih pun tak kan cukup mengingat begitu besar pengorbanan ibu selama ini." kata Sira dengan mata yang sudah berkaca-kaca...bahkan sudah ada yang lolos tanpa bisa di cegah.

__ADS_1


"Shuttt...itu sudah kewajiban ibu nak." kata ibu Lena. "Putri ibu gak boleh menangis...hari ini adalah tahap awal kebahagian kalian." kata ibu Lena lagi sambil ibu jarinya menyapu dengan pelan air mata Sira. "Sudah...ibu gak mau lihat putri ibu menangis, nanti riasannya luntur loh." sambungannya lagi. "Ibu keluar dulu, tapi inget jangan nangis lagi." kata ibu Lena sambil sedikit memberi peringatan.


Ibu Lena keluar dan memeriksa semuanya, memastikan makan untuk menjamu tamunya apakah sudah siap, mulai juga memeriksa kembali apa yang hendak di berikan sebagai buah tangan untuk calon besannya nanti.


❤️


Tepat pukul tujuh malam, Davin beserta rombongan tiba di kediaman Sira. Malam ini tak banyak yang Davin bawa karena acara pun juga hanya di lakukan secara sederhana, hanya kedua orangtuanya, kakak beserta kakak iparnya, lalu ada Riko dan Tyas, juga ada Amar asisten papa Diki yang datang dengan Bela istrinya, juga ada Tyo asisten dari Damar yang juga datang dengan istrinya Nisa.


Kenapa para asisten ikut, jawabannya karena keluarga papa Diki dan mama Dinar tak mempunyai keluarga yang lain, selain adik papa Diki yang saat ini menetap di negara lain bersama anak dan suaminya. Apalagi para asisten mereka sudah dianggap seperti saudara sendiri.


Sama halnya dengan ibu Lena yang tak memiliki keluarga lain selain Sira...maka yang ikut menyambut di sana bersama bu' Lena adalah bapak dan ibu RW/RT juga tetangga sekitarnya.


"Rupanya cuma gadis miskin." gumam Cika dengan tersenyum sinis.


Untuk menghemat waktu...tanpa terlalu banyak basa-basi acara pun di mulai dengan di awali pembukaan acara. Terus di lanjutkan dengan penyampaian maksud dan tujuan kedatangan rombongan pihak laki-laki yang langsung papa Diki lah yang berbicara.


"Selamat malam...perkenalkan saya untuk menyampaikan maksud serta tujuan kami serombongan datang ke sini. Pertama kedatangan kami hadir di tengah-tengah keluarga ibu , dalam rangka bersilaturahmi agar kita saling mengenal lebih dekat, yang kedua...tujuan kedatangan kami adalah untuk melamar putri ibu...nak Sira untuk anak kami Davin. Untuk itulah maksud dan tujuan kami datang pada malam ini, yakni untuk meminang putri ibu untuk putra kami. Hanya ini yang dapat kami utarakan, tak lupa pula kami sekeluarga mohon maaf apabila dalam menyampaikan maksud serta tujuan ada tutur kata yang kurang berkenan.


Di lanjutkan dengan pemberian jawaban dari pihak calon mempelai wanita.

__ADS_1


Pertama, kami menyambut baik dengan tangan terbuka kedatangan kekuatan besar dari bapak Diki Ardiansyah, selamat datang di gubuk kami. Kedua, terkait dengan permohonan untuk meminang atau melamar putri kami yang bernama Asira, saya sebagai orangtua tidak bisa menjawabnya, akan kita tanyakan secara langsung kepada anaknya apakah berkenan menerima lamaran dari nak Davin.


Asira pun di panggil untuk bergabung ke acara lamaran tersebut guna untuk memastikan kepada pihak keluarga laki-laki apakah ini perempuan yang di maksud untuk di lamar, setelah itu ibu Lena pun langsung bertanya pada Sira.


"Nak, ini nak Davin mengajak keluarganya datang ke sini untuk meminang Sira menjadi pendamping hidupnya." kata ibu Lena. "Apakah Sira bersedia menerima lamaran nak Davin atau tidak?" tanyanya yang di jawab dengan anggukan kepala oleh Sira.


Saat Sira baru masuk, Davin sempat menatapnya dengan tak berkedip sangking begitu terpesonanya dengan penampilan Sira malam ini yang sangat begitu cantik.


Acara kemudian di susul dengan pemberian seserahan dan tukar cincin.


Davin dan Sira berdiri dengan kedua ibu mereka di tengah-tengahnya, mama Dinar mengambil sebuah cincin pada tempatnya yang kemudian di sematkan pada jari manis Sira sebelah kiri, setelah itu ibu Lena pun melakukan hal yang sama terhadap Davin.


Mama Dinar juga tak lupa menyerahkan gelang warisan ibu mertuanya yang dia dapat saat menikah dulu, kepada Sira...kalau Cika mendapatkan kalungnya.


Selesai dengan itu, mama Dinar kembali menyerahkan dua parsel seserahan untuk simbol, yang langsung di berikan pada Sira.


Acara di lanjutkan dengan perkenalan keluarga yang kali ini dari pihak keluarga Davin di wakili oleh asisten Amar sedangkan dari pihak Sira di wakili oleh pak RW.


Lalu di teruskan dengan pembaca do'a agar semuanya lancar hingga hari H nanti. Terakhir penutup dan di sambung dengan cara ramah tamah serta makan-makan.

__ADS_1


__ADS_2