
...***...
Topeng pemanis wajah.
Apakah orang zaman dahulu dan zaman sekarang telah menggunakan topeng pemanis wajah, untuk menutupi apa yang telah ia rasakan selama ini?. Tapi apa alasan ia melakukan lakukan itu?. Apa yang sedang ia ingin coba dengan melakukan itu semua?. Topeng pemanis wajah, kenapa kau menggunakan itu untuk menipu semua orang yang ada di sekitarmu?. Masalah hidup apa yang sedang kau rasakan?. Sehingga kau mampu menyembunyikan itu semua di balik topeng pemanis wajah itu?. Tapi keuntungan apa yang ia dapatkan dengan melakukan itu?. Apa yang sedang ia pikirkan ketika melakukan itu?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi. Jangan sampai kau tertipu oleh penampilannya hanya karena dia menggunakan topeng pemanis wajah. Waspadalah terhadap orang-orang yang seperti itu, bisa jadi itu adalah senjata yang sangat mematikan untukmu suatu hari nanti.
...***...
Istana Kerajaan Mahamega Suci.
Patih Arya Pasopati baru saja sampai di istana. Tentunya ia hendak melaporkan apa yang telah ia lakukan dalam peninjauan itu. Kasus aneh yang terjadi?. Kali ini ia memang merasakan keanehan pada apa yang terjadi pada Senopati Gumelar Endang. Ia memberi hormat pada sang prabu sebelum ia dipersilahkan duduk oleh sang raja.
"Hormat saya kanda prabu."
"Silakan duduk dinda patih."
"Terima kasih kanda prabu."
Patih Arya Pasopati duduk diantara mereka, tentunya mereka semua ingin mengetahui apa yang telah dilakukan oleh Patih Arya Pasopati setelah pulang dari kediaman Senopati Gumelar Endang.
"Ceritakan padaku bagaimana kejadian itu dinda patih. Supaya aku dan yang lainnya mengetahui apa yang terjadi."
"Baiklah kanda prabu. Akan saya ceritakan bagaimana dan apa yang telah terjadi ketika saya datang di sana." Ia sedikit memikirkan cara yang tepat untuk menyampaikan kepada mereka semua. "Pada saat saya datang di kediaman rumah senopati gumelar endang. Pada saat itu saya melihat ia sedang terbaring di tempat tidurnya. Akan tetapi ada belati hitam yang sangat mengerikan tertancap di lehernya."
"Belati hitam yang menancap di lehernya?."
__ADS_1
Suasana ruangan rapat itu mendadak sedikit ribut karena mereka tidak percaya dengan apa yang telah dikatakan oleh Patih Arya Pasopati.
"Apakah pembunuh kecil itu telah melakukan hal yang mengerikan seperti itu dinda patih?. Apakah dia menggunakan belati itu membunuh korbannya?."
"Bisa jadi seperti itu kanda prabu. Karena belati itu memang tertancap di lehernya dengan sangat kuat dengan menggunakan tenaga dalam yang sangat luar biasa."
Mendengarkan penjelasan dari Patih Arya Pasopati mereka semua menanggapi itu dengan sangat heran, membuat beberapa dharmapati dan Senopati lainnya ikut bersuara.
"Mohon maaf gusti patih. Sekiranya saya sedikit lancang bertanya kepada gusti patih." Seorang dharmapati memberi hormat pada Patih Arya Pasopati. "Selain pelatih hitam itu apakah ada senjata lain atau kekuatan lain atau bahkan hal aneh apa yang bisa membuat senopati gumelar endang terbunuh?. Rasanya tidak mungkin jika hanya karena berlatih kecil itu saja bisa membunuh seseorang." Tentunya ia sangat heran dengan kejadian itu.
Patih Arya Pasopati terlihat menghela nafasnya sedikit lelah. "Awalnya saya juga berpikir demikian. Tidak mungkin hanya dengan menggunakan belati itu seseorang dapat membunuh." Sungguh ya tidak menduga akan hal itu. "Tapi belati hitam itu telah dialiri oleh kegelapan yang sangat luar biasa. Sehingga ketika aku hendak mencabut belati itu, ia melakukan perlawanan yang sangat luar biasa. Hampir saja kau menjadi korban karena keganasan yang dikeluarkan oleh berlatih hitam."
Belum juga mengerti dengan apa yang telah dikatakan oleh Patih Arya Pasopati.
...***...
Raden Dewangga Bagaskara tadinya berniat ingin menjemput adiknya. Tetapi ia melihat keberadaan adiknya di taman bersama seseorang yang sangat ia kenali. "Ternyata sudah ketemu pendampingnya toh?." Iya hanya tersenyum kecil ketika melihat pemandangan itu. Pastinya ia sangat mengetahui bagaimana kedekatan adiknya itu dengan putra dari seorang patih yang sangat terkenal di negeri ini. "Baiklah kalau begitu aku tidak akan mengganggu mereka." Sebagai seorang kakak yang baik tentunya ia akan membiarkan mereka untuk berduaan. "10 tahun bukanlah waktu yang singkat. Tapi mereka sangat luar biasa sekali bisa memiliki perasaan yang sama meskipun 10 tahun telah berlalu." Ia sangat mengagumi perasaan yang dimiliki oleh keduanya. Entah itu dari pihak adiknya atau bahkan pihak Raden Athaya Pasopati. Namanya pasti mereka masih memiliki perasaan cinta yang sama meskipun telah terpisah 10 tahun lamanya.
Sementara itu Putri Arkadewi Bagaskara dan Raden Athaya Pasopati sedang membahas masalah yang terjadi beberapa tahun belakangan ini. Hal yang mengerikan terjadi di kerajaan besar dan kerajaan bawahan lainnya.
"Pembunuhan yang sangat kejam telah terjadi tuan putri."
"Pembunuhan yang sangat kejam?."
"Tuan putri benar." Balasnya. "Tidak diketahui bagaimana penyebab pastinya. Saya juga tidak diperkenankan oleh ayahanda untuk melihat kejadian itu." Ia merasa heran dengan sikap ayahandanya itu.
__ADS_1
"Lalu kenapa raden menyimpulkan hal itu terlihat sangat berbahaya?."
"Kabarnya saya dapatkan dari ayahanda, senjata yang digunakan oleh pembunuh bukanlah senjata yang biasa. Sehingga korban ditemukan tewas dalam keadaan yang mengenaskan." Ia sangat prihatin dengan apa yang telah terjadi.
"Halo apa yang akan raden lakukan jika dalam keadaan seperti itu?."
"Aku akan berusaha untuk menyelidiki apa yang telah terjadi. Sebagai seorang pemuda yang memiliki tanggung jawab untuk keamanan, tentunya aku harus melakukan sesuatu yang dapat menghentikan kejahatan itu." Jawabnya dengan pasti.
"Kalau begitu raden harus berusaha untuk menangkapnya. Sepertinya penjahat itu sangat berbahaya, sehingga dengan mudahnya dapat melakukan itu." Senyumannya terlihat sangat manis, seakan-akan ia memberikan semangat pada Raden Athaya Pasopati.
"Tentu saja saya harus berusaha, supaya saya dapat membantu negeri ini dengan sangat baik." Raden Athaya Pasopati terlihat sangat percaya diri dengan apa yang ia katakan.
"Raden memang sangat baik. Raden adalah orang yang patut dicontoh oleh pemuda lainnya." Ia sedang memuji Raden Athaya Pasopati.
Sedangkan Raden Athaya Pasopati hanya tersenyum kecil menanggapi pujian dari orang yang sangat ia cintai itu.
...***...
Kembali ke dalam Istana.
Patih Arya masa Patih masih menjelaskan apa yang ia alami pada saat melihat keadaan Senopati Gemular Endang. Tentunya itu membuat mereka bertanya-tanya bagaimana bisa itu terjadi?.
"Pada saat saya hendak mencabut belati itu, seakan-akan saya sedang diserang oleh kekuatan yang sangat luar biasa." Ia menjelaskan apa yang ia rasakan pada saat itu. "Bahkan belati itu memperlihatkan keburukan apa saja yang telah dilakukan oleh senopati gemular endang." Lanjutnya.
Bagaimana tanggapan mereka semua?. Apakah semua yang dikatakan sesuai dengan fakta atau kenyataan?. Simak terus bagaimana kisah itu terjadi.
__ADS_1
...***...