
...***...
Topeng pemanis wajah.
Apakah orang zaman dahulu dan zaman sekarang telah menggunakan topeng pemanis wajah, untuk menutupi apa yang telah ia rasakan selama ini?. Tapi apa alasan ia melakukan lakukan itu?. Apa yang sedang ia ingin coba dengan melakukan itu semua?. Topeng pemanis wajah, kenapa kau menggunakan itu untuk menipu semua orang yang ada di sekitarmu?. Masalah hidup apa yang sedang kau rasakan?. Sehingga kau mampu menyembunyikan itu semua di balik topeng pemanis wajah itu?. Tapi keuntungan apa yang ia dapatkan dengan melakukan itu?. Apa yang sedang ia pikirkan ketika melakukan itu?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi. Jangan sampai kau tertipu oleh penampilannya hanya karena dia menggunakan topeng pemanis wajah. Waspadalah terhadap orang-orang yang seperti itu, bisa jadi itu adalah senjata yang sangat mematikan untukmu suatu hari nanti.
...***...
Prabu Maharaja Ganendra Ardajita dan Patih Arya Pasopati pada saat itu sedang berdiskusi tentang kematian dharmapati Arenka. Kematian yang hampir sama persis yang dialami oleh Senopati Gumelar Endang.
"Bagaimana hasil yang kau dapatkan dinda patih?. Apakah hasilnya sama saja?."
"Kali ini belati hitam kegelapan itu tertancap di dada kiri dharmapati arenka. Sama halnya yang terjadi dengan senopati gumelar endang. Belati hitam kegelapan itu benar-benar menunjukan sifat jahat yang dimiliki oleh dharmapati arenka."
"Memangnya kejahatan yang seperti apa yang telah ia lakukan dinda patih?. Sehingga seseorang mengirim pendekar pembunuh bayaran padanya?."
Prabu Maharaja Ganendra Ardajita tentunya sangat penasaran dengan apa yang dilakukan deh Dharmapati Arenka, sehingga ia dibunuh seperti itu?. Tentunya Patih Arya Pasopati akan menceritakan masalah itu pada Prabu Maharaja Ganendra Ardajita.
"Belati hitam kegelapan itu telah menunjukkan bagaimana kejahatan yang selama ini yang telah dilakukan oleh dharmapati arenka. Sungguh sangat keterlaluan sekali kanda prabu."
__ADS_1
Patih Arya Pasopati memberi jeda pada ceritanya, kepalanya terasa berdenyut sakit mengingat apa yang telah terjadi pada saat itu. "Bukan hanya membunuh saja yang telah ia lakukan kanda prabu, akan tetapi ia telah memadai wanita itu kanda prabu." Dengan perasaan yang menggebu-gebu dipenuhi oleh gejolak amarah yang sangat luar biasa ia mengatakan itu semua pada Prabu Maharaja Ganendra Ardajita.
"Demi dewata yang agung, sungguh biadab sekali apa yang telah dilakukan oleh seorang dharmapati yang aku percayai akan tetapi malah berbuat yang tidak pantas pada rakyat?!." Hati Prabu Maharaja Ganendra Ardajita memanas mendengarkan apa yang telah dikatakan oleh Patih Arya Pasopati.
"Itu memang sangat disayangkan sekali kanda prabu."
"Tapi bagaimana mungkin kejadian seperti itu, bisa terjadi dinda patih?. Siapa yang telah salah dalam masalah yang terjadi?. Apakah sebagai seorang raja aku tidak memperhatikan bagaimana cara penggawa istana bekerja?." Ada perasaan sedih yang ia rasakan pada saat itu mengenai apa yang telah terjadi. "Dimana rasa keadilan yang telah aku katakan pada rakyat yang telah berupaya untuk mendukung aku sebagai seorang raja?. Sehingga mereka malah mencari seorang pembunuh bayaran hanya untuk meminta pertolongan. Sedangkan di istana ini aku yang telah mempercayai penggawa istana yang dapat mengayomi rakyat, akan tetapi malah berbuat hal yang sangat keji." Hatinya sangat iba dengan apa yang telah terjadi.
"Sungguh maafkan aku kanda, sebagai seseorang yang kanda percayai untuk memantau mereka semua, tapi aku sama sekali tidak mengetahui apa yang telah mereka lakukan." Patih Arya Pasopati juga merasa bersalah karena tidak bisa mengawasi mereka semua dengan sangat baik sehingga mereka malah berbuat hal yang sama sekali tidak mereka duga.
"Kita benar-benar harus memantau dan mengetahui siapa yang telah melakukan hal-hal yang tidak baik istana ini." Prabu Maharaja Ganendra Ardajita tidak bisa menyalahkan patihnya itu. "kita harus mengetahui siapa yang telah melakukan kejahatan itu dinda patih!. Sebagai seorang raja, aku tidak akan membiarkan siapapun melakukan kejahatan. Kita harus mengetahui siapa orang yang telah melakukan pembunuhan sadis itu." Prabu Maharaja Ganendra Ardajita tidak akan membiarkan pembunuh bayaran itu melakukan hukuman sendiri hanya karena permintaan dari seseorang.
"Negeri ini benar-benar harus bebas dari hal-hal yang tidak dinginkan." Sebagai seorang Raja, tentunya ia sangat tidak ingin itu terjadi pada pihak manapun. "Hanya dengan menangkap pembunuh bayaran itu, mungkin kita bisa menghentikan masalah yang terjadi dinda patih."
"Kita hanya mencoba saja kanda prabu. Jika kita mencobanya, maka kita tidak akan mengetahui apa yang terjadi sebenarnya."
"Tapi sebelum itu, kita harus memeriksa siapa saja yang rasanya memiliki masalah pribadi ataupun masalah lainnya dinda patih." Baiklah kanda prabu, akan aku selidiki masalah itu. serahkan masalah itu padaku." Patih Arya Pasopati tentunya akan melakukan tugas itu dengan sangat baik untuk keselamatan bersama.
Apakah yang akan ia lakukan setelah itu?. Apakah masalah seperti itu bisa diatasi dengan baik nantinya?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi nantinya.
__ADS_1
...***...
Masih di lingkungan Istana.
Pada saat itu Raden Dewangga Bagaskara baru saja hendak meninggalkan kaputren, akan tetapi pada saat itu ia bertemu dengan kedua adik kandungnya. Tapi ada yang membuat ia merasa heran dengan apa yang telah terjadi pada kedua adiknya.
"Dinda kasih?. Dinda kenanga?. Apa yang telah terjadi pada kalian berdua?. Kenapa dengan wajah kalian?."
"Ini semua karena dinda dewi yang telah menganiaya kami berdua raka."
"Dinda dewi telah melakukan kekerasan kepada kami raka."
Keduanya menangis dengan terisak sambil mengadu apa yang telah mereka alami. Namun Raden Dewangga Bagaskara tidak akan percaya dengan semudah itu dengan apa yang telah dikatakan oleh kedua adiknya. Meskipun Keduanya adalah adik kandungnya, namun ia tidak akan tertipu begitu saja dengan apa yang telah mereka katakan.
"Permainan sandiwara seperti apa kali ini yang akan kalian mainkan untuk menjebak dinda dewi?. Kali ini rencana apa lagi yang akan kalian gunakan untuk menyingkirkan dinda dewi dari istana ini?." Tatapan matanya sangat tajam, hatinya sangat memanas dengan apa yang telah dikatakan oleh kedua adik kandungnya. "Saat ini ayahanda prabu sedang mengatasi masalah yang sangat besar, aku sebagai raka kandung kalian, akan sangat memohon agar kalian tidak menyebabkan masalah yang dapat membuat ayahanda prabu semakin marah.
Bagaimana dengan reaksi mereka mendengarkan apa yang dikatakan Raden Dewangga Bagaskara?. Apakah itu artinya kakak kandung mereka tidak mendukung mereka sama sekali?. Simak dengan baik ceritanya.
...***...
__ADS_1