
...***...
Topeng pemanis wajah.
Apakah orang zaman dahulu dan zaman sekarang telah menggunakan topeng pemanis wajah, untuk menutupi apa yang telah ia rasakan selama ini?. Tapi apa alasan ia melakukan lakukan itu?. Apa yang sedang ia ingin coba dengan melakukan itu semua?. Topeng pemanis wajah, kenapa kau menggunakan itu untuk menipu semua orang yang ada di sekitarmu?. Masalah hidup apa yang sedang kau rasakan?. Sehingga kau mampu menyembunyikan itu semua di balik topeng pemanis wajah itu?. Tapi keuntungan apa yang ia dapatkan dengan melakukan itu?. Apa yang sedang ia pikirkan ketika melakukan itu?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi. Jangan sampai kau tertipu oleh penampilannya hanya karena dia menggunakan topeng pemanis wajah. Waspadalah terhadap orang-orang yang seperti itu, bisa jadi itu adalah senjata yang sangat mematikan untukmu suatu hari nanti.
...***...
Kaputren istana.
Raden Dewangga Bagaskara baru saja hendak meninggalkan kaputren karena ia teringat sesuatu. Akan tetapi pada saat itu ia bertemu dengan kedua ibundanya, sehingga ia tidak bisa menghindari kedua ibundanya itu.
"Kenapa nanda malah mau berbalik arah?. Apa yang ingin anda lakukan sebenarnya?."
"Tidak ada ibunda. Hanya saja Nanda teringat akan sesuatu sehingga nanda ingin kembali ke wisma putra mahkota."
"Kalau begitu mari ikut dengan ibunda sebentar saja. Ada hal penting yang harus ibunda sampaikan kepada nanda."
"Tapi ibunda?."
"Hanya sebentar saja, tidak akan lama."
"Baiklah kalau begitu ibunda."
Mau tak mau Raden Dewangga Bagaskara mengikuti kedua ibundanya. Meskipun ia ragu dengan tebakannya, namun pada akhirnya ia mengikuti ke mana ibundanya pergi karena ia tidak ingin mengecewakan kedua ibundanya itu.
Apakah yang akan mereka bicarakan? Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi nantinya.
__ADS_1
...***...
Patih Arya Pasopati baru saja datang dan melihat apa yang telah terjadi. Ternyata apa yang dikatakan oleh prajurit itu memang tidak berbohong. Ia menyaksikan sendiri siapa yang kini sedang terbaring tidak bernyawa di atas tanah itu. Mereka yang berada di sana tentunya memberi hormat padanya karena pangkat yang ia miliki lebih tinggi dari yang lainnya.
"Gusti patih."
"Dharmapati tabutalu. Apa yang terjadi sebenarnya?. Katakan kepadaku?. Bagaimana kejadian ini bisa terjadi?."
"Mohon ampun gusti patih, jika tidak mengerti apa yang telah terjadi. Namun saat itu hamba mendapatkan laporan dari seorang pemuda bahwa mereka telah menemukan jenazah dharmapati arenka dalam keadaan seperti ini."
"Ini adalah kasus kedua yang kita hadapi. Kita harus segera menyelesaikan masalah ini supaya tidak ada timbul fitnah nantinya."
"Tapi hamba telah berusaha untuk mencobanya akan tetapi hamba tidak bisa melakukannya gusti."
"Kau ini adalah seorang dharmapati. Tapi kenapa kau tidak bisa mencabut belati hitam kegelapan ini?. Harusnya kau malu pada anak buahmu sendiri."
"Sial!. Ini lebih kuat daripada yang sebelumnya." Patih Arya Pasopati sungguh tidak menduga jika belati hitam kegelapan itu menyimpan hawa energi negatif yang sangat kuat. Seakan-akan tenaga dalamnya tersedot oleh belati hitam kegelapan itu.
Namun sepertinya bukan hanya satu orang saja kali ini yang dihisap oleh hawa belati kegelapan itu. Namun mereka semua yang berada di sana ikut terseret oleh hawa kegelapan itu. Sama-sama disedot untuk menyaksikan apa yang sebenarnya telah dilakukan oleh dharmapati Arenka.
Deg!.
Mereka semua menyaksikan apa yang telah diperlihatkan oleh belati kegelapan hitam itu. Sungguh mereka tidak menduga apa yang telah mereka lihat. Topeng pemanis wajah, itulah yang menggambarkan bagaimana apa yang telah diperlihatkan oleh dharmapati Arenka selama ini kepada mereka. Dengan menggunakan topeng pemanis wajah, sepertinya ia telah berhasil menipu semua orang. Ternyata di balik topeng pemanis wajah itu, terdapat jiwa iblis yang bersarang di hatinya?. Lalu bagaimana dengan tanggapan mereka setelah melihat itu semua?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi nantinya.
...***...
Sementara itu di Kaputren?.
__ADS_1
Putri Kasih Bagaskara dan Putri Kenanga Bagaskara saat itu sedang menuju bilik adiknya. Mereka masih belum bisa menerima kepulangan adikku semuanya itu. Sepertinya mereka hendak k melakukan sesuatu pada adik bungsunya itu.
Brakh!.
Terdengar suara dobrakan pintu yang sangat kuat, sehingga membuat Putri Arkadewi Bagaskara sangat terkejut dengan apa yang telah ia rasakan pada saat.
"Yunda kasih?!. Yunda kenanga?!."
"Kau tidak usah berpura-pura terkejut seperti itu!. Aku yakin kau sedang merencanakan sesuatu sehingga kau melotot pada kami."
"Apa yang telah yunda katakan padaku?. Bukankah yang memiliki rencana itu adalah yunda berdua?." Putri Arkadewi Bagaskara tersenyum lembut pada kedua kakaknya itu. "Yunda yang memiliki niat jahat untuk menyingkirkan aku dari istana ini." Lanjutnya lagi dengan senyuman yang ramah.
Deg!.
Tentunya keduanya sangat terkejut dengan apa yang telah dikatakan oleh adik bungsunya itu alias adik tirinya. Bagaimana mungkin ia mengetahui apa yang telah mereka rencanakan terhadap dirinya?.
"Daripada yunda berdua memikirkan hal yang tidak berguna. Lebih baik bunda menemui ibunda atau ayahanda. Bantulah keduanya dengan cara yang sangat baik, supaya yunda berdua bisa diperhatikan dengan sangat baik oleh ayahanda juga ibunda atau bahkan raka dewangga sekalipun." Mata itu benar-benar dapat melihat apa yang dipikirkan oleh seseorang terhadap dirinya. Dalam pikiran kedua kakaknya itu, hanya memikirkan bagaimana cara menyingkirkan ia dari istana ini.
"Kau jangan sembarangan dalam berbicara!." Seketika hati Putri Kenanga Bagaskara sangat panas dengan apa yang telah dikatakan oleh adiknya itu. "Aku bisa mengadu pada ayahanda prabu bahwa kau telah menyebar fitnah tentang kami." Ia mencoba mengancam adiknya itu.
"Lakukan saja jika yunda bisa melakukan itu. Maka pada saat itu yunda berdua akan dihukum oleh ayahanda prabu, karena bukan hanya tidak bisa membantu tugas istana dengan baik, namun yunda juga berusaha untuk menyingkirkan putri bungsu dari ayahanda prabu."
"Kau!."
Keduanya sangat terkejut dengan apa yang telah dikatakan oleh Putri Arkadewi Bagaskara, namun itu juga sebuah ancaman untuk keduanya. Mereka tidak menyangka jika adiknya memiliki senjata untuk mengancam balik mereka. Topeng pemanis wajah, siapa yang menduga jika Putri Arkadewi Bagaskara telah menggunakan topeng pemanis wajah dengan sangat baik. Karena keduanya merasa telah tertipu dengan apa yang ditampilkan oleh adik bungsunya itu. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi nantinya.
...***...
__ADS_1