TOPENG PEMANIS WAJAH (PEMBUNUH BAYARAN)

TOPENG PEMANIS WAJAH (PEMBUNUH BAYARAN)
CHAPTER 5


__ADS_3

...***...


Topeng pemanis wajah.


Apakah orang zaman dahulu dan zaman sekarang telah menggunakan topeng pemanis wajah, untuk menutupi apa yang telah ia rasakan selama ini?. Tapi apa alasan ia melakukan lakukan itu?. Apa yang sedang ia ingin coba dengan melakukan itu semua?. Topeng pemanis wajah, kenapa kau menggunakan itu untuk menipu semua orang yang ada di sekitarmu?. Masalah hidup apa yang sedang kau rasakan?. Sehingga kau mampu menyembunyikan itu semua di balik topeng pemanis wajah itu?. Tapi keuntungan apa yang ia dapatkan dengan melakukan itu?. Apa yang sedang ia pikirkan ketika melakukan itu?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi. Jangan sampai kau tertipu oleh penampilannya hanya karena dia menggunakan topeng pemanis wajah. Waspadalah terhadap orang-orang yang seperti itu, bisa jadi itu adalah senjata yang sangat mematikan untukmu suatu hari nanti.


...***...


Istana Kerajaan Mahamega Suci.


Patih Arya Pasopati dan Raden Athaya Pasopati baru saja sampai di istana. Cukup memakan waktu yang agak lama mereka sampai ke istana, namun bukan itu yang menjadi permasalahan mereka saat itu.


"Ayahanda akan segera menemui gusti prabu. Jika nanda memang ingin bertemu dengan tuan putri, nanda harus melapor terlebih dahulu pada prajurit jika nanda ingin bertemu dengan tuan putri." Itulah yang dikatakan oleh Patih Arya Pasopati pada anaknya.


"Baiklah kalau begitu ayahanda. Nanda pamit dulu, sampurasun." Ia memberi hormat pada ayahandanya, tentunya ia sangat menghormati ayahanda yang telah memberikan kasih sayang dan cinta sehingga ia bisa tumbuh dengan sangat baik.


"Rampes." Patih Arya Pasopati hanya tersenyum kecil melihat kepergian anaknya itu. Sebagai seseorang yang memiliki perasaan cinta tentunya ia memahami apa yang telah dirasakan anaknya.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi. Kamu tidak selalu beberapa lama ketika Patih Arya Pasopati memasuki istana, prajurit berjaga di rumah Senopati Gumelar Endang telah sampai di gerbang istana.


"Sampurasun." Meskipun dalam keadaan buru-buru tentunya ia mengucapkan kalimat itu.


"Rampes." Balas salah satu prajurit yang melihat keadaan prajurit lainnya yang terlihat sedang terburu-buru?. "Bukankah kau prajurit yang berjaga di kediaman senopati gumelar endang?." Ia sangat mengenali ciri-ciri khas seorang prajurit jaga yang berjaga di tempat-tempat tertentu. "Apa yang hendak kau sampaikan?. Sehingga kau datang ke istana ini?." Tentunya sebagai prajurit istana yang berjaga-jaga di depan gerbang istana ia dengan mengetahui tujuan kedatangan prajurit khusus itu.

__ADS_1


Dengan agak ragu dan melihat situasi ia mendekati prajurit jaga gerbang istana. "Ada hal pentingnya harus aku sampaikan pada Gusti prabu Maharaja ganendra ardajita. Ini mengenai masalah yang sangat serius yang menimpa gusti senopati kami." Dengan nada yang sangat serius ia berbisik pada temannya itu agar hanya temannya yang dapat mendengarkan ucapannya.


"Baiklah. Menemui gusti prabu, boleh menyampaikan apa saja pada gusti prabu nantinya." Tanpa banyak bertanya lagi ya mempersilakan temannya untuk segera masuk, mungkin ia memang memiliki keperluan yang sangat penting, sehingga ia tidak dapat menjelaskan secara detail kepadanya. Jika dilihat dari raut wajah temannya itu memang memiliki masalah yang sangat serius. Tentunya ia tidak akan mempersulit temannya agar segera melapor apa yang telah terjadi sebenarnya.


...***...


Sementara itu di gerbang kaputren.


Raden Athaya Pasopati baru saja memasuki daerah kaputren. Tentunya ia melihat penjaga yang bertugas di sana sehingga ia meminta izin kepada mereka.


"Raden athaya?." Punya mereka mengenali siapa yang datang pagi-pagi ke kaputren. Mereka memberi hormat pada Raden Athaya Pasopati.


"Ada keperluan apa raden?. Sehingga raden masuk ke daerah ini?." Bukannya bermaksud untuk mencurigai Raden Athaya, akan tetapi itu memang tugas mereka untuk bertanya kepada siapapun juga yang hendak masuk ke daerah kaputren. Tidak semua orang bisa masuk ke daerah itu, tentunya mereka harus meminta izin terlebih dahulu dan dengan tujuan yang sangat jelas.


Namun belum sempat Raden Athaya Pasopati hendak menjawab pertanyaan mereka, pada saat itu Putri Arkadewi Bagaskara baru saja hendak meninggalkan kawasan kaputren.


"Selamat pagi raden." Dengan senyuman yang sangat ramah ia menyapa Raden Athaya Pasopati.


Deg!.


Rasanya jantung Raden Athaya Pasopati semakin berdetak dengan sangat kencangnya, ketika ia mendengar suara yang sangat ramah dari Putri Arkadewi Bagaskara. Setelah sekian lama tidak bertemu, jantungnya seakan berpacu dengan sangat kencang ketika matanya melihat senyuman yang sangat ia rindukan. Jika saja ia tidak melihat situasinya mungkin saja ia akan segera memeluk Putri pujaan hatinya.


"Selamat pagi tuan putri." Balas Raden Athaya Pasopati dengan perasaan yang sangat gugup yang luar biasa.

__ADS_1


"Apa yang hendak raden lakukan di sini?. Apakah raden baru saja sampai ke istana ini?." Masih dengan suasana yang adem dan ramah itu ia bertanya kepada Raden Athaya Pasopati.


"Saya hendak menemui tuan putri. Karena saya sangat ingin bertemu dengan tuan putri." Saking gugupnya iya sampai berkata kaku seperti itu untuk menyembunyikan perasaan yang berkecamuk di dalam hatinya.


Tentunya Putri Arkadewi Bagaskara memahami apa yang telah dikatakan oleh Raden Athaya Pasopati. Ia juga ingin bertemu dengan seseorang yang sangat ia cintai?.


"Baiklah kalau begitu. Mari kita menuju taman istana, mungkin raden bisa berbicara dengan santai di sana dengan saya nantinya." Tidak mungkin ia dan Raden Athaya Pasopati berbicara dalam keadaan berdiri seperti itu.


"Mari tuan putri." Raden Athaya Pasopati mempersilahkan Putri Arkadewi Bagaskara untuk berjalan duluan darinya.


Sedangkan para prajurit yang melihat itu hanya terdiam saja, mereka tidak ingin ikut campur dengan apa yang terjadi pada kedua orang yang memiliki kedudukan yang sangat berbeda dengan mereka. Tapi sebagai prajurit yang sangat baik mereka tentunya harus menjamin keselamatan Tuan Putri mereka. Apakah yang akan dibahas oleh Putri Arkadewi Bagaskara dan Raden Athaya Pasopati nantinya?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi nantinya.


...***...


Sementara itu di dalam istana.


Prabu Maharaja Ganendra Ardajita baru saja hendak mendiskusikan masalah yang terjadi pada akhir-akhir ini?. Pada saat itu salah satu prajurit masuk dalam ruangan istana.


"Mohon ampun Gusti prabu salah satu prajurit yang berjaga di kediaman Senopati gumelar endang datang untuk menghadap gusti prabu." Prajurit tersebut memberi hormat pada junjungannya.


"Biarkan dia masuk." Itulah yang dikatakan oleh sang prabu.


Namun apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Kabar apa yang akan disampaikan oleh prajurit tersebut?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi nantinya. Karena masalah ini baru saja masuk pada intinya.

__ADS_1


Next.


...*** ...


__ADS_2