TOPENG PEMANIS WAJAH (PEMBUNUH BAYARAN)

TOPENG PEMANIS WAJAH (PEMBUNUH BAYARAN)
CHAPTER 31


__ADS_3

...***...


Seakan tidak ada habisnya, Putri Kenanga Bagaskara dan Putri Kasih Bagaskara ingin membuat perselisihan diantara Putri Arkadewi Bagaskara dan Raden Athaya Pasopati. Sehingga mereka berkata yang tidak-tidak tentang Putri Arkadewi Bagaskara.


"Hahaha!. Kau ini sangat pandai sekali memberikan lawakan yang sangat lucu athaya pasopati!." Putri Kenanga Bagaskara dengan suara yang agak tinggi berkata seperti itu.


"Tahu apa kau tentangnya?!. Dia itu bahkan lebih mengerikan dari apa yang kau bayangkan selama ini!. Aku yakin kau juga akan ikut menjadi rusak karenanya nantinya!." Putri Kasih Bagaskara juga ikut memanasi keadaan?.


Apa yang sebenarnya mereka inginkan dengan mengatakan hal-hal yang tidak baik tentang Putri Arkadewi Bagaskara di hadapan Raden Athaya Pasopati?.


"Tidak!." Raden Athaya Pasopati sangat kesal mendengarkan itu.


Akan tetapi tangannya ditahan oleh Putri Arkadewi Bagaskara. "Tenang saja. Cukup raden saja yang mengetahui aku seperti apa." Putri Arkadewi Bagaskara hanya tersenyum kecil sambil menggenggam tangan Raden Athaya Pasopati dengan lembut. "Asal kan kalia tahu saja. Sebelum aku pergi meninggalkan istana sepuluh tahun yang lalu, aku telah dijodohkan dengan raden athaya pasopati, loh?." Putri Arkadewi Bagaskara melirik ke arah kedua kakaknya dengan senyuman aneh.


"Apa?!. Itu tidak mungkin." Putri Kenanga Bagaskara dan Putri Kasih Bagaskara tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.


"Gusti putri?." Raden Athaya Pasopati juga terkejut dengan apa yang dikatakan Putri Arkadewi Bagaskara.


"Saat itu aku meminta ayahanda prabu dan paman patih untuk tidak mengatakan padamu. Itu karena aku ingin mengetahui, apakah kau adalah laki-laki yang setia, atau malah mencari wanita lain hanya karena aku pergi dari istana ini karena menjalani hukuman." Putri Arkadewi Bagaskara menceritakan suatu rahasia yang ia simpan selama sepuluh tahun?.


"Gusti putri adalah cinta pertama dan wanita yang akan saya bahagiakan di dunia ini." Raden Athaya Pasopati telah mengungkapkan perasaan yang ia rasakan selama ini. "Saya tidak akan pernah berpaling sedikitpun, walaupun ada wanita yang lebih cantik dari gusti putri arkadewi." Rasa cintanya pada Putri Arkadewi Bagaskara sangatlah besar.


"Ya, aku telah melihat itu semua dari semua yang kau lakukan, juga dari ucapanmu yang sangat bisa dipercayai itu." Putri Arkadewi Bagaskara tentunya sangat mempercayainya.

__ADS_1


"Berani sekali kalian mengeluarkan kata-kata yang menjijikkan seperti itu dihadapan ku!." Putri Kenanga Bagaskara sangat muak mendengarkan itu, hingga amarahnya keluar begitu saja.


"Kau akan aku lapor pada ayahanda prabu!." Putri Kasih Bagaskara mengancam?.


"Lakukan saja." Balas Putri Arkadewi Bagaskara dengan santainya. "Jika itu membuat kalian puas. Aku yakin ayahanda akan mempercepat pernikahan kami karena pengaduan kalian nantinya." Lanjutnya.


"Baik!. Aku akan segera mengadukan masalah ini pada ayahanda prabu!." Putri Kenanga Bagaskara sudah tidak tahan lagi.


"Kau akan menerima ganjaran atas apa yang telah kau lakukan padaku arkadewi!." Bentak Putri Kasih Bagaskara dengan penuh amarah.


Setalah itu keduanya pergi dari sana, karena tidak tahan dengan apa yang telah dikatakan oleh Putri Arkadewi Bagaskara. Mereka tidak bisa menjatuhkan Putri Arkadewi Bagaskara begitu saja?. Sedangkan Raden Athaya Pasopati merasa tidak enak hati setelah apa yang telah ia dengar tadi.


"Apakah tidak apa-apa gusti putri?." Raden Athaya Pasopati sedikit rsgu. "Maafkan saya, karena saya telah membuat gusti putri dalam masalah. Bahkan membuat gusti putri sampai berbohong seperti itu." Raden Athaya Pasopati berpikiran ke sana?.


"Biarkan saja mereka mau berbuat apa." Putri Arkadewi Bagaskara hanya bisa tersenyum kecil saja. "Lagi pula, apa yang aku katakan tadi bukanlah sebuah kebohongan. Itu adalah sebuah kebenaran yang selama ini aku tahan." Lanjutnya.


"Gusti putri arkadewi?." Raden Athaya Pasopati sangat terkejut mendengarnya.


"Ayahanda prabu dan paman patih telah setuju akan menikahkan kita setelah aku kembali ke istana ini." Putri Arkadewi Bagaskara memang terlihat sangat cantik saat tersenyum seperti itu. "Akan tetapi sepertinya akan tertunda karena ada masalah yang harus diselesaikan terlebih dahulu, jadi raden dan aku harus bersabar untuk sementara waktu ini." Putri Arkadewi Bagaskara hanya meminta seperti itu. "Termasuk bersabar ketika aku harus membunuh mereka semua yang telah berani membuat rakyat menderita." Dalam hati Putri Arkadewi Bagaskara tidak akan mengatakan masalah itu pada Raden Athaya Pasopati, dan ia tidak akan melibatkan orang yang ia cintai dalam masalah buruk yang ia hadapi dengan jalan dipenuhi kegelapan.


"Jikalau memang seperti itu. Saya sebagai seorang laki-laki yang akan datang menemui gusti putri dengan secara laki-laki." Raden Athaya Pasopati mencoba memahami apa yang telah terjadi. Tentunya ia akan menuruti apa yang telah dikatakan oleh Putri Arkadewi Bagaskara. "Saya akan datang untuk melamar gusti putri arkadewi secara langsung dihadapan ayahanda patih, serta dihadapan gusti putri nantinya." Raden Athaya Pasopati telah mengatakan janjinya.


"Baiklah kalau begitu. Aku akan menunggu pada hari itu." Putri Arkadewi Bagaskara akan menunggu pada saat itu tiba. "Aku akan menunggu dengan senang hati." Lanjutnya.

__ADS_1


"Sungguh aku tidak mengetahui, jika ayahanda menjodohkan aku dengan gusti putri arkadewi bagaskara. Rasanya aku adalah orang yang paling beruntung sekarang." Dalam hati Raden Athaya Pasopati sangat gugup setelah mengetahui masalah itu dari Putri Arkadewi Bagaskara.


...***...


Di kerajaan Matulang.


Raden Darsa Endaru saat ini sedang memikirkan cara untuk pergi ke istana kerajaan Mahamega Suci. Tentunya ia berniat untuk mendekati Putri Arkadewi Bagaskara.


"Jadi nanda masih merasa sakit hati setelah ditolak oleh putri arkadewi bagaskara?." Prabu Warsa Endaru tertawa kecil.


"Apakah ayahanda ingin mengejak saya?." Ia terlihat kesal. "Saya masih belum menyerah karena dia telah menghina saya." Ucapnya lagi dengan perasaan yang sangat membara.


"Kalau begitu datang saja ke sana. Hadapi dia secara langsung." Balas Prabu Warsa Endaru dengan entengnya?.


"Apakah ayahanda prabu serius dengan ucapan ayahanda prabu?." Raden Darsa Endaru sedikit heran. "Bagaimana jika terjadi perang antara ayahanda prabu dengan gusti prabu maharaja ganendra ardajita nantinya karena saya?." Itulah yang ia pikirkan.


"Tidak akan. Karena aku telah mengirimkan surat yang sangat penting padanya." Lagi, dengan santainya ia membalas ucapan putranya.


"Mengapa ayahanda prabu dengan santainya berkata seperti itu?. Nanti saya benar-benar menimbulkan perang, loh?." Sekali lagi Raden Darsa Endaru bertanya seperti itu.


"Tenang saja. Ayahanda tidak akan membiarkan itu terjadi." Balasnya.


Raden Darsa Endaru menghela nafasnya dengan pelan. "Baiklah, jika memang seperti itu yang ayahanda katakan. Saya harap ayahanda tidak akan menyesal nantinya." Raden Darsa Endaru telah pasrah. "Saya akan ke sana dengan senang hati." Ia tidak akan ragu lagi jika telah diizinkan.

__ADS_1


Bagaimana dengan lanjutnya?. Temukan jawabannya.


...***...


__ADS_2