
...***...
Topeng pemanis wajah.
Apakah orang zaman dahulu dan zaman sekarang telah menggunakan topeng pemanis wajah, untuk menutupi apa yang telah ia rasakan selama ini?. Tapi apa alasan ia melakukan lakukan itu?. Apa yang sedang ia ingin coba dengan melakukan itu semua?. Topeng pemanis wajah, kenapa kau menggunakan itu untuk menipu semua orang yang ada di sekitarmu?. Masalah hidup apa yang sedang kau rasakan?. Sehingga kau mampu menyembunyikan itu semua di balik topeng pemanis wajah itu?. Tapi keuntungan apa yang ia dapatkan dengan melakukan itu?. Apa yang sedang ia pikirkan ketika melakukan itu?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi. Jangan sampai kau tertipu oleh penampilannya hanya karena dia menggunakan topeng pemanis wajah. Waspadalah terhadap orang-orang yang seperti itu, bisa jadi itu adalah senjata yang sangat mematikan untukmu suatu hari nanti.
...***...
Di Kaputren.
Di bilik Putri Kasih Bagaskara dan Putri Kenanga Bagaskara.
Keduanya berada di dalam bilik, sedikit takut dengan apa yang telah terjadi pada malam tadi?. Benarkah keduanya sangat takut dengan apa yang terjadi?.
"Menurut yunda?. Apakah benar dia mengetahui kalau kita memasuki biliknya dengan diam-diam?. Putri kasih Bagaskara terlihat panik. Bahkan ia tidak bisa tenang sama, sehingga ia tampak gelisah dengan apa yang akan dilakukan oleh adik tirinya itu nantinya.
"Kita harus waspada dengan apa yang akan dia lakukan nantinya." Putri Kenanga Bagaskara berusaha untuk terlihat tenang meskipun suasana hatinya sedang bergemuruh. "Kita jangan sampai panik jika ia bertanya. Jika ia memaksa kita untuk menjawabnya maka kita serbu dia." Hanya itu saja yang dapat ia ingat dalam kondisi yang sangat panik itu.
"Tapi apakah itu akan baik-baik saja yunda?." Tentunya ia tidak ingin mengambil resiko yang sangat tinggi jika itu terjadi nantinya.
"Kita harus bisa melawannya, kita harus berhasil mengusirnya dari istana ini." Hatinya kembali bergemuruh dengan apa yang akan terjadi nantinya.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu yunda. Saya akan mengikuti apapun yang akan yuda lakukan nantinya." Sebagai seorang adik tentunya ia selalu mengikuti apa yang dikatakan oleh kakaknya.
"Kita harus merencanakan ini dengan sangat baik rayi. Supaya kita benar benar berhasil mengusir dia dari istana ini." Hatinya saat itu sedang dipenuhi oleh kebencian yang sangat dalam pada saudaranya sendiri.
Tapi apakah yang akan mereka lakukan selanjutnya?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadinya intinya.
...***...
Di kediaman Senopati Gumelar Endang.
Patih Arya Pasopati telah sampai di kediaman Senopati Gumelar Endang. Dengan beberapa prajurit yang ikut bersamanya pada saat itu. Dari dalam rumah yang mewah itu terdengar suara tangisan seorang wanita.
"Oh?!. Gusti patih." Meskipun dalam keadaan menangis ia masih mengenali siapa yang datang ke rumahnya.
Nyai Estiana Diatmika berusaha untuk menghentikan tangisnya. Nama latinnya sangat sakit dan tidak bisa menerima apa yang telah terjadi pada dirinya. "Hamba juga tidak mengerti apa yang terjadi gusti patih." Ia menangis terisak menahan perasaan sakit yang membuncah di dalam hatinya. "Hamba tidak menyaksikan bagaimana kejadian mengerikan itu. Ketika hamba terbang, melihat keadaan kandas senopati yang seperti itu." Hatinya sangat pilu dan berat untuk menceritakan apa yang telah ia lihat. "Hamba tidak mengetahui bagaimana bisa kanda senopati terbunuh dalam keadaan seperti itu gusti." Sungguh hatinya sangat iba dan ia tidak bisa menahan tangisnya saat itu.
"Kalau begitu serahkan masalah ini kepada kami nyai." Patih Arya Pasoepati tidak bisa segera bertindak karena ia tidak mengerti dengan apa yang terjadi sebenarnya.
"Lalu bagaimana mungkin?. Nyai bisa terluka seperti itu?." Patih Arya Pasopati sedikit heran melihat keadaan nyai Estiana Diatmika yang terluka namun sepertinya ia abaikan untuk saat ini.
"Belati yang menancap di leher kanda senopati tidak bisa dilepaskan begitu saja gusti patih." Ada hal yang ganjal yang membuat ia mengingat luka yang ia terima. "Ketika hamba berusaha untuk mencabut belati yang ada di leher kanda senopati, hamba seperti diserang oleh sesuatu yang tidak terlihat gusti." Ia masih mengingatkan dengan jelas bagaimana kejadian yang menimpa dirinya itu. "Karena tekanan yang tidak terlihat itu tubuh hamba terpental, sehingga hamba terpental dan menabrak dinding rumah. Itulah yang menyebabkan hamba terluka gusti patih." Ia menceritakan apa yang telah ia alami pada saat itu.
__ADS_1
Bagaimana tanggapan dari Patih Arya Pasopati nantinya?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadinya intinya.
...***...
Di Istana, lebih tepatnya ruang pribadi raja.
Prabu Maharaja Ganendra Ardajita sedang bersama dengan kedua istrinya. Saat itu ia sedang mengalami masalah yang sangat berat, sehingga ia membutuhkan pendapat dari kedua istrinya.
"Masalah yang sama terulang kembali dinda. Kanda benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi di negeri kita dan negeri. Tentang masalah pembunuhan sadis yang belum juga diketahui siapa pelakunya." Itulah yang ia katakan kepada kedua istrinya.
"Sebelumnya karena pernah mengatakan, jika kanda telah melakukan penyelidikan. Akan tetapi kanda tidak mengetahui sama sekali siapa yang telah melakukan itu?. Dan bahkan kanda mengatakan, jika kanda sama sekali tidak mengetahui siapa yang akan menjadi target pembunuhan itu." Ratu Astina masih sangat ingat dengan apa yang dikatakan oleh suaminya itu.
"Bener apa yang dikatakan oleh dinda astina." Ratu Kemala juga masih ingat dengan apa yang dikatakan oleh prabu Maharaja Ganendra Ardajita.
"Apa yang harus kanda lakukan untuk menghentikan itu semua dinda?." Hati nuraninya seakan tercabik-cabik sangat kuat karena ia belum bisa mengetahui siapa yang telah melakukan pembunuhan sadis itu. Cara yang dilakukan oleh pendekar pembunuh bayaran itu sangat rapi, tidak bisa dilihat oleh siapapun juga sehingga ia bebas melakukan apapun yang ia inginkan.
"Untuk saat ini kami belum bisa memberikan jawaban apapun kanda." Ratu Astina belum bisa memberikan jawaban apapun pada saat itu. Kamu setidaknya mereka telah berusaha dengan apa yang mereka miliki pada saat itu.
"Setidaknya, kanda telah berusaha melakukan hal yang baik. Maka hasilnya akan baik pula nantinya." Ucap Ratu Kemala berusaha untuk menyemangati suaminya yang terlihat sangat sedih.
Topeng pemanis wajah?. Apa yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah mereka bisa mengatasi masalah itu dengan sangat baik?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadinya nantinya.
__ADS_1
...***...