
...***...
Topeng pemanis wajah.
Apakah orang zaman dahulu dan zaman sekarang telah menggunakan topeng pemanis wajah, untuk menutupi apa yang telah ia rasakan selama ini?. Tapi apa alasan ia melakukan lakukan itu?. Apa yang sedang ia ingin coba dengan melakukan itu semua?. Topeng pemanis wajah, kenapa kau menggunakan itu untuk menipu semua orang yang ada di sekitarmu?. Masalah hidup apa yang sedang kau rasakan?. Sehingga kau mampu menyembunyikan itu semua di balik topeng pemanis wajah itu?. Tapi keuntungan apa yang ia dapatkan dengan melakukan itu?. Apa yang sedang ia pikirkan ketika melakukan itu?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi. Jangan sampai kau tertipu oleh penampilannya hanya karena dia menggunakan topeng pemanis wajah. Waspadalah terhadap orang-orang yang seperti itu, bisa jadi itu adalah senjata yang sangat mematikan untukmu suatu hari nanti.
...***...
Di kediaman Patih Arya Pasopati.
Pada saat itu yang terlihat sangat sedih dengan apa yang telah terjadi. Dua kasus yang menimpa penggawa istana, mereka dibunuh dengan cara yang sadis. Namun sungguh sangat memalukan sekali, jika apa yang diperlihatkan oleh belati hitam kegelapan itu kepada mereka. Jika dilihat dari sudut pandang itu alasan kenapa mereka dibunuh dengan cara yang tidak wajar. Pada saat itu Raden Athaya Pasopati melihat ayahandanya sedang bersedih.
"Ayahanda?. Apakah ayahanda tidak ke istana?."
"Hari ini aku bingung ingin ke istana atau tidak. Setelah melihat keadaan dharmapati arenka yang terbunuh di desa wangi, aku dapat menyimpulkan jika pria agung tidak semuanya baik di depan. Namun ternyata mereka memiliki sifat buruk yang mereka sembunyikan dari kita semua."
"Kenapa ayah anda bisa berkata seperti itu?. Tentunya ayahanda memiliki alasan kenapa ayah hendak berkata seperti itu kan.?"
__ADS_1
Patih Arya Pasopati tidak langsung menjawab pertanyaan anaknya itu, ia terdiam sejenak sambil menatap anaknya yang kian dewasa.
"Ayahanda hanya minta satu hal padamu, jika kalau kau memang terlibat dalam urusan negara. Jangan sesekali engkau bersifat munafik nak, berbuat jahat di dalam kebaikan itu sungguh tidak baik. Engkau akan mendapatkan hukuman karma yang sangat menyakitkan."
"Apa yang ayahanda maksudkan?. Nanda sama sekali tidak mengerti dengan apa yang ayahanda katakan."
"Jangan sampai kau biarkan sifat burukmu itu lakukan hal-hal yang terhina, sehingga hal baik yang kau tampilkan kepada semua orang pada akhirnya hanya di pulau semata untuk menutupi kejahatan yang telah kau lakukan." Sungguh hatinya sangat miris dengan dua kasus yang terjadi. "Senopati dan dharmapati yang meninggal, mereka berdua mendapatkan karma karena mereka menggunakan kejahatan dalam kebaikan. Di dalam kebaikan mereka menampilkan wajah yang sangat luar biasa, kamu siapa sangka di luar itu mereka malah menjadi binatang puas yang tidak berperikemanusiaan."
"Jadian ayahanda setuju dengan penghukuman yang dilakukan oleh pembunuh bayaran itu?."
"Ayahanda tidak setuju dengan cara yang dilakukan oleh pembunuh sadis itu. Tapi, jika saja pembunuh sadis itu tidak memperlihatkan bagaimana keburukan mereka selama ini. Kita semua tidak akan mengetahui apa penyebab dia dibunuh." Di satu sisi yang merasa bingung dengan pemikirannya itu. "Tapi tetap saja mengadili satu pihak dengan cara pembunuhan seperti itu adalah kesalahan. Karena dia tidak berhak melakukan pembunuhan itu."
Raden Athaya Pasopati tentunya sangat penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Putri Arkadewi Bagaskara. Sedangkan Patih Arya Pasopati sedang memikirkan apa yang telah ditanyakan oleh anaknya itu. Memang waktu itu ia pernah mengikuti sidang yang seperti itu. Suruh sidang yang sangat dramatis dan penuh air mata dari seorang rakyat yang meminta keadilan kepada pihak hukum. Namun pihak hukum tidak membelanya sama sekali, bahkan malah mengalihkan kejadian itu dan kejadian lainnya?. Apakah benar hukum di negeri ini telah memihak kepada orang-orang yang benar?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Simak terus ceritanya ya?.
...***...
Istana Kerajaan Mahamega Suci.
__ADS_1
Saat itu Prabu Maharaja Ganendra tidak sengaja berpas-pasan dengan Putri bungsunya. Tentunya ia sangat merindukan anak bungsunya itu karena sudah lama tidak pulang ke istana.
"Ayahanda prabu." Ia memberi hormat pada ayahanda yang sangat ia cintai.
"Maafkan ayahanda, karena ayahanda baru saja menemuimu." Ia peluk anaknya itu dengan kasih sayang yang tiada bandingnya dengan yang lain.
"Tidak apa-apa ayahanda prabu, sebagai seorang raja tentunya ayahanda prabu memiliki tugas yang sangat banyak di istana ini."
Prabu Maharaja Ganendra Ardajita sangat tersentuh dengan apa yang telah dikatakan oleh anaknya itu. Sungguh dari dulu anaknya sangat pengertian dan mengerti kondisi yang dihadapi olehnya.
"Kenapa kita mari kita berbincang sejenak. Setelah sekian lama kita tidak bertemu, ayahanda hanya ingin mengetahui apa saja yang telah ananda lakukan?."
"Baiklah ayahanda prabu." Ia sangat senang ketika ayahandanya merangkul pundaknya untuk menuju pendopo yang tak jauh dari mereka.
Saat ini keduanya duduk sebagai ayah dan anak yang membicarakan hal-hal yang dilakukan oleh orang-orang di luar sana. Pembicaraan seorang ayah pada anaknya yang sudah lama tidak bertemu. "Ananda terlihat semakin cantik. Mungkin kecantikan ananda telah mengalahkan ibunda astina dan ibunda kemala."
Sang prabu mengagumi kecantikan anaknya, namun hanya mendapatkan tanggapan senyuman kecil dari anaknya itu. Tapi apakah yang akan mereka bahas setelah ini?. Simak dengan baik bagaimana kisah ini terjadi nantinya. Temukan jawabannya, supaya tidak penasaran dengan kisahnya.
__ADS_1
...***...