TOPENG PEMANIS WAJAH (PEMBUNUH BAYARAN)

TOPENG PEMANIS WAJAH (PEMBUNUH BAYARAN)
CHAPTER 33


__ADS_3

...***...


Siapa yang menduga pada saat itu Putri Arkadewi Bagaskara sedang bersama dua orang pendekar yang sama-sama mengincar nyawanya. Dan siapa yang lebih menduga jika keduanya telah takluk di tangan Putri Arkadewi Bagaskara.


"Apa maksudnya ini gusti putri?." Jala Hitam melirik ke arah seseorang yang berdiri di sebelahnya. Sedangkan Putri Arkadewi Bagaskara duduk dengan santainya di depannya.


"Aku rasa saat ini aku sangat membutuhkan kalian berdua untuk melakukan tugas ini." Putri Arkadewi Bagaskara dengan senyuman manis menjawab pertanyaan itu.


"Bukankah gusti putri telah memiliki banyak pengawal?. Lalu untuk apa kami?." Jala Hitam sepertinya sangat tidak setuju dengan apa yang ia dengar.


"Kalian itu memiliki kekuatan yang sangat berbeda. Prajurit biasa tidak akan bisa melakukan ini." Putri Arkadewi Bagaskara hanya tersenyum kecil.


"Bukankah kau mengatakan kepadaku?. Jika orang yang menyewa diriku untuk membunuhmu adalah kedua yundamu?. Bisa gawat jika mereka mengetahui ini." Mata Elang tiba-tiba saja teringat dengan apa yang telah dikatakan oleh Putri Arkadewi Bagaskara.


"Kau!. Berani sekali kau mengincar nyawa seseorang putri raja?!. Nyalimu ternyata besar juga!." Teria Jala Hitam dengan suara yang sangat keras.


"Bukankah kau memiliki nyali yang sama besarnya dengannya?. Bukankah kau juga mengejar nyawaku sebelumnya?." Putri Arkadewi Bagaskara tidak lepas dari apa yang telah dilakukan oleh Jala Hitam.


"Heh!. Ternyata kau adalah seorang putri yang sangat luar biasa. Sehingga banyak orang yang mengincar nyawamu." Mata Elang tidak menduga akan seperti itu yang terjadi.


"Karena kalian telah berani mengincarnya aku aku akan memberikan hukuman pada kalian berdua." Putri Arkadewi Bagaskara sepertinya memiliki niat yang tidak baik pada saat itu.


Deg!.


"Dia ini-!." Dalam hati keduanya sangat takut melihat itu.


Jala Hitam dan Mata Elang pada saat itu dapat melihat malaikat kematiannya sangat mengerikan dari dalam diri seorang putri raja. Apakah yang akan mereka lakukan?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadinya.


...***...

__ADS_1


Saat itu Putri Kenanga Bagaskara dan Putri Kasih Bagaskara ingin menemui ibundanya Ratu Kemala. Akan tetapi prajurit mengatakan jika Ratu Kemala tidak ada?.


"Mohon maaf gusti putri. Saat ini gusti ratu sedang berada di luar." Prajurit itu memberi hormat.


"Kenapa ibundaku tidak ada?!. Apakah kau mengetahui kemana ibundaku?." Suaranya terdengar sedikit meninggi.


"Jika tidak salah, gusti ratu sedang menemui gusti prabu di ruangan kerja. Hanya itu yang gusti ratu katakan tadi." Balasnya sedikit takut.


"Apakah kita harus ke sana yunda?." Putri Kasih Bagaskara yang bertanya.


"Aku rasa tidak perlu. Sebaiknya kita pikirkan nanti." Setelah berkata seperti itu ia segera pergi dari sana.


"Memangnya yunda mau melakukan apa?." Putri Kasih Bagaskara bingung dengan jalan pikiran kakaknya itu.


"Sungguh mereka ini sama sekali tidak memiliki perasaan sama sekali." Dalam hati prajurit itu merasa heran dengan sikap kedua putri raja yang seperti itu.


...***...


"Apakah harus menunggu kejadian seperti itu?. Baru seseorang akan berhenti berbuat jahat?." Dalam hatinya sangat bingung dengan apa yang telah terjadi selama ini. "Sangat mengerikan sekali, jika harus menggunakan cara yang seperti itu." Rasanya ia tidak memiliki peran apapun meskipun ia adalah seorang anak dari Patih yang terkenal.


Kembali beberapa waktu yang lalu.


"Apa yang harus saya lakukan?. Dengan kondisi kerajaan yang seperti ini gusti putri?." Kali ini pembicaraan mereka berbeda. "Saya merasa tidak berguna sama sekali. Saya tidak bisa melakukan apapun untuk menangkap pembunuh bayaran itu." Ia menundukkan kepalanya. "Bahkan ayahanda, gusti prabu pun tidak bisa melihat siapa yang telah melakukan itu." Ia sangat sedih dengan kejadian itu.


"Bagi raden, kerajaan itu apa?. Siapa yang harus raden lindungi?. Untuk apa kekuatan yang raden miliki?. Apakah raden pernah memikirkan itu?." Itulah pertanyaan dari Putri Arkadewi Bagaskara.


Raden Athaya Pasopati tidak langsung menjawabnya, karena ia memang belum memikirkan itu. "Kenapa gusti putri bertanya seperti itu?." Raden Athaya Pasopati berdebar-debar mendengarkan pertanyaan seperti itu.


"Pastikan raden memiliki alasan, kenapa raden merasa bersimpati. Bahkan raden merasa tidak berguna karena tidak mengetahui siapa yang telah melakukan itu." Balas Putri Arkadewi Bagaskara. "Apakah tujuan raden hanya untuk mengetahui siapa yang telah melakukan itu?." Kembali ia bertanya.

__ADS_1


Raden Athaya Pasopati tidak bisa menjawabnya, ia diam karena ia memang tidak memiliki jawabannya sekarang.


Kembali ke masa ini.


"Apa yang harus aku lindungi sebenarnya?. Apakah benar?. Tujuan setiap kejadian hanya untuk mengetahui siapa yang telah melakukan itu?." Dalam hatinya masih memikirkan itu semua. "Aku masih belum bisa menjawab pertanyaan itu." Raden Athaya Pasopati semakin bingung.


...***...


Putri Arkadewi Bagaskara masih bersama Jala Hitam dan Mata Elang. Ia menceritakan kepada keduanya apa tujuannya?.


"Saat ini negeri ini hanyalah diisi oleh orang-orang yang sedang menggunakan topeng pemanis wajah. Aku tidak suka itu." Ucapnya.


"Apakah hanya karena itu kau ingin membunuhnya?." Mata Elang tidak percaya dengan alasan itu.


"Kau pikir apa yang mereka lakukan itu tidak berdampak pada orang lain?." Putri Arkadewi Bagaskara terlihat emosi. "Mereka telah memungut pajak dengan jumlah yang sangat tinggi!. Tapi mereka berhasil menutupi masalah itu dengan sangat baik!." Amarahnya semakin membara.


"Sebenarnya kau ini berada di pihak mana?." Mata Elang sangat heran.


"Lantas apa yang gusti putri inginkan dari kami?." Jala Hitam sedikit mengerti dengan keinginan putri Arkadewi Bagaskara. "Apakah gusti putri ingin kami menghabisi mereka?." Tentunya ia ingin memastikan itu.


"Kalian akan aku tugaskan untuk menjemput orang-orang yang telah aku perhatikan selama ini melakukan kejahatan." Jawabnya. "Aku tidak bisa membunuh mereka dalam waktu yang dekat. Jika aku terlalu banyak membunuh dan menghisap semua kegelapan yang ada pada seseorang, atau bahkan banyak orang. Lama-lama tubuhku akan menua, dan aku bisa ketahuan telah melakukan pembunuhan itu." Lanjutnya sambil memperlihatkan seseorang yang selama ini bersamanya?.


Deg!.


Keduanya sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat pada saat itu.


"Dengan bantuan kalian, aku bisa mengurangi beban itu. Aku tidak ingin membuang tenaga ku, sebelum aku membunuh kedua wanita yang tidak berguna itu!." Penampilannya semakin terlihat sangat mengerikan.


"Sial!. Aku telah terjebak dalam situasi yang sangat tidak enak sama sekali!." Dalam hati keduanya sangat takut melihat itu.

__ADS_1


"Aku bersumpah akan menggunakan kekuatan ku untuk melindungi mereka dengan caraku!." Dalam hati Putri Arkadewi Bagaskara telah bersumpah akan melakukannya demi melindungi semua orang yang selama ini telah merasakan penderitaan dari bangsawan yang serakah.


...***...


__ADS_2