TOPENG PEMANIS WAJAH (PEMBUNUH BAYARAN)

TOPENG PEMANIS WAJAH (PEMBUNUH BAYARAN)
CHAPTER 2


__ADS_3

...***...


Topeng pemanis wajah.


Apakah orang zaman dahulu dan zaman sekarang telah menggunakan topeng pemanis wajah, untuk menutupi apa yang telah ia rasakan selama ini?. Tapi apa alasan ia melakukan lakukan itu?. Apa yang sedang ia ingin coba dengan melakukan itu semua?. Topeng pemanis wajah, kenapa kau menggunakan itu untuk menipu semua orang yang ada di sekitarmu?. Masalah hidup apa yang sedang kau rasakan?. Sehingga kau mampu menyembunyikan itu semua di balik topeng pemanis wajah itu?. Tapi keuntungan apa yang ia dapatkan dengan melakukan itu?. Apa yang sedang ia pikirkan ketika melakukan itu?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi.


...***...


Di istana kerajaan Mahamega Suci.


Saat Putri Arkadewi Bagaskara dan Raden Dewangga Bagaskara sedang berbincang-bincang. Sebagai saudara yang sudah lama tidak bertemu tentunya ia sangat merindukan adiknya itu. Sebagai kakak yang sangat perhatian pada adiknya tentunya ia sangat menyayangi adiknya itu.


"Sepuluh tahun rayi dewi. Kenapa kau pulang begitu lama ke istana ini?." Raden Dewangga Bagaskara benar-benar telah mengeluarkan semua perasaan sesaknya. "Apa yang membuatmu betah berada di sana?. Sehingga kau tidak memiliki keinginan untuk pulang ke istana ini?. Katakan pada rakamu ini rayi dewi?." Raden Dewangga Bagaskara sangat heran dengan pemikiran adiknya yang sama sekali tidak bisa ia tebak. Ia hampir saja menangis mengingat berapa lama adiknya tidak berada di istana Kerajaan Mahamega Suci.


"Aku hanya melakukan hal yang pantas saja di sana raka." Jawabnya dengan senyuman yang ramah. "Banyak hal yang harus aku kerjakan di sana. Mungkin jika aku ceritakan, maka raka tidak akan percaya dengan apa yang telah aku katakan ini." Dengan agak ragu ia menjawab pertanyaan kakaknya itu.


"Memangnya apa yang kau lakukan di sana rayi dewi?." Raden Dewangga Bagaskara sangat heran mendengarkan apa yang dikatakan oleh adiknya itu. "Hal penting apa yang membuatmu sepuluh tahun berada di sana?." Ia sangat tidak mengerti dengan jalan pikiran adiknya itu. "Kenapa kau tidak mengatakan satupun masalahmu di sana padaku rayi dewi?." Raden Dewangga Bagaskara menjadi lebih cerewet dari yang sebelumnya.

__ADS_1


"Suatu saat nanti aku akan mengatakan pada raka." Putri Arkadewi Bagaskara hanya tersenyum kecil pada saat itu. "Namun aku harap ketika raka mengetahui semuanya, raka tidak akan membenciku atau memusuhiku pada saat itu." Putri Arkadewi Bagaskara merasa keberatan untuk mengatakannya. "Untuk saat ini aku tidak bisa mengatakan pada raka, apa yang telah aku lakukan sepuluh tahun ini." Hanya itu saja yang bisa dikatakan oleh Putri Arkadewi Bagaskara.


"Kau ini sangat aneh sekali rayi dewi." Raden Dewangga Bagaskara mengernyitkan keningnya. "Dari ucapanmu itu seakan-akan kau sedang menanggung beban yang sangat berat sekali, rayi dewi." Sebagai seorang kakak ia merasakan hal yang tidak wajar disembunyikan oleh adiknya pada saat itu. Namun ia mencoba menepis pemikirannya yang jahat itu, karena ia percaya bahwa adiknya tidak akan melakukan hal-hal yang aneh di luar dugaannya.


"Lalu bagaimana dengan raka sendiri?." Kali ini gantian Putri Arkadewi Bagaskara yang bertanya pada Raden Dewangga Bagaskara. "Sepuluh tahun ini, apa yang telah raka lakukan?." Putri Arkadewi Bagaskara sepertinya mengalihkan topik pembicaraan. "Apakah raka telah berhasil menaklukkan hati tuan putri itu?." Sebelum pergi meninggalkan istana, tentunya ia mengetahui apa saja yang telah dilakukan oleh kakaknya itu. Termasuk ketika kakaknya itu jatuh cinta pada seorang putri raja dari negeri lain, mungkin karena terpisah oleh jarak dan waktu tentunya mereka jarang bertemu sehingga cinta mereka tidak tahu akan ke arah mana.


"Jika masalah itu yang kau tanyakan-." Entah kenapa pada saat itu suasana hatinya sedang tidak baik ketika adiknya bertanya mengenai masalah itu. "Aku dengar dia telah dilamar oleh pangeran lain dari negeri lain. Sepertinya aku tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkannya." Raden Dewangga Bagaskara terlihat sangat sedih. Cintanya hanya sekedar batas kekaguman dan harapan saja, sehingga ia tidak mendapatkan wanita yang sangat ia cintai itu.


"Sangat disayangkan sekali raka, padahal aku sangat berharap dia akan menjadi kakak yang baik untukku nantinya." Putri Arkadewi Bagaskara sangat bersimpati pada nasib kakaknya yang sangat malang dalam masalah percintaan.


"Ekgh." Putri Arkadewi Bagaskara sedikit meringis. "Um." Putri Arkadewi Bagaskara mengusap keningnya dan ia terlihat sedikit manyun.


"Kita tidak mengetahui dengan siapa kita akan bersama nantinya. Karena itulah kita tidak boleh bersedih, ataupun putus asa, hanya karena kita tidak mengetahui itu." Raden Dewangga Bagaskara telah menguatkan hatinya untuk tidak bersedih karena seorang wanita yang telah meninggalkan dirinya.


"Raka sangat luar biasa sekali. Raka mampu menguatkan hati dan pikiran raka, untuk tidak melakukan hal-hal yang aneh, hanya karena ditinggalkan oleh seorang wanita." Putri Arkadewi Bagaskara tertawa kecil mendengarkan apa yang telah dikatakan oleh kakaknya itu.


"Kau ini ada-ada saja rayi dewi." Raden Dewangga Bagaskara hanya menghela nafasnya dengan pelan mendengarkan ucapan adiknya. "Bukan hanya ayahanda atau ibunda kita yang malu. Tapi aku sendiri yang malu, jika aku melakukan hal-hal yang bodoh, hanya karena ditinggalkan seorang wanita." Raden Dewangga Bagaskara tidak bisa membayangkan apa yang akan ia lakukan hanya karena patah hati?. "Tentunya aku tidak akan melakukan hal-hal yang dapat merusak nama baik diriku, juga merusak harga diriku rayi dewi." Dengan sangat tegas ia berkata seperti itu pada adik perempuannya.

__ADS_1


"Kau sangat hebat sekali raka. Aku sangat bangga memiliki seorang raka sepertimu." Ia benar-benar mengagumi kakaknya itu, sehingga ia ingin memberikan sesuatu yang sangat luar biasa dengan sikap kakaknya yang sangat hebat itu. Sedangkan Raden Dewangga Bagaskara hanya tertawa mendengarkan apa yang dikatakan oleh adiknya.


Hari itu kedua saudara itu berbincang banyak hal setelah sepuluh tahun tidak bertemu. Namun terselip perasaan penasaran di hati Raden Dewangga Bagaskara atas apa yang telah dikatakan oleh adiknya. Ingin rasanya ia bertanya mengenai masalah itu pada adiknya, akan tetapi adiknya belum siap untuk menjawabnya?. Masalah apakah yang terjadi pada saat itu?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi.


...***...


Di dalam istana kerajaan Mahamega Suci.


Dalam kurun waktu lima tahun belakangan ini Prabu Maharaja Ganendra Ardajita telah menerima beberapa laporan yang masuk ke istana. Semua masalah yang masuk ke istana adalah masalah pembunuhan yang sangat sadis dan kejam. Entah itu dari kalangan bawah atau kalangan atas atau kalangan menengah. Kasus pembunuhan yang sangat mengerikan, dan bahkan kasus itu sulit untuk diatasi. Karena orang yang melakukan pembunuhan itu tidak dapat mereka deteksi siapa. Pembunuhan sadis yang memiliki kemampuan yang sangat luar biasa.


"Bukan hanya di istana kerajaan ini saja yang mengalami masalah seperti itu gusti prabu." Patih Arya Pasopati membicarakan masalah itu dengan sang raja. "Bahkan lima tahun terakhir ini, ada beberapa kasus pembunuhan di kerajaan dengan sangat kejam dan mengerikan." Patih Arya Pasopati memberikan laporan yang sangat lengkap pada Prabu Maharaja Ganendra Ardajita. "Akan tetapi di wilayah-wilayah kecil kerajaan, juga mengalami hal yang serupa. Banyak sekali laporan yang sangat meresahkan masuk begitu saja ke istana ini gusti prabu." Lanjutnya lagi dengan nada yang sangat sedih, karena ia tidak bisa mengatasi masalah itu dengan baik.


"Kita harus segera menghentikan pembunuhan itu. Kita harus mengetahui siapa yang telah melakukan pembunuhan kejam itu." Sebagai seorang raja yang harus bertanggung jawab dengan keselamatan rakyatnya. "Tapi aku sangat penasaran sekali, siapa pendekar pembunuh bayaran itu?. Kekuatan kegelapan seperti apa yang dia miliki?. Sehingga tidak ada yang bisa menyadarinya?." Prabu Maharaja Ganendra Ardajita sangat penasaran dengan kekuatan yang dimiliki oleh pembunuh bayaran yang sangat hebat dalam membunuh.


Apakah yang akan mereka lakukan untuk menghentikan itu semua?. Siapa pembunuh sadis itu?. Simak terus ceritanya, temukan jawabannya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2