
...***...
Topeng pemanis wajah.
Apakah orang zaman dahulu dan zaman sekarang telah menggunakan topeng pemanis wajah, untuk menutupi apa yang telah ia rasakan selama ini?. Tapi apa alasan ia melakukan lakukan itu?. Apa yang sedang ia ingin coba dengan melakukan itu semua?. Topeng pemanis wajah, kenapa kau menggunakan itu untuk menipu semua orang yang ada di sekitarmu?. Masalah hidup apa yang sedang kau rasakan?. Sehingga kau mampu menyembunyikan itu semua di balik topeng pemanis wajah itu?. Tapi keuntungan apa yang ia dapatkan dengan melakukan itu?. Apa yang sedang ia pikirkan ketika melakukan itu?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi. Jangan sampai kau tertipu oleh penampilannya hanya karena dia menggunakan topeng pemanis wajah. Waspadalah terhadap orang-orang yang seperti itu, bisa jadi itu adalah senjata yang sangat mematikan untukmu suatu hari nanti.
...***...
Malam telah menyapa, meskipun begitu masih ada beberapa orang yang melakukan kegiatan. Seperti yang dilakukan oleh seorang dharmapati yang sedang mengamati daerah sekitar desa. Sebagai seorang darmapati yang yang ditugaskan untuk menjaga keamanan di perbatasan, tentunya ia melakukan tugasnya dengan sangat baik. Dharmapati Arenka, salah satu dharmapati yang dimiliki oleh kerajaan Mahamega Suci. Pada saat itu kebetulan ia mendapatkan tugas giliran melihat keadaan desa. Namun siapa sangka pada saat itu ada seseorang yang mencegat langkahnya. Seseorang yang menggunakan topeng hitam menutupi wajahnya.
"Siapa kau?!. Jika kau seorang maling maka aku akan membunuhmu. Namun jika kau tidak ingin berurusan denganku maka kau pergi dari sini."
"Aku adalah malaikat maut yang akan mencabut nyawamu malam ini!."
Tentu saja darmapati Arenka sangat terkejut dengan apa yang ia dengar. Berani sekali ada seseorang yang berkata seperti itu padanya?.
"Bedebah!. Untuk apa kau datang menemui aku dan malah ingin mencabut nyawaku?!."
"Tidak usah semarak itu padaku!. Sikap busukmu yang telah melecehkan seorang wanita dan kau malah membunuh wanita itu?!. Kau memang benar-benar binatang!."
__ADS_1
Ada gejala emosi yang ia rasakan ketika matanya melihat kenyataan itu melalui sorot mata darmapati Arenka. Sementara itu dharmapati Arenka sangat terkejut dengan apa yang ia dengar.
"Apakah kau seorang pendekar pembunuh bayaran?. Apakah kau datang memang untuk membunuh ku?."
"Aku memang datang untuk membunuhmu. Karena orang biadab seperti kau tidak pantas hidup di dunia ini!. Kau harus segera dibunuh!. Untuk membayar nyawa orang-orang yang telah kau nodai dan kau tipu mereka dengan kata-kata manis semua yang laknat itu!."
"Diam kau!. Aku tidak ada urusannya dengan pendekar pembunuh bayaran seperti kau. Sebanyak kau menjauh dari sini karena aku bukan lawan kau!."
"Benarkah?!."
Namun pada saat itu dharmapati Arengka sangat terkejut ketika melihat pendekar perempuan bayaran itu mengeluarkan belati berwarna hitam. Seketika ia ingat dengan apa yang telah dikatakan oleh Patih Arya Pasopati. Darahnya pedesir dengan sangat kencangnya ketika ia melihat belati hitam kegelapan itu seakan-akan hendak menyedot tenaga dalamnya. Seketika ia menjadi panik karena didatangi oleh pembunuh bayaran sadis itu.
"Aku adalah pendekar membunuh bayaran itu."
"Siapa yang telah menyewa mu untuk membunuh aku?!."
"Banyak!. Banyak yang ingin kau mati!. Karena kau telah berani melecehkan seorang wanita!. Setelah itu kau bunuh dia dengan cara yang sangat keji!." Hatinya sangat memanas melihat itu semua. "Kau yang telah membunuh dan melecehkan anak gadis!. Tentunya kau harus dihukum atas apa yang telah kau lakukan."
Pendekar pembunuh bayaran itu langsung menyerang Dharmapati Arenka. Hingga terjadi pertarungan antara mereka, dengan jurus-jurus yang mereka mainkan. Tentunya pertarungan itu tidak semudah yang diperkirakan. Pendekar pembunuh bayaran itu menggunakan beberapa jurus yang dapat menipu Dharmapati Arenka. Sungguh gerakan yang sangat cepat sehingga membuat musuhnya sedikit kewalahan. Pertarungan yang cukup mengejutkan bagi dharmapati arenka yang memiliki pengalaman bertarung yang sangat banyak. Beberapa kali ia hampir saja terkena sabetan belati hitam kegelapan itu.
__ADS_1
Dharmapati Arengka berusaha untuk menghindari serangan itu, dengan kekuatan yang ia miliki ia berusaha menepis hawa kegelapan yang ingin menyerangnya. Kali ini ia melompat ke atas pohon untuk menghindari serangan brutal itu.
"Heh!. Apakah hanya seperti itu saja kekuatan yang dimiliki oleh dharmapati yang terhormat?."
"Kau jangan meremehkan kemampuanku. Meskipun kau seorang wanita pembunuh bayaran!. Tapi aku tidak takut denganmu yang hanya memiliki kekuatan seujung kuku saja."
Ternyata dharmapati Arenka mengetahui yang menyerangnya adalah seorang wanita. Jika dilihat dari ciri khasnya yang menyerangnya memang adalah seorang wanita. Akan tetapi pendekar pembunuh bayaran itu malah menertawainya.
"Kau ini memang sangat menyedihkan!. Kau mengatakan jika aku hanya memiliki kemampuan tidak sebanding denganmu?. tapi kenapa kau malah melompat seperti seekor monyet yang ketakutan ketika dilempar dengan kerikil?. Kaulah yang sangat menyedihkan bagiku!."
"Bedebah!. Berani sekali kau menghina harga diriku sebagai seorang dharmapati!."
Ia tidak terima dengan penghinaan itu sehingga ia melompat turun ke bawah. Dengan gerakan yang sangat cepat iya menyerang pendekar pembunuh bayaran itu. Akan tetapi penyerangan itu tidak berarti bagi pendekar pembunuh bayaran itu. Dengan sangat mudahnya ia menepi semua serangan itu, bahkan ia mengembalikan serangan itu dengan sangat gampangnya. Pukulan dan hantaman tendangan serta kekuatan tenaga dalam ia salurkan pada telapak tangannya juga ke dalam belati hitam itu. Dengan sangat ganasnya pendekar pembunuh bayaran itu menghajar dharmapati Arenka.
"Keghakh!." Kali ini ia menerima pukulan yang sangat telak di dadanya. Pukulan itu membuat dadanya terasa sangat panas, dan ia berteriak kesakitan karena tidak bisa menahan sakit yang mendera dadanya itu. Dharmapati Arenka terkapar sambil meringis kesakitan, sungguh ia tidak menduga mendapatkan pukulan yang seganas itu dari seorang wanita. Tentunya kesempatan itu tidak disia-siakan oleh pendekar pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa targetnya.
"Jika saja kau tidak melakukan hal yang keji. Maka aku tidak akan datang padamu. Kaulah yang telah merendahkan harga diri wanita, dan setelah itu kau bunuh dia dengan hina!. Kau memang pantas mati!. Lelaki busuk seperti kau tidak pantas untuk mendiami bumi ini!."
Tanpa memberi ampun pendekar pembunuh bayaran itu menikam dada kiri dharmapati Arenka dengan menggunakan belati hitam kegelapan itu. Malam yang sunyi itu diakhiri dengan teriakan yang sangat keras dari dharmapati Arenka. Karena belati hitam kegelapan itu telah menyerap seluruh tenaga dalamnya bahkan menyerap kehidupan yang berada di dalam tubuh itu. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Siapakah pendekar pembunuh bayaran itu sebenarnya?. Apakah dia hanya menyalurkan dendam pada orang-orang tertentu?. Temukan jawabannya.
__ADS_1
...***...