Tuan Muda Yang Hilang

Tuan Muda Yang Hilang
di temukan di sungai


__ADS_3

pemuda yang gagah perkasa di kampung terpencil yang jau dari kota dengan mengandalkan menanam jangung dan berbagai jenis tanama lainnya. dia bekerja sepulang sekolah membatu ayahnya yang mayoritanya petani.


pemuda itu bernama alwi. yang di besarkan oleh pak budon dan istrinya bernama sari, keseharian mereka di penuhi kebahagian sejak kedatangan alwi. yang di temukan di sungai sewaktu pak budon mencari ikan sungain, dia tidak sengajah menemukan gabus putih yang di lubangi di atasnya, gabus puti itu tersangkut di dahan pohong yang turun ke air sungai yang cukup deras, pak budon sekuat tenaga berusaha untuk mengambil gabus puti itu yang entah apakah isinya di dalam. lalu perjuangan pak budon. tidak sia sia karna dia berhasil mendapatka gabus putinya. pak budon pung mebuka gabus puti itu. alangkah terkejutnya pak budon setelah melihat isi di dalam gabus puti yang ternyata adalah bayi yang berumur 4 bulan. dengan memakai gelang bunga batu. pak budon pung melihat kesana kemari dengan memastikan siapa tau ada orang di sana.


"yatuhan bayi siapa ini kok di hanyutkna" gumam pria paru baya itu yang tak lain adalah pak budon yang berumur kurng lebih 40 tahun,


dengan semngat pak budon mengendong bai itu lalu di bawa pualng.


"bu.. ibu... kesini bu" ucap pak budon memanggil istrinya


lalu keluarlah seorang wanita paruh baya yaitu sari isti pak budon.


"pak anak siapa ini ganteng banget" tanya sari yang terkejut melihat anak yang di bawa oleh pak budon


"aku tidak tau bu, aku menemukannya di sungai tadi waktu cari ikan" ucap pak budon dengan raut muka lemas.


"pak kalo begitu kita rawat saja pak kita beri nama alwi ya pak " ucap sari dengan raut muka yang gembira bercampur sedih serta air mata yang mebasahi wajahnya.


"hmm.mm " jawab pak budon dengan anggukan kepala lalu dia berdiri pergi ke dapur mengambil air minum.


tahun ketahun alwi tumbuh dewasa dan menjadi anak yang genius dengan berbekalkan buku kuno. peningalan lompo lame yang di tingalkan oleh kake alwin yaitu ayah pak budon. karna pak budon tidak memiliki anak kandung maka alwi pun di berikan buku itu oleh pak budon dengan berbagai keterampilan ada di dalamnya.


"alwi kamu kesini dulu batu ibu nak" ucap sari meminta bantuan ke alwi


"iya bu tunggu aku ganti baju dulu" ucap alwi yang baru pulang sekolah dan uamurnya 17 tahun.


"kamu ke rumah bu agi antarkan pesanannya yah nak yah" ucap sari


"baik bu saya pergi dulu" ucap alwi berjalan meningalkan rumah.


di perjalanan menuju rumah bu agi, alwi di kejar sekawanan angsa. alw pun lari terbirit birit dengan raut muka ketakutan.

__ADS_1


di depan pintu rumah bu agi, alwi masuk tampa permisi krna dia takut dengan angsa, walaupun alwi jago dalam ilmu seni bela diri yang dia pelajarai di pak budon dan buku kuno yang di beriakn oleh pak budon. dia mana berani sama angsa


dengan kaget bu agi dan dewi putrinya tertawa melihan kelakuan alwi yang di kejar oleh angsa.


"ha.haa.haa.haa" tawa dewi bersama ibunya melihat alwi yang datang dengan membawa kanton palstik


"maaf bu aku masuk tampa permisi, hehehe krna aku di kejar angsa" ucap alwi yang lelwah krna di kejar angsa.


"iya tidak apa apa nak kamu juga lain kali hati-hati. ini uangnya kamu bilng ke ibumu maksih dari aku yah ank" ucap bu dewi dengan memberikan uang ke pada alwi krna bu dewi memesan tepun beras ketan.


"iya bu maksih" ucap alwi sambil tersenyum


"kak minum dulu kopinya" ucap dewi memberikan kopi dan pisang goreng ke alwi.


" iya dewi maksih yah ngerepotin" ucap alwi tidak enak hati.


"tidak apa-apa kak, ohiya kak minggu depan kak jadi ke kota katanya mau masuk kuliah atau jadi tentara kak" tanya dewi


di dalam rumah bu agi. dewi, dan algi berbincang bincang etha apa yang mereka bicarakan sesekali canda tawa ketiganya terdengar sesekali.


"bu kalo gitu aku mau pergi dulu" ucap alwi pamitan ke bu agi dan dewi.


trin


trin


trin buyni telepon masuk di hp alwi dan itu telpon dari pihak kampus yang alwi. tempati mendaftar, setelah telepon terputus alwi pun bergegas pulang dengan raut muka yang gembira di memberi tahukan ibunya setelah sampai di depan rumah.


"bu... ibu di mana bu" teriak alwi mencari ibunya yang sedang di belakang rumah.


"ibu di sini nak kamu kebelak" teriak bu sari

__ADS_1


"bu ini unganya" ucap alwi menyodorkan unga yang di berikan oleh bu agi


"tidak usah kamu ambil saja nak ungnya" ucap bu sari


"bu aku tadi menerima telpo dari kampus katanya dia besok aku di perbolehkan masuk kekampus bu krna aku lulus tampa tes bu dan mendaptkan beyasiswa untuk menempuh pendidikan di unuversitas ollu bu " ucap alwi dengan semnagat. memebri tahukan kepada ibunya kalo dia menerima beyasisawa.


"sukurlah nak kamu akhirnya mencapai apa yang mau mau nak" ucap bu sari dengan raut muka yang sedih


"yatuhan baru beberpa tahun aku bersama dengan alwi sekarang akan pergi lagi" gumam bu sari dengan raut waja yang sedih serta memerah karna sedih akan di tingalkan oleh alwi.


"bu kenapa bu kok mukanya bersedih gitu bu" ucap alwi dengan bingung melihat ibunya


"tidak apa nak nanti malam ada yang ibu mau bicarakan sama kamu nak, kamu pergi dulu gih bantu bapak kamu di kebun, dan tolong bawakan makanan di dalam" ucap bu sari dengan raut muka yang bahagian capur sedih.


alwipun mengangukan kepala dan pergi meningalkan rumahnya menuju kebun.


yang terletak jau di atas gunung. dengan semngat alwi berjalan menyusuri kebun milik tetangganya dan tidak lama dia pun sampai. di kebun pak budon.


hari pun sudah berganti malam dimana keluarga pak budon yang sederhana makn malam sambil tertawa sesekali. di kesunyian malam pak budon menceritakana kepada alwi semunaya bahwa alwi bukan anak kandunganya.


"nak kata ibu kamu akan melanjutkan pendidikanmu di kota" ucap budon


"iya pak aku mau mausuk di uni versitas ollu pak" ucap alwi


"nak sebelum kamu bernagkat kesana kamu ambil ini," pak budon menyodorkan bunga batu yang di dapat sewaktu alwi masih kecil


"apa ini pak" tanya alwi yang bingun akan masukd pak budon.


" ini adalah gelang yang kamu apke sewaktu bapak menemukan kamu di sungai nak dan kamu di dalam gabus memakai gelang ini nak." ucap pak budo memberitahukan kepada awli


"maksud bapak" tanya alwi

__ADS_1


"iya nak kamu bukan anak kandung ibu sama bapak" ucap bu sari


__ADS_2