Tuan Muda Yang Hilang

Tuan Muda Yang Hilang
46 Hadiah Kecil Untuk Pengorbanan Terbesar


__ADS_3

Tak henti-hentinya sepasang suami istri itu menangis sambil terus menatap sebuah bangunan berlantai dua dengan sebuah map biru ditangan sang suami.Gedung berlantai dua itu terlihat sangat sempurna untuk dijadikan tempat usaha swalayan karena tempatnya yang strategis. Di depannya jalan besar, dan disekitarnya banyak perumahan.


Betapa terkejutnya keluarga kecil itu saat tiba di sebuah bangunan tepatnya sebuah swalayan dengan nama Zaki Mart. Bahkan dia dan istrinyalah yang menggunting pita tanda peresmian swalayan itu. Pak Zaki yang tidak tahu dan tidak mengenal satu orang pun di sana di buat bingung dengan deretan kejadian yang dia alami mulai dari di jemput sampai diberi map dengan isi kepemilikan sah swalayan Zaki Mart.


Setelah Mayang dan Danu menjelaskan maksud dan tujuan mereka, Pak Zaki sangat terkejut tidak menyangka akan menerima semua ini dari keikhlasannya menolong seorang wanita hamil walaupun akhirnya membuat satu kakinya patah.


Awalnya Pak Zaki tengah memberhentikan motornya dipersimpangan jalan karena lampu merah sedang menyala. Senyum diwajah Pak Zaki terkembang indaj diwajahnya karena hari itu dia sudah membelikan sebuah kado sebagai hadiah ulang tahun anaknya yang ke tiga. Tidak sabar rasanya Pak Zaki ingin melihat wajah bahagia putra semata wayangnya saat menerima kado darinya.


Namun senyum Pak Zaki seketika memudar saat melihat seorang wanita hamil menyeberang jalan dan dari kejauhan sebuah mobil melaju cepat ke arah wanita hamil itu. Sepertinya wanita hamil itu tidak memyadarinya, tanpa pikir panjang lagi Pak Zaki melajukan motornya tepat ke arah bodi mobil agar wanita hamil itu tidak tertabrak.


BRUUUAAKK...


Motor Pak Zaki menabrak bodi samping mobil, dia menjadikan motornya sebagai tameng untuk wanita hamil itu. Sehingga dia lah yang mendapat luka paling serius. Wanita hamil itu selamat dan hanya mengalami luka lecet serta melahirkan anak yang sehat, itulah yang dia ketahui dari suster rumah sakit.


Sejak kejadian itu, memang dia tidak pernah mendengar apalagi mencari kabar tentang siapa dan bagaimana kondisi selanjutnya tentang wanita hamil yang pernah dia selamatkan itu. Bagi Pak Zaki, cukup Allah yang membalas kebaikannya.


Kehidupan Pak Zaki pasca kecelakaan yang dialaminya sungguh memprihatinkan. Dia tidak bisa lagi bekerja akibat patah tulang yang dihadapinya. Bahkan dia harus hidup pindah-pindah karena tidak punya biaya untuk sewa rumah. Karena itulah Danu dan Mayang sedikit kesulitan untuk menemukan mereka.


'' Pak zaki, kami sangat berterimakasih atas apa yang telah Pak Zaki lakukan untuk istri dan anak saya. Kami minta maaf dan sangat menyesal karena telah terlambat bertemu dengan Pak Zaki.'' Danu mendekat dan merangkul bahu Pak Zaki yang masih bergetar tanda tangisnya belum usai.


'' Kami harap Pak Zaki dan Ibuk mau menerima ini, hanya hal kecil ini yang bisa kami berikan buat Pak Zaki dan keluarga. Tidak akan sebanding dengan pengorbanan terbesar Bapak untuk saya. Kami mohon terimalah Pak. Jangan biarkan kami semakin bersedih karena tidak melakukan apa-apa buat Bapak.'' Mayang meraih tangan Istri Pak Zaki sebagai tanda permohonannya.


Sepasang suami istri itu saling menatap, seakan saling meyakinkan satu sama lain. Pandangan Pak zaki beralih ke Mayang dan Danu yang berada tepat di samping mereka.

__ADS_1


'' Jika memang penolakan kami akan membuat Nyonya dan Tuan akan kecewa, maka kami akan menerimanya sebagai ladang amal buat keluarga Tuan dan Nyonya.'' Senyum terkembang sempurna di wajah Mayang dan Danu. Berlahan Mayang mendekat dan memeluk Istri Pak Zaki dan kemudian memeluk Iqbal yang terlihat bingung tidak mengerti dengan pembicaraan para orang dewasa itu.


'' Iqbal, mulai sekarang Ayah Iqbal akan bekerja di sini.'' Mayang menunjuk swalayan yang di depan mereka itu.'' Dan satu lagi, mulai sekarang semua gedung serta jualannya adalah milik Ayah, Ibu dan Iqbal.'' Ujar Mayang memegang kedua bahu Iqbal sambil berjongkok. Iqbal lalu menatap Ayah dan Ibunya. Serentak Pak Zaki dan Istrinya mengangguk dengan tersenyum.


'' Ma aci nte, Ibal cenang cekali. Ayah dan Ibu ga pelu jualan cilok lagi.'' Iqbal tersenyum bahagia menatap Mayang. '' Sama-sama sayang. Mulai sekarang Iqbal harus bantu Ayah dan Ibu ya, jangan nakal dan jadi anak yang baik.'' Iqbal mengangguk cepat.


''Baiklah Pak Zaki, kami pamit dulu, sudah siang. Kapan-kapan kami pasti akan mampir. Dan jangan pernah sungkan untuk menghubungi kami jika ada kendala.'' Ucap Danu.


'' Terimakasih banyak Tuan, semua ini sudah lebih dari cukup untuk kami. Sekali lagi terimakasih.'' Pak Zaki menjabat tangan Danu dan Mayang secara bergantian.


'' Dan satu lagi Pak Zaki, mereka adalah kariyawan Pak Zaki.'' Danu menunjuk enam orang perempuan dan empat orang laki-laki yang telah berbaris dengan seragam merah celana hitam di depan pintu swayalannya.


'' Mereka akan kami gaji sampai swalayan Pak Zaki sudah bisa berkembang dengan baik.'' Sambung Danu. Dan sontak hal itu membuat Pak Zaki dan Istrinya menangis haru lagi.


Setelah berpamitan Mayang langsung diantar Danu pulang ke rumah utama. Meski tidak ada kendala dengan Raja yang dia tinggal, namun tetap saja Mayang tidak bisa pisah lama dengan Raja.


'' Mas.'' Danu menatap Mayang yang duduk disebelahnya. Tapi kemudian lanjut mengetik sesuatu diponsel pintarnya.


Saat ini Mayang dan Danu tengah berada ditempat tidur karena sudah larut malam. Raja tadi sebelum tidur sedikit rewel, jadilah Mayang menidurkannya agak lama dari biasanya.


'' Mas.''


'' Ya ada apa.'' Tapi Danu masih sibuk dengan ponselnya.

__ADS_1


'' Boleh aku minta satu permintaan?''


'' Ya katakanlah sayang.'' Danu masih dengan mode yang sama.


'' Bisakah aku minta sedikit ruang privasi? Maksudku terlalu banyak pengawal disekitar aku Mas.'' Mayang menatap ragu kearah Danu.


Danu terlihat meletakan ponselnya ke atas meja laci disamping tempat tidurnya. Dan menghembuskan kasar nafasnya.


'' Sudah berapa kali Mas katakan, untuk hal itu Mas tidak bisa mengabulkannya.''


'' Tapi Mas, aku risih harus diawasi. Gerakku sekarang terbatas Mas, aku sangat tidak nyaman.'' Wajah Mayang berubah sedih. Namun Danu malah seakan tak peduli.


'' Tolong mengertilah dengan keadaan Mas saat ini. Semua yang Mas lakukan hanya untuk kabaikan bagi keluarga kita semua.''


Mayang tidak habis pikir, kenapa makin kesini Danu semakin memperlihatkan sifat arogannya. Tidak ada yang boleh membantah. Sejak perusahaan Kakeknya menjadi tanggung jawab penuhnya, jarak Danu dengan Mayang semakin terasa. Tidak ada lagi Danu yang hangat, Danu yang selalu berusaha membuat Mayang nyaman dan bahagia disisinya.


Kadang Mayang berfikir, apakah sepenting itu perusahaan Kakeknya sehingga keluarga kecilnya harus dikorbankan.


'' Sudahlah, kamu memang tidak lagi mengerti dengan keadaan Mas. Yang kamu pikirkan hanya dirimu sendiri. Yang Mas butuhkan sekarang suport dari kamu, bukan keluhan kamu.'' Ujar Danu dan langsung merebahkan kepalanya ke bantal sembari memungguni Mayang.


DEG


Rasa nyeri langsung menjalar dari dada Mayang, ucapan Danu itu begitu menyakitkan di hatinya. Air mata Mayang luruh seketika, sungguh apa yang Danu katakan itu tidak benar. Dia sangat menyayangi Danu melebihi dirinya sendiri.

__ADS_1


'' Kamu berubah Mas.'' Batin Mayang dengan air mata yang terus mengalir meski diusapnya terus-menerus.


__ADS_2