Tuan Muda Yang Hilang

Tuan Muda Yang Hilang
53 Langkah Kedua


__ADS_3

'' Bagaimana Lisa, apa ada yang janggal.'' Pertanyaan Mayang belum ditanggapi oleh Lisa. Dia terlihat begitu serius menatap dua lembar kertas ditangan kiri dan kanannya. Wajahnya menyipit seolah menatap sesuatu yang aneh. Berulangkali Lisa menelik setiap kata dan angka pada kedua lembar kertas tersebut.


'' Nyonya!'' Seru Lisa kencang yang berhasil membuat Mayang memegang dadanya karena kaget dengan teriakan Lisa.


'' Oh Tuhan Lisa, jarak kita tidak cukup satu meter. Kamu pikir saya budek apa.'' Gerutu Mayang.


'' Maaf Nyonya, saya ga maksud---.''


'' Sudahlah, ada apa?'' Potong Mayang. Berlahan Lisa berjalan ke samping tempat duduk Mayang.


'' Ini Nyonya.'' Lisa menyodorkan dua lembar kertas yang dipegangnya tadi.


Lisa mulai menjelaskan setiap detail data pada kertas itu. Dengan seksama dan teliti Mayang menganalisis kembali sesuai penemuan yang Lisa dapatkan. Wajahnya berbinar, menandakan sedikit jalannya mulai terbuka. Berlahan Mayang mengambil ponselnya dan sedikit menjauh dari tempatnya semula. Terlihat jelas dilayar ponselnya tertera nama Asben, Mayang akan lanjut rencana berikutnya. Yang jelas semangatnya semakin tumbuh karena sebentar lagi dia akan memberi kejutan untuk suaminya.


'' Sebelum sore, semua berkas ini harus sudah selesai kita audit.'' Mayang kembali bersama Lisa membuak tumpukan map yang masih menumpuk di atas meja.


Lebih kurang tujuh berkas lagi yang harus dia periksa, sisa dari delapan yang sudah siap menjadi barang bukti untuk melepaskan jeratan hukum dari suaminya.


Tok


Tok


Tok


Tanpa menunggu jawaban, Imah langsung masuk dengan menenteng tiga kotak makanan beserta tiga cup minuman boba yang sedang hits-hitsnya. Ya, semangat besar Mayang mengalahkan semangat empat lima cacing-cacing yang sudah meronta-ronta dalam perutnya. Mayang tersenyum lebar, memang Imah adalah bestie terbaik bagi Mayang.

__ADS_1


'' Jangan sampai ada berita, superwomen pingsang karena lapar. Kan ga lucu.'' Ucapan Imah sontak membuat Mayang tertawa renyah. Lisa hanya mampu tersenyum, takut nanti kena omel lagi sama Nyonya Bos.


'' May, kamu makan yang banyak biar ASI Raja tetap full.'' Mayang tersedak saat mendengar penuturan Imah. '' Ya Tuhan Mah, aku belum pompa ASI buat Raja.'' Mayang lansung berdiri mengambil sesuatu dalam tasnya. Terlihat Mayang tengah memompa ASInya. Setelah dapat dua botol penuh, segera Mayang letakan dalam box yang dapat menjaga agar ASInya tidak mudah basi dan tetap hangat. Segera Mayang telepon sopirnya yang masih standbay di kantor untuk mengantarkan box itu ke rumah utama.


Setelah selasai makan, Imah membantu Lusi dan Mayang untuk memeriksa berkas yang masih tersisa. Tidak butuh waktu lama, tepat jarum jam menunjukan waktu jam tiga sore semua berkas telah selesai mereka periksa.


Tidak salah lagi, hampir semua proyek itu memiliki kejanggalan. Mulai dari bentuk kontrak yang dirubah, sampai ada beberapa tanda tangan Danu yang di palsukan. Walaupun tanda tangannya nyaris sama, tetapi Lisa dapat membedakan kalau itu bukan tanda tangan Danu. Secara Lisa adalah sekretaris Danu hampir tujuh tahun lebih.


Ditambah lagi, ada beberapa proyek yang ternyata fiktif. Mayang tak habis pikir, mengapa suaminya bisa ditipu di perusahaannya sendiri.


Namun Mayang kembali sadar, semua itu bisa saja terjadi. Apalagi Tuan Agung masih dalam keadaan sakit. Ditambah lagi orang yang paling kompeten dan paham seluk beluk bisnis Baragajasa Group yaitu Sekretaris Rudi sudah meninggal. Jadi mudah saja para penyusup dan bahkan orang dalam mengelabui suaminya. Disamping itu Danu dan Tama masih terbilang sangat muda dan belum banyak pengalaman dalam dunia bisnis.


Kalau Beni bisa saja dia menyelidiki kasus Yang menimpa Danu. Tetapi itu akan sulit karena dia harus mengambil alih semua pekerjaan Danu. Kalau tidak mungkin saja kali ini perusahaan Baragajasa Group benar-benar hancur berkeping-keping. Apalagi Beni harus menjaga nama perusahaan di kalangan pebisnis lainnya. Jangan sampai saham Baragajasa lebih anjlok lagi.


'' Mah , aku balik dulu. Tolong ponsel kamu tetap standbay. Dan kamu Lisa, saya akui kamu memang kompeten. Terimakasih untuk kerja kerasmu. Saya akan minta suami saya menaikan gaji kamu dua kali lipat. Baiklah, saya pulang dulu.'' Imah dan Lisa mengangguk. Senyum kebahagian terlihat jelas diwajah Lisa.


'' O tentu, dan kita semua beruntung dapat kebagian baiknya Mayang haha..'' Imah tertawa diikuti Lisa yang ikutan tertawa.


***


Saat ini Imah tengah duduk termenung sendiri di mejanya kerjanya. Karena Lusi telah dibawa Beni ke tempat yang paling aman yang bahakan Imah sendiri juga tidak tahu tempatnya dimana. Imah berfikir keras, kenapa Tama terkesan menghilang. Apa sesuatu terjadi dengannya? Tiba-tiba Imah panik sendiri.


Dengan cepat Imah menghubungi ponsel Tama. Tapi sayang, ponsel Tama tidak bisa dihubungi hingga empat kali dicobanya tapi tetap tidak bisa. ''Kemana kamu Tuan? Jangan seperti ini. Kalau anda tidak sanggup menhgadapinya sendiri, saya siap untuk membantu. Kan biasanya juga gitu, bantuan saya selalu menyelesaikan masalah anda.'' Imah menjadi uring-uringan. Dilipat kedua tangannya di atas meja, kemudian ditenggelamkannya kepalanya di sana. Berharap kecemasannya bisa berkurang.


'' Mah!'' Seru Beni yang tiba-tiba sudah ada di depan meja Imah.

__ADS_1


'' A aaa.'' Imah terlonjak kaget. '' Tuan Beni ada apa sih kegetin aja.'' kesal Imah.


'' Tama mana?'' Imah menggeleng, Beni terlihat bingung. '' Kamu kan asistennya masa ga tau Bosnya dimana?''


'' Saya juga bingung Tuan, sejak kemaren lusa Tuan Tama tidak tau entah dimana. Ya itulah, pas kasus itu mulai muncul. Siang itu Tuan Tama habis terima telepon dari seseorang gitu, trus buru-buru pergi dan sampai sekarang ga datang-datang. Ponselnya juga diluar jangkauan.'' Imah menjelaskan panjang lebar.


Sesaat mereka saling menatap dengan wajah tegang, seakan otak mereka memberi pemikiran yang sama. '' Di culik!'' Seru Imah dan Beni bersamaan.




Di sebuah hotel yang super mewah di Singapura, yang dilengkapi dengan satu kolam renang outdoor, serta mata pengunjung akan di suguhkan dengan pemandangan kota yang begitu indah. Ditambah lagi langit sore yang begitu mempesona. Tampak seorang pria dengan badan yang cukup kekar berisi seperti sedang menikmati hari indahnya. Diperkirakan pria itu berumur lima puluh tahunan. Memang tidak muda lagi, namun masih menyimpan tenaga yang besar.



Pria itu tampak sedang berenang dengan hanya menggunakan segitiga pengamannya saja yang ditemani oleh dua orang wanita seksi yang hanya menutupi tiga ujung kebanggaannya. Sang pria terlihat mulai menarik satu wanita kedalam pelukannya. Bahkan airpun seakan terbelah sangking melekatnya pelukan itu. Geliat manja wanita itu mengiringi kecupan dalam keduanya. Seakan takut tak kebagian, wanita satunya lagi datang mendekat dan ikut begabung dengan ritual mandi basah mereka.



Tidak hanya sampai di situ, permainan panas ketiganya berlanjut sampai ke atas ranjang. Sang pria nampak pasrah saat dua wanitanya mulai menggerayangi. Mulut dan tangan keduanya seakan berebutan untuk saling memberi kenikmatan kepada sang pria. Pasrah tapi menikmati itulah yang terlihat dari wajah sang pria. Lenguhan racun itu semakin menjadi diantara mereka. Sangat lihai, itulah kata yang tepat untuk kedua wanita itu.



Ketika goyangan pinggul sang pria mulai beraksi, tiba-tiba pintu kamar didobrak kencang dari luar. Sungguh pemandangan yang menjijikan bagi seorang wanita yang muncul dari balik pintu. Wanita itu menutup mulutnya karena begitu syok dengan apa yang dilihatnya saat ini. Bergegas sang pria menutupi tubuhnya yang tanpa busana, begitu juga dua wanita pemuasnya.

__ADS_1



'' MAS! Apa yang kamu lakukan?''


__ADS_2