
'' Bagus. Saga berikan berkas itu padanya.'' Seru Tuan Bastian dengan senyum merekah.
Dengan tangan bergetar Tama menandatangani semua berkas itu. Imah hanya bisa menatap pasrah dengan apa yang dilihatnya itu. Segera Saga meraih map itu dan memberikannya pada Tuan Bastian. Setelah semua komplit, Tuan Bastian segera bangkit dari duduknya.
Saat akan berbalik, langkahbTuan Bastian terhenti karena pertanyaan dari Tama. '' Apa yang membuat anda ingin merebut Baragajas Group? Saya yakin anda tidak kekurangan uang.''
Tuan Bastian duduk kembali. Dia menatap lekat wajah Tama. '' Baiklah, karena semua sudah menjadi milik saya maka saya akan memberi tahu mu.'' Tuan Bastian menopang tangannya kepaha. Matanya menatap lekat wajah penuh kebencian Tama.
'' Kamu tau siapa Ayunandia?'' Mata Tama terbelalak. Rasa penasaran terlihat jelas diwajah lebamnya. Mengapa lelaki ini mengetahui nama Ibunya.
'' Kenapa? Kamu bingung?'' Kembali Tuan Bastian bersuara.
Berlahan Tuan Bastian mendekat dan berjongkok tepat di samping Tama yang tengah duduk memeluk Imah. '' Dia adalah kekasih saya, yang direbut oleh ayahmu.''
Mata Tama membulat tidak percaya jika Ibunya pernah mencintai pria bejat seperti lelaki ini. Dia sekarang yakin, Ibunya meninggalkan Tuan Bastian karena sifat buruk Tuan Bastian.
'' Pasti kamu pikir Ayu meninggalkan saya karena saya jahat. Tapi itu salah. Kami saling mencintai, bahkan telah berencana akan menikah. Tapi Ayahmu memaksa orang tua Ayu untuk menikahkan Ayu dengannya karena Ayahnya memiliki hutang pada Tuan Agung Baragajasa.''
'' Siapa yang kejam di sini hah? Siapa?!!" Nada keras Tuan Bastian menggelegar seisi ruangan.
" Ayahmu! Kakekmu! Mereka lah yang kejam di sini. Ini adalah kompensasi karena mereka tidak bisa menjaga Ayuku dengan baik. Kalian semua harus menanggung kesakitan yang aku alami selama bertahun-tahun. Bahkan ini belum seberapa dibandingkan rasa sakit dan hancur yang saya rasa selama ini dan bahkan seumur hidup saya.'' Ujung mata Tuan Bastian sudah menganak air. Segera ditepisnya kasar agar tidak menetes.
Belum cukup bahkan tidak akan cukup baginya selama ini menangisi kehilangan wanita pujaan hatinya. Wanita yang menjadi semangat hidupnya. Wanita yang telah menabur kebahagian padanya dengan cinta kasih dan sayang yang tulus.
Bastian yang yatim piatu saat itu hidup dalam kekurangan. Ayu selalu menyemangatinya untuk terus berjuang menggapai mimpi-mimpinya. Mimpi yang saat itu juga telah menjadi mimpinya dan Ayu.
Ayunandia, wanita berparas cantik secantik hatinya. Wanita mandiri, kuat dan pintar. Saat itu Ayu yang masih kuliah selalu menyempatkan membantu Bastian berjualan es kelapa muda. Hari-hari selalu mereka habiskan bersama. Saat berjualan itulah pertama kali mereka bertemu. Makin lama tumbuh rasa cinta diantara mereka. Cinta suci yang mereka ikat dengan ketulusan hati.
Namun hidup miskin saat itu adalah menjadi ketidak berdayanya karena tidak mampu melunasi semua hutang Ayah Ayu. Jadilah Ayu sebagai penebus hutang Ayahnya dan harus menikah dengan Tuan Bagas yang saat itu memang sudah menaruh hati pada Ayunandia, Ibu dari Tama.
'' Sekarang kamu pahamkan? Kenapa saya begitu membenci Baragajasa? Karena mereka saya harus kehilangan Ayunandiaku untuk selamanya.''
__ADS_1
'' Dendam lama, tapi lukanya masih tetap sama.'' Tuan Bagas mengakhiri ceritanya.
Tama menatap lurus ke depan, tidak percaya jika musibah yang datang silih berganti masih karena orang tuanya. Air mata Tama mengalir deras, entah sejak kapan. Yang pasti Tama merasa sangat terpukul mengetahui jika semua ini ada sangkut pautnya dengan mendiang Ibunya.
Berlahan usapan lembut terasa menyentuh pipinya. Tangan halus Imah kembali menyadarkan Tama jika dia masih punya wanita kuat yang akan selalu menjadi penyemangat dalam hidupnya.
Samar-samar terdengar suara keributan di luar, suara itu lama-lama semakin jelas. Bergegas Saga ke luar diikuti dua orang pengawal. Benar saja tengah terjadi baku hantam para pengawalnya dengan sekelompok orang yang Saga tahu jelas itu orang-orang Danu.
Dari kejauhan Danu menatap bengis kedatangan Saga yang berjalan cepat menuruni anak tangga. '' Dimana Tama dan Imah brengs*k!'' Danu berteriak memaki Saga.
'' Kalian cati mau cari mati hah! Mereka tidak ada di sini.'' Sahut Saga dengan wajah datarnya.
'' Kalian keluarkan mereka, atau kami hancurkan gubuk reot ini.'' Bukannya takut, Saga malah tertawa mendengarnya. '' Lakukan kalau kalian bisa.'' Saga bertepuk tangan tiga kali. Selang hitungan detik keluar dari arah belakang segerbolan pengawal Saga dengan masing-masing telah memegang balok dan rantai pertanda siap untuk berperang.
'' Habisi mereka semua!'' Titah Saga.
Serentak semua orang suruhan itu saling melawan musuhnya. Tidak jarang yang terpekik karena terhantam batang balok. Bahkan tersambar rantai besi yang membuat kulit badan terkoyak.
Melihat kerusuhan itu, danu tidak tinggal diam Danu melawan setiap orang yang menghadang jalannya. Ketika hendak menaiki tangga, dada Danu di tendang keras oleh Saga dari atas tangga hingga terlentang kebelakang. Melihat itu Beni yang sedang bertarung langsung menghampiri Bosnya.
'' Ok, Gue masih kuat.'' Danu dibantu Beni berdiri.
'' Langkqhi dulu mayat saya, baru kalian bisa lewat.'' Tutur Saga dengan senyum angkuhnya.
'' Ayo Bos, kita jadikan dia mayat.'' Danu mengangguk. Bersiap dengan kuda-kuda, Beni maju duluan dengan mendang kaki Saga. Namun tidak kena, bqhkan lengan Beni yang kena tendangan kaki Saga. Tapi Beni masih kuat menahannya hingga tidak jatuh.
Saat ini perkelahian sengit tengah terjadi di atas tangga antara Danu dan Beni melawan Saga. Berlahan kaki Danu dan Beni berhasil manaiki tangga hinga mencapai dua tangga menuju lantai atas.
Ketika Beni tengah menyibukkan Saga dengan berbagai jurus barunya, berlahan Danu menyelip naik keatas namun beru satu tangga bajunya ditarik Saga. '' Mau kemana kamu hah!''
Merasa langkahnya ditahan, Danu menyipakan kakinya kebelakang. Di luar dugaan, Saga yang hilang keseimbangan terjatuh dan berguling ditangga hingga kepalanya membentur lantai denga sangat keras.
__ADS_1
Darah merembes dari kepala belakang Saga yang sudah terkapar di lantai dasar. Semua pergerakan terhenti seketika dengan menarap Saga yang tengah meregang nyawa akibat jatuh dari tangga. ''Itu untuk Kakekku.'' Gumam Danu menatap Saga dari atas tangga.
''Hentikan semua, kalau tidak dia akan saya tembak.'' Seru Tuan Bastian dengan memegang memegang lengan Tama yang sudah tidak sanggup untuk berdiri lama.
Mata Danu dan Beni melebar menatap Tama yang ditodong senjata api oleh Tuan Bastian. Wajah Tama sudah babak belur. Bengkak, sobek dan penuh lebam.
Semua pergerakan di lantai bawah sontak menjadi hening. Bahkan jika jarum jatuh akan terdengar dengan jelas. '' Jika satu langkah saja kalian mendekat, maka saya tidak akan segan menembaknya.'' Ancam Tuan Bastian.
Dia sudah merasa terpojok, terlebih lagi melihat Saga orang kepercayaannya telah tewas. Ini adalah jalan satu-satunya, yaitu menjadikan Tama sandera untuk bebas berjalan ke luar rumah dan pergi menggunkan mobilnya .
'' Hentikan Bas!'' Bentak Seorang pria. Suaranya tidak begitu kuat, tapi terdengar sangat mengintimidasi. Semua mata mengarahkan pandangan secara bersamaan ke arah sumber suara.
'' Ka--Kakek?'' Lirih Danu.
Mata tajam Tuan Agung tak menggetarkan Tuan Bastian. Bahkan tatapan tajam Tuan Bastian melebihi amarah Tuan Agung.
Mayang dan Tisa yang berda di samping kiri dan kanan Tuan Agung menatap lurus dua lelaki yang tengah berada di atas tangga rumah itu. Mayang menatap suaminya yang terlihat begitu berantakan, bahkan ada noda darah di bagian depan kemejanya.
'' Anda pikir saya main-main? Saksikanlah detik-detik kematiam cucumu.'' Tuan Bastian bersiap menarik pelatuknya.
'' Jika kamu lakukan, maka kamu akan menyesal seumur hidupmu.'' Ujar Tuan Agung penuh penekanan.
'' Kalianlah yang akan menyesal seumur hidup.'' Telunjuk Tuan Bastian mulai menarik pelatuknya. Tama terlihat pasrah dan menutup kedua matanya. Baginya, jika kematiannya bisa menyudahi dendam ini maka dia ikhlas.
'' Dia adalah putra kandungmu Bastian.''
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*Bersambung\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
-
-
__ADS_1
-
Jangan lupa beri like komen dan vote nya ya. Kasih bunga atau kopi biar othor makin semangat upnya. Terimakasih 👍🙏😉🥰