Tuan Muda Yang Hilang

Tuan Muda Yang Hilang
47 Aku Butuh Kamu Mas


__ADS_3

Sejak obrolan tengah malam mereka waktu itu, Danu dan Mayang terlihat semakin menjarak. Takr ada kehangatan diantara mereka berdua. Danu masih disibukan dengan jadwal padatnya mengurus perusahaan Kakeknya. Memang sejak beberapa waktu belakangan ini makin ada kemajuan. Jika Danu disibukan dengan berbagai pertemuan dengan beberapa klien, berbeda halnya dengan Tama. Tama telah dimandatkan oleh Danu untuk mengatur segala sesuatu dalam aktifitas dikantor.


Walaupun sejauh ini hubungan tanpa kepastian diantara dia dan Imah belum ada kemajuan, namun itu sudah mampu menambah semangat kerja Tama di kantor. Tama tidak peduli dengan reaksi Imah padanya, segala bentuk perhatiannya memang tulus dari hatinya yang terdalam.


Mungkin sekarang Mayang hanya mampu mengeluarkan kesedihannya ketika dia menyendiri saja. Hatinya sudah terlalu sakit untuk bercerita lagi dengan suaminya. Danu hanya akan bicara ketika dia butuh sesuatu, atau saat mereka sedang bersama Raja. Bagi Mayang percuma juga bicara jika hanya akan membuat hatinya samakin terluka. Entah Danu paham akan persaan Mayang atau mengetahui tapi bersikap tak peduli dengan alasan waktunya masih fokus untuk mengurus perusahaan. Yang jelas hubungan mereka sedang tidak baik-baik saja.


'' May, malam ini Mas akan pulang larut malam. Jangan tunggu Mas.'' Mayang hanya mengangguk. Seperi biasa jika Danu pulang terlambat, maka sebelum berangkat dia akan mengatakan pada Mayang. Sedih memang, namun Mayang bertahan karena yakin kesabarannya adalah bentuk pengorbanannya untuk keluarga kecilnya.


Saat ini Tuan Agung tengah berada di luar negeri untuk melakukan terapi motoriknya. Mulai dari belajar berjalan, gerak tubuh sampai terapi bicara. Sejak Tuan Agung mulai sedikit merespon saat diajak bicara, keyakinan kesembuhan Kakeknya semakin besar mereka rasakan. Danu dan Tama serta Tisa telah sepakat untuk memberi pengobatan terbaik untuk Kakek mereka. Dan di putuskan Tisa akan menemani Tuan Agung selama masa penyembuhan.


-


-


-


Banyak hal yang telah terjadi dan bahkan banyak perubahan yang telah menyelimuti keluarga besar Baragajasa. Perubahan itu ada yang berdampak positif dan ada juga negatif. Perusahaan Baragajasa sejauh ini makin membaik, namun berbanding terbalik dengan Keluarga Kecil Danu. Tanpa dia sadari jarak antara dia dan Mayang makin menjauh. Dan sayangnya tidak ada satupun yang mengetahui selain mereka berdua kecuali Imah. Imahlah yang selalu menyemangati Mayang, menyabarkannya dan memberi beberapa saran agar Mayang tetap bisa bertahan dengan kemelut rumah tangganya ini. Imah memang belum pernah menikah, tetapi jalan dan sarannya telah sedikit mampu mengahalau galau dihati Mayang.


'' Tidak semua yang kamu lihat dan rasakan adalah hal yang benar-benar terjadi May. Gue yakin Tuan Danu masih sama seperti dulu. Namun ada tanggung jawab besar yang sedang dipikulnya. Suportlah dia, jangan sampai benci dan kecewa dihatimu semakin besar padanya. Itu akan menjadi hal terburuk nantinya untuk rumah tangga kalian. Gue yakin, rasa cinta dan sayang Tuan Danu masih seperti dulu bahkan bertambah besar. Apalagi sekarang sudah ada Raja.'' Panjang lebar Imah bicara, namun Mayang hanya diam menatap lurus kedepan. Raganya di sini, namun hati dan pikirannya tengah jauh entah di mana.


Melihat Mayang masih mode diam, Imah kemabali memanggil. Ternyata Mayang mendengar semua yang dikatakan Ima padanya tadi. '' Aku juga membutuhkannya Mah. Apa salah aku merindukan suamiku yang dulu.'' Satu tetes bukir bening mengalir indah dipipinya. Mayang kembali menagis, dan Imah mengerti akan hal itu.


'' Jika menangis mampu mengurangi kesedihanmu, makan lakukan. Tapi ingat, jangan sampai membuat sakitmu semakin dalam.'' Imah meraih kepala sahabatnya itu, dan menumpukannya kebahunya. Imah akan selalu ada jika Mayang membutuhkannya. Begitulah persahabatan mereka yang sudah rasa saudara.


Ketika Mayang akan melangkahkan kakinya menuju pintu rumah utama, terdengar suara tangis dari dalam rumah. Dan Mayanh tahu jelas itu adalah Raja anaknya. Benar saja, terlihat bayi yang hampir menginjak umur 6 bulan itu tengah menangis tersedu dalam gendongan Babysitternya.


'' Ada apa Mba?'' Mayang langsung meraih Raja dan memeluk Raja ke dadanya.


'' Maaf Nyonya, sepertinya Raja demam Nyonya.'' Awal menggendong Raja memang Mayang sudah merasakan hawa panas ditubuh mungil putra semata wayangnya itu.


''Siapkan mobil, kita langsung kerumah sakit.'' Seru Mayang.


Ketika diperjalanan tak henti-hentinya Raja menangis. Mayang bertambah bingung dan panik apalagi Danu tidak juga mengangkat panggilan telepon darinya. Bahkan sampai di rumah sakit Danu belum juga bisa dihubungi.


__ADS_1



Terlihat seorang bayi mungil tengah tertidur lelap di atas tempat tidur rumah sakit. Ruangan yang terlihat nyaman bagi anak-anak yang berada di dalamnya. Tidak kalah mewah dengan tempat yang pernah Mayang tempati waktu dirawat dulu. Ada dua set tempat tidur untuk yang menunggui, ada sofa santai, meja makan dan di pojok ruangan ada arena bermain anak lengkap dengan porosotannya.



Hati mayang begitu terenyuh saat menatap putranya terlihat pucat dengan selang infus menancap di tangan mungilnya. Air mata Mayang mengalir deras, Mayang menangis pelan takut Raja akan terganggu.



'' Aku butuh kamu Mas, Raja butuh kita di sini.'' Gumam Mayanh menatap Raja dengan wajah sendu.



Kesedihan Mayang semakin bertambah, disaat seperti ini sosok Danu sangat dibutuhkannya. Sampai tengah malam Danu belum juga bisa dihubungi. Sesaat Mayang teringat dengan Beni. Segera Mayang hubungi nomor ponsel Beni, hingga panggilan kedua tidak ada jawaban. Ketika panggilan ketiga terdengar suara ramah Beni.



'' Ya Nyonya Bos. Ada yang bisa saya bantu?'' Seru Beni dari balik sana.




'' Iya Nyonya, tetapi Tuan Bos masih bersama klien penting dari Jepang.''



'' Nanti katakan kalau saya menelpon. Tolong nanti suruh Mas Danu baca chat dari saya. Terimakasih sebelumnya Asben. Assalammu'alaikum.'' Tanpa menunggu jawaban Beni, Mayang yang kecewa langsung menutup panggilannya.



'' Sungguh penting klien itu dari pada anakmu Mas. Maaf jika rasa kecewaku saat ini akan merubahku nanti.'' Batin Mayang menatap sendu wajah Raja yang tertidur pulas.


__ADS_1


Rasanya baru sebentar Mayang memejamkan matanya, suara bisikan pelan ditelinganya membuatnya berusaha membuka mata lagi. Terlihat Danu tengah berada tepat disebelahnya mentap Raja dengan wajah lelah bercampur sedih. Ternyata Mayang tertidur di sambil duduk dikursi dengan tangan dan kepalanya merebah ke tempat tidur Raja.



'' Kapan Mas datang?'' Mayang mengusap matanya pelan.



'' Baru saja. Kenapa Raja bisa sakit? Apa kamu tidak memperhatikannya?'' Mata Danu tak sedikitpun lepas dari Raja.



'' Apa maksud Mas berkata begitu? Tentu saja Raja adalah prioritasku.'' Mayang merasa tersinggung oleh kata-kata Danu yang menohok padanya.



'' Kalau kamu menjaganya dengan baik, hal ini tidak akan terjadi.'' Mayang menatap Danu tak percaya suaminya mengatakan hal menyakitkan itu.



'' Pengertian bagaimana lagi yang kamu inginkan dariku, saat kamu meninggalkan Raja saja aku tidak mempermasalahkannya.



\-



\-



\-


__ADS_1


Hai readers setia othor... Jangan lupa like koment hadiah favorit dan votenya ya🙏🙏😄, biar othor makin semangat up nya 😘💪


__ADS_2