
Saat Imah tengah berusaha membuka kancing kebayanya yang berada dibagia punggung, sebuah tangan kekar melingkar dari belakangnya.
'' Butuh bantuan sayang?'' Bisik Tama tepat di telinga Imah. Imah hanya bisa mengangguk karena memang dia butuh.
Tangan nakal Tama mulai mengusap lembut punggung Imah. Seketika bulu-buku halus Imah berdiri tegak.
'' Aku mau bersih-bersih dulu Mas.'' Kilah Imah yang paham akan gerak-gerik Tama.
''Nanti saja sayang, kita istirahat dulu.'' Sekali sentak Imah telah berbalik berhadapan dengan Tama. Tama berdiri tegak mendekap erat pinggang Imah hingga bibir mereka nyaris beradu.
Satu tangan Tama mulai meraih benda padat bagian belakang Imah. Merem*snya pelan dan bibir mereka sudah bertaut dengan hisapan lembut dari Tama.
Baju kebaya Imah entah sejak kapan telah merosot ke lantai. Dan bahkan sekarang Imah hanya memakai ********** saja. Berlahan Imah terlena dengan permainan bibir Tama, tanpa sadar tangan Imah sudah bergelayut manja di pundak kekar Tama. Bunyi decapan begitu jelas terdengar. Pasangan pengantin baru itu mulai hanyut dalam kehangatan.
Sungguh Tama benar-benar sudah tidak sabar ingin memakan Imah. Tangan nakal Tama sudah menelusup kemana-mana, dua gunung kembar Imah tidak luput dari sentuhan tangannya.
Bahkan sekarang tangan Tama sudah menelusup masuk ke dalam segi tiga bermuda Imah. Lenguhan Imah menambah gairah Tama memuncak.
'' Sayang, aku sudah tidak tahan.'' Bisik Tama dengan suara seraknya.
'' Sayang, nanti kita masih ada acara.'' Imah menyandarkan kepalanya di dada Tama. Aliran listrik mulai menjalar disekujur tubuhnya. Tapi dia harus kuat menahannya dulu, akan berat baginya jika pecah telor sekarang. Mana kuat dia berdiri tegak lama nanti saat bersalaman dengan para tamu undangan, pasti perih dibawah sana akan menyusahkannya.
'' Apa kamu tega liat aku nanti berdiri sambil menahan sakit menyalami tamu-tamu?'' Ucap Imah manja.
Sebernarnya dia juga sudah tak tahan dengan ulah Tama, tapi apa boleh buat masih ada satu acara lagi.
Tama terlihat menghembuskan kasar nafasnya, '' baiklah, tapi kalau main-main sedikit ga apa-apa kan?'' Tanpa aba-aba Tama mengangkat tubuh Istrinya dan membaringkannya pelan di atas tempat tidur yang sudah dihias khusus untuk pengantin baru itu.
Di kamar lain masih di hotel yang sama tampak Danu tengah bermain dengan Raja. Raja terlihat senang melihat tingkah lucu Papanya. Raja memang diajak ke hotel, tetapi tadi dia tidak ikut karena masih tidur. Untuk acara pestanya Raja akan ikut serta nanti.
Tiba-tiba pintu kamar diketok dari luar. Setelah Danu menyahut, masuklah dua orang wanita anggota EO yang ingin meminta bantuan Mayang.
__ADS_1
'' Ada masalah apa?'' Tanya Mayang.
'' Begini Nyonya, ada sedikit kendala. Kita kekurangan pengiring pengantin. Ini akan berdampak pada rusaknya iringan pengantin Nyonya. Apalagi acara ini disiarkan langsung distasiun TV nasional.'' Jelas salah satunya.
'' Baiklah.'' Jawab Mayang.
'' Mas, aku pergi dulu. Kalau Raja ngantuk berikan ke kamar pengasuhnya.'' Danu mengangguk. Akhirnya Mayang pergi bersama dua wanita yang memanggilnya itu.
Mayang sangat kaget ketika dia dibawa masuk kedalam sebuah kamar dimana ada beberapa tim MUA yang sepertinya tengah menunggu kedatangannya.'' Mari Nyonya.'' Seorang wanita membawanya duduk didepan sebuah cermin yang penuh dengan lampu menyala.
'' Apa kalian akan mendandaniku?''
'' Iya Nyonya.'' Sambil terus membersihkan wajah Mayang dan mulai merias Mayang.
Selama dirias Mayang selalu mengoceh karena bingung dengan apa yang terjadi. Tiba-tiba dia di rias bahkan mirip seperti pengantin. Padahal dia tidak meminta jasa MUA untuknya. Ditengah kebingungannya, Mayang hanya bisa pasrah karena tidak enak hati harus menolak pekerjaan mereka.
''Bagaimana Nyonya, apa ada yang kurang?'' Mayang sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Dia sungguh takjub dengan pantulan cermin di depannya. Sosok pengantin bak seorang putri dengan riasan yang begitu memukau.
'' Benar Nyonya, ini adalah anda.'' Mereka yang melihatnya juga tak kalah takjub, sungguh sempurna.
Saat ini Mayang tengah memakai gaun dengan memperlihatkan leher putih mulurnya. Lengan baju yang sedikit tergantung di bagian ujung bahunya menambah seksi dan anggunnya penampilan Mayang. Apalagi rambutnya dicepol ke atas dengan satu mahkota berlian putih bertengger diatasnya. Sungguh menambah pesona kecantikan seorang Mayang, wanita yang tanpa riasan saja sudah begitu cantik.
Sebenarnya Mayang sudah bingung dan ingin bertanya. Tapi saat dia tersadar dari rasa takjub melihat pantulan dirinya dicermin, sudah tidak ada satu orangpun yang berada di dalam kamar itu.
Ceklek, pintu terbuka berlahan. Muncul sosok yang membuat Mayang menatap haru dan hampir menangis. '' Sayang, kamu cantik sekali.'' Ujar Danu saat melihat bidadarinya berdiri anggun tepat di depannya.
'' Mas, apa kamu yang menyiapkan ini semua?'' Mayang terlihat begitu terharu.
'' Iya sayang. Aku juga ingin kita menjadi pengantin seperti layaknya orang-orang.'' Danu mendekat dan mencium hangat kening Mayang. Mata Mayang terpejam saat bibir lembut Danu menyentuh kulitnya.
'' Terimakasih Mas. Aku sangat terharu dan bahagia sekali.'' Mereka berpelukan saling menguatkan dan meresapi kehangatan cinta mereka.
__ADS_1
'' Tapi apa ini tidak memalukan? Kita sudah punya anak.'' Ucap Mayang lagi.
'' Tidak sayang, ini adalah waktu yang tepat. Sudah waktunya untuk memperlihatkan pada dunia, betapa bahagianya aku memilikimu.'' Danu memberi kecupan singkat dibibir Mayang.
Acara resepsi pun dimulai. Pembawa acara mulai membuka acara dan tibalah saatnya untuk sang mempelai untuk masuk ke dalam aula pesta.
Betapa kaget para tamu saat yang muncul adalah Danu dan Mayang berjalan pelan dengan tangan Mayang melingkar dilengan Danu. Seakan terhipnotis, semua tamu undangan menatap kagum kedua mempelai. Meski ada juga segelintir yang sedikit bertanya-tanya akan munculnya mempelai yang berbeda.
Tapi itu semua tak membuat senyum Danu dan Mayang pudar. Bahkan makin lebar saat riuh tepuk tangan menggema dalam ruang besar itu.
Mayang sangat bahagia, sederhana menurut Danu. Tapi inilah impian Mayang, berjalan anggun bak raja dan ratu dengan semua mata manatap kagum ke arahnya. Dan lihat, ini telah terjadi. Beribu puji dan syukur Mayang ucapkan dalam hati pada Sang pengabul mimpinya.
Tak jauh dari Mayang dan Danu yang tengah berjalan, muncul pengantin baru sebenarnya berjalan anggun dan gagah membelah riuhnya ruangan luas itu.
Tak jauh berbeda, decak kagum dan riuh tepauk tangan mengiringi langkah keduanya. Terlihat jelas wajah bahagia pasangan pengantin baru itu. Pernikahan penuh cinta dan tujuan untuk saling membahagiakan adalah landasan dari ikrar cinta kasih mereka. Imah dan Tama terlihat sangat serasi, kecantikan Imah membuat Tama semakin jatuh cinta dalam pesona istrinya itu.
Waktu terus berlalu, para tamu mulai naik ke atas panggung pelaminan untuk memberi ucapan selamat berbahagia dan memberikan do'a terbaik mereka untuk dua pasang pengantin itu.
Sungguh pesta yang luar biasa. Dua pasang orang paling berkuasa dalam dunia perbisnisan telah bersaru membentuk kerajaan bisnis yang tak akan terkalahkan. Kini Tama dan Danu telah bekerja sama, hingga bisa dipastikan tidak akan ada yang bisa melawan kerajaan bisnis yang mereka bangun itu.
Pesta hanya berlangsung selama 4 jam saja. Mulai dari pukul 3 sore dan berakhir tepat pada pukul 7 malam.
Sekarang semua keluarga telah kembali ke kamar masing-masing. Apalagi dua pasang pengantin itu, Danu Mayang dan Tama Imah.
Danu dan Mayang tidak menempati kamar seblumnya. Sesuai perintah Danu, sebuah kamar telah disiapkan untuknya dan Mayang untuk kembali menjadi pengantin baru.Sedangkan Tama, sudah kembali meminta jarahnya yang sempat tertunda pada Imah.
Malam panas dua pasang pengantin itu pun dimulai. Namun sedikit berbeda pada pasangan Tama dan Imah. Ini adalah kali pertama bagi mereka. Tentu tidak semudah Danu untuk membobol gawang Mayang.
'' Sayang, apakah kamu siap?'' Imah mengangguk malu.
..........\*\*\*\*\* Bersambung \*\*\*\*\*...........
__ADS_1