Tuan Muda Yang Hilang

Tuan Muda Yang Hilang
75 Bulan Madu


__ADS_3

Jika dilihat dari berseraknya kamar, dapat di tebak jika telah terjadi gempa bumi lokal. Bagaimana tidak, pakain dan dalaman berserkan dilantai. kelopak-kelopak bunga bertaburan di lantai. Apalagi seprai dan selimut yang sudah tak berbentuk.


Dimana di dalam selimut itu terdapat dua orang manusia yang tergulung tanpa mengenakan sehelai benang pun. Keduanya tidur saling memeluk. Matahari sudah keluar dari peraduannya, namun pengantin baru itu masih betah dengan mimpi indahnya.


Hal itu terjadi karena malam panas mereka yang berlangaung begitu ganas. Tidak hanya sekali, Tama membombardir gawang imah habis-habisan. Imah tidak dia biarkan untuk tidur barang sekejap pun.


Terlihat pergerakan dari balik selimut, ternyata Tama sudah mulai membuka matanya. Senyum indah terbit diwajahnya, secerah sinar matahari pagi ini. Tama menatap lekat wajah lelah sang istri yang tak lain adalah Imah. Masih teringat jelas bagaimana dia menyerang Imah tanpa ampun. Sungguh pertempuran yang sengit.


''Mas, aku capek.'' Rengek Imah, yang memang sudah tidak bedaya. Sejak pembobolan pertamanya Tama makin ketagihan. Kemolekan tubuh Imah membuat ujung tombak Tama terus berdiri tegak tanpa goyah sedikit pun.


Subuh sudah hampir menjelang, namun Tama masih mau lagi dan lagi. Tama yang sudah kepalang nafsu, mulai mencium ceruk leher Imah dan menurun sampai ke dua gunung kembar Imah yang sudah penuh dengan tato maha karya Tama.


Tidak sampai di situ, bib*r mereka terus bertaut dalam mengiringi hentakan demi hentakan pinggul Tama yang membuat badan Imah terhuyung turun naik. Hingga larva panas menyembur dalam rongga terdalam Imah, lenguhan merdu menutup malam pertama mereka.


''Kenapa kamu senyum-senyum gitu Mas?'' Ucap Imah saat menatap suaminya yang ternyata sudah terlebih dahulu.


'' Istri kesayanganku sudah bangun rupanya.''


Cup, Satu kecupan selamat pagi mendarat dikening Imah.


Kriiuukk kriiiuukk


''Sepertinya cacing diperutmu sudah minta di kasih makan.'' Imah tersenyum malu mendengarnya. Tama semakin gemes melihat tingkah malu-malu istri kesayangannya itu.


Berlahan Tama meraih ponselnya di atas nakas untuk menghubungi Toni. Karena sepertinya mereka akan sarapan di kamar saja.


Saat Imah turun dari tempat tidur dan akan melangkahkan kakinya, Imah terlihat meringis sakit memegang area intimnya.


'' Aaww..issh, aduh.''

__ADS_1


'' Kenapa sayang?'' Tama langsung panik.


'' Itu Mas, ituku sakit.'' Jawab Imah malu-malu.


Tanpa aba, aba Tama mengendong tubuh polos istrinya itu dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi. Apa yang terjadi setelahnya? Hanya mereka dan Tuhanlah yang tau.


Berlahan Tama meraih ponselnya di atas nakas untuk menghubungi Beni. Karena sepertinya mereka akan sarapan di kamar saja.


____________


''Sayang, mulai sekarang kamu ga boleh sibuk-sibuk lagi. Semua biar pelayan yang ngurus kecuali aku dan Raja.'' Ujar Danu saat mereka tengah sarapan dikamar tempat mereka memadu kasih semalam.


'' Memangnya kenapa Mas? Kan aku juga ga repot kok. Lagian aku bosen kalao ga ngapa-ngapain kalo kamu udah pergi kerja.'' Jawab Mayang melihat heran pada suami yang sudah menjadikan malam tadi serasa malam pengantin kedua mereka.


'' Aku ga mau bibit-bibit yang sudah aku tanam semalam ga jadi. Itu semua calon adik Raja, kamu harus menjaganya dengan baik.'' Mengingat umur Raja yang 1 bulan lagi akan satu tahun, Danu sudah mulai ancang-ancang untuk memberi adik baru untuk Raja.


Mayang memutar malas bola matanya, ternyata suaminya menjadi posesif karena ingin punya anak lagi. Mayang tak mau menanggapi, perutnya sangat lapar akibat kerja kerasnya semal suntuk bersama Danu.


Mulai dari telentang, nungging, duduk bahkan sambil berdiri menempel dinding. Mayang benar-benar dibuat kewalahan oleh Danu untuk mengikuti ritme permainan ganasnya itu.


Tapi Mayang yang awalnya kebingungan, malah dia yang makin menikmati meski dalam lelahnya. Goyangan Danu sungguh memabukan Mayang. Apalagi saat main belakang, lutut Mayang sampai menggigil menahan hentakan keras Danu yang menghujamnya tanpa ampun.


Mereka berhenti setelah tiga kali menyirami ladang gembur Mayang. Berharap akan ada satu binit unggul yang tumbuh di sana.


Setelah sarapan mereka selesai, Mayang dan Danu langsung menuju kamar dimana Raja menginap bersama Babysitternya. Sebelumnya subuh tadi Mayang sudah sempat menyusui Raja terlebih dahulu.


Raja memang tidak seintensif dulu menyusu, dikarenakan sudah ada makanan pendamping ASI. Meski demikiam, Mayang tidak berniat untuk menghentikan ASI kecuali jika dia sedang hamil.


Penunjuk waktu telah menunjukan pukul 11 pagi. Sesuai jadwal semua rombongan keluarga Baragajasa akan bertolak menuju rumah utama. Kecuali Tama dan Imah, mereka akan menusul nanti setelah dzuhur. Tentu mereka semua paham. Akhirnya Tuan Agung beserta cucu-cucunya, cucu mantu dan cicitnya beserta rombongan pergi meninggalkan hotel.

__ADS_1


________________


''Sayang, tiga hari lagi kita akan berangkat bulan madu. Dan semua disiapkan oleh Toni.'' Ujar Tama saat mereka beberes bersiap untuk ke luar hotel.


'' Iya Mas, aku nurut aja.'' Tama mencium singkat bibir seksi istrinya yang sudah menjadi candunya sejak dulu.


'' Dan satu lagi, setelah pulang dari bulan madu kita akan langsung tinggal di mension. Aku harap kamu mengerti sayang.'' Tama membelai lembut kepala istrinya. Imah mengangguk tanda setuju dengan semua rencana suaminya itu.


Tama sungguh bahagia karena telah berhasil mempersunting Imah. Wanita yang sangat dicintainya dan sudah menjadi semangat hidupnya.


Banyak hal yang sudah terencana dalam otak Tama, menciptakan bulan madu terindah dalam hidup mereka dan tentunya membawa Tama Junior saat kembali dari bulan madu mereka. Danu sudah merancang bulan madu panjang bersama Imah, selama satu bulan penuh. Keliling Eropa, Amerika dan Asia.


Selama itu jugalah dia akan terus bercocok tanam di sawah lembab Imah. Tanpa ampun dan tanpa jeda. Sungguh Tama sudah sangat ketagihan dengan pergumulan panas mereka.


______________


Semua penghuni rumah utama melambaikan tangan saat sebuah mobil mewah malaju meninggalkan halaman rumah besar itu.


'' Semoga Imah langsung hamil saat kembali nanti.'' Gumam Imah dengan senyum bahagianya.


'' Begitu juga dengan kamu, segera hamil lagi.'' Bisik Danu lembut ditelinga Mayang sambil merangkul pinggang langsing istrinya itu. Tuan Agung hanya geleng-geleng saat melihat tingkah cucunya yang tidak melihat tempat itu.


'' Toni, selama aku bulan madu jangan pernah hubungi aku jika tidak pentingi-penting sekali.'' Ujar Tama saat akan memasuki ruang tunggu VVIP.


'' Baik Tuan Muda.'' Toni membungkukan badannya sebagai rasa hormat pada Tuan Mudanya.


Setelah itu Tama beranjak pergi menuju ruang tunggu VVIP. Mereka akan menggunakan jet pribadinya untuk berbulan madu keliling dunia.


'' Bersiaplah sayang, akan ku buat kamu tersenyum bahagia dan juga kelelahan. Target ku, kita pulang bawa oleh-oleh calon Tama Junior.'' Imah mencubit perut Tama. Sungguh bayangan-bayangan malam panas mereka kembali terlintas dalam benaknya.

__ADS_1


'' Aww, sakit sayang. Nanti yang dibawah juga ikut bangun, mau tanggung jawab?'' Tama mengedipkan mata genitnya.


__ADS_2