
" aku tidak menyangka kalau tuan muda ini baik hati meski dia sudah berda di atas langit tetapi dia tetap renda hati. semoga putra dan putriku dapat berkenalan dengan tuan muda xi dan berteman baik" gumam janda me menatap ke arah belakang mobil arifli yang sudah pergi dan menghilang dari hadapannya.
di kampus ollu kelas yang ada di lantai 3 kelas yang berda di pojokan di meja paling belakang alwi duduk bersebrangan dengan johanlu dengan muka datar dan dingin dia menatap ke arah pintu masuk di mana di pintu masuk sedang berjalan dua orang 1 pria dan 1 wanita cantik dengan tubuh yang seksi serta kulit putuh di padukan dengan rok pendek serta jas yang melekat di punggungnya. dia berjalan masuk di belakan pak bandrio cu
"pagi semuanya " ucap bandrio menyapa mahasiswanya.
"pagi pak" ucap mahasiswa dengan serempak
"hari ini kita kedatangan dosen baru dan beliau akan menjadi dosen kalian di sini dan mata pelajaran dia adalah ekonomi bisnis" ucap bandrio melirik dosen baru itu dan mengalihkan pandangan ke arah siswanya.
" dan untuk selanjutnya saya harap kalian sopan terhadapnya seperti kalian menghoramiti orang tua kalian" ucap pak bandrio dan meninggalakn ruangan kelasnya.
"halo semua perkenalkn nama saya sofi " ucap sofi dengan raut muka datar dan dingin ke pada semua siswa dan melerik ke arah belakang dan melihat alwi.
stelah beberapa waktu pelajaran pertama mereka berjalan dengan sangat baik dan lancar sampai akhirnya hari sudah mulai soreh dan menunjukan jam pulng.
di sisi lain sebelah selatan kota ollu sebuah kawasan perumahan elit, rams sedang duduk di atas sopa dengan di temani alivia sekretaris pribadinya dan pengawal yang berdiri di depan pintu masuk.
"tuan saya sudah mengutus orang untuk menjadi dosen di kampus universitas ollu untuk membantu tuan muda, dan membantu pengambil sampel darinya" ucap alivia melaporkan tugasnya yang telah dia laksanakn.
"baik jika dia sudah mendapatkannya maka kamu cepat bawa ke aku" ucap rams melirik ke arah alivia dengan tatapan penuh harap.
"baik tuan, dan untuk masalah di taman aku sudah menghubungi janda me dan mereka telah membantu tuan muda dari keluarga long dan wu
mereka tidak saat tuan muada baru pertama mendaftar di kampus universitas ollu tuan". ucap alivia melaporkan apa yang dia selidiki bersama bawahannya.
"kamu biarkan saja dia jangan terlalu mencolok aku tidak mau tuan muda kita dalam bahaya" ucap rams dengan tegas memberi perintah kepada alivia.
hari demi hari penyelidikan alivia terhadap alwi terus berlanjut begitu pun dengan sofi dosen yang di tugaskan oleh alivia. dan kini genap 1 bulan sofi pun mendapatkan apa yang dia cari setelah dia berhasil membuntuti alwi ke kamar mandi dia mendapatkan sehelai rambut yang ada di sisir alwi yang dia lupa di kamar mandi.dengan terburu dia menemui alivia dan menyerahkan sehelai rambut alwi ke alivia.
trin trin....
__ADS_1
"halo ada perkembangan" ucap pria paruh baya di seberang setalah telepon tersambung, dengan nada yang bersemangat.
"iya tuan saya sudah menemukan apa yang tuan cari dan kini saya sedang berada di laboratorium dan menunggu hasil tesnya keluar tuan" ucap alivia dengan bersemngat
"baik kalo begitu aku tunggu kamu di jansonni centure" ucap rams dengan bersemngat. tampa menunggu jawaban dari alivia dia menutup teleponnya dan buru buru membrikan kabar kepada tuan besar jordan xi.
"ma-maaf tuan besar saya ingin memberitahukan kalau apa yang tuan besar tunggu selama ini sudah aku dapatkan tuan" ucap rams setelah telepon terhubung dengan jordan xi
"benar apa yang kamu katakan rams, kalau begitu aku akan kesana, dan kamu beritahu pemimpin kota kalau aku ingin menemuinya, dan kamu atur tempatnya" jawab jordan xi dengan semngat.
dan tuan jordan xi pun dengan semangat dia pergi meninggalkan kediamannya yang berada di galung dan menuju ke kota ollu. dengan menggunakan jet pribadinya dengan cepat tuan besar jordan xi telah sampai di kota ollu.
seketika kota ollu menjadi gempar akan kedatangan orang nomor 1 di dunia dan menjadi perbincangan terhagat di media sosial ataupun stasiun tv ollu.
..di tengah pusat keramain kota ollu di dalam gedung kuning, di ruangan yang luas nan elegan, seorang pria setengah paruh baya duduk di sofa, kaki menyilang dan tatapan lurus ke arah layar laptop kerjanya. memandangi artikel yang di muat kabar ollu hari ini.
"ada apa ini kenapa tuan besar jordan xi tiba² datang di kota ollu? apa ada masalah yah " gumam pria setengah paruh baya dengan raut muka yang bingung.
suara telepon masuk memecahkan hayalannya
"nomor baru siapa ini" suara kecil terucap dibibirnya. pria setengah paruh baya, yang bernama masang xu dia adalah ayah dari depita xu, pemimpin di kota ollu dan di segani oleh banyak masyarakat kota ollu.
"halo... maaf tuan siapa yah " dengan terbata² dia menjawab telepon di seberang
"tuan masang xu ini aku rams" belum selesai berbicara masang xu memotong cerita rams
"tuan rams maaf tuan saya lancang saya tidak mengenal nomor tuan" ucap masang xu dengan raut muka yang di tekuk serta keringat yang membasahi punggungnya.
"tidak apa tuan saya yang salah, tuan masang xu
tuan besar jordan xi mengundang anda sekeluarga datang ke jansonni centure untuk makan malam besok tuan" ucap rams memberitahukan maksudnya. karna sebelum tuan jordan xi berangkat dari rumah dia memberitahukan rams untuk menhubungi pemimpin kota kalau dia mau bertemu.
__ADS_1
"suatu kehormatan bagi saya tuan di undang oleh tuan besar makan malam bersama." ucap masang xu dengan raut muka yang gembira karna apa yang dia impikan, akhirnya bisa tercapai, dan ini sebuah ke untungan besar bagi kota ollu.
"kalau begitu tuan di tunggu kedatangannya" tampa menunggu jawaban dari masang xu, rams langsung mematikan teleponnya.
...di bandara udara tula daeng kutaknang pukul 10 pagi, telah banyak pengawal yang berjaga dan menunggu kedatang tuan besar jordan xi. dengan pakain serba hitam dan kaca mata hitam yang di tempatkan di tempat strategis. seketika orang yang menjalankan aktifitas di bandara menjadi hebo atas apa yang terjadi.
"ada apa ini kenapa banyak orang bertubuh kekar di bandara"
"hei lihat bukan kah itu mobil rams orang terkaya di kota ollu ini" ucap salah seorang di kerumunan.
setelah melihat rolls royce Phantom Drophead. yang berhenti di depan mobil sport lain seperti bukati dan bmw seri terbaru.
dengan pemandangan yang begitu menabjukkan dan pengawasan yang super ketat dari pengawal pribadi sampai ke petugas kota ollu yang turut mengamankan area bandara. karna sudah di berikan perintah oleh masang xu kalau tuan besar jordan xi akan datang berkunjung ke kota ollu.
setalah beberapa saat rams keluar dari mobilnya dan berjalan memasuki bandara dan duduk di ruangan tunggu untuk melihat kedatangan tuan besar jordan xi. seketika semua mata tertuju ke arah dimana rams duduk sendirian dan memainkan ponselnya. dengan raut muka gembira bercampur cemas. serta keringat dingin yang terus keluar dari dahinya karna telah lama dia menunggu momen ini.
di pintu keluar bandara tula daeng kutaknang berjalan pria paruh baya dengan stelan sederhana memakai kemeja biru dan celana jeans serta sepatu snaikers. dia berjalan lurus ke arah rams dan sekstika rams pun berdiri dan meberi hormat tuan besar jordan xi dengan membukukan badanya. dan semua orang pun menjadi melongo atas apa yang mereka lihat barusan karna baru pertama kali mereka melihat orang terkaya di kota ollu membukukan badannya di depan pria paruh baya.
"siapa pria itu kenapa tuan rams sangat menghormatinya"
"apa dia keluarga teratas di negara lompo lame ini yah" bisik salah satu orang yang berkerumun melihat kelakuan rams.
karna tuan jordan xi belum banyak yang perna melihat ataupun mengetahui identitasnya. akan tetapi tepat pada hari itu banyak yang beranggapan kalau dia adalah orang kaya yang sering menolong orang tampa memandang statusnya. yang di kenal di masyarak sebagai dewa lio.
"rams bangunlah" ucap tuan jordan xi kepada rams.
"mana yang kamu temukan itu" ucap jordan xi acuh tak acuh
"tun mari saya antar" ucap rams dengan sopan.
tuan jordan xi pun berjalan di depan dan di ikuti oleh rams, aryo, jodi, dan leon yangberada di belakang.
__ADS_1