Tuan Muda Yang Hilang

Tuan Muda Yang Hilang
rencana besar tuan jordan xi


__ADS_3

"jadi orang seperti apa pemimpin kita"


"aku mau dong jadi yang keberapapun"


"apakah masih mudah"


bisik para hadirin yang ada di dalam aulah yang besar menampung 4000 orang sekali gus.


tetapi kali ini yang di kumpulkna hanya orang² yang memiliki jabatan tinggi di perusahan yang di kumpulnkan.


di sebelah utara ollu di bukit tinggi dengan pemandnagan yang indah dengan pepohonan rindang di sekitarnya terletak sebuah rumah seperti kastil dengan nuansa kalsik kuno mengambarkan semua status sosial di padukan menjadi satu dan membentuk kesan indah bagi pemiliknya, dengan cat rumah warna putih kekuningan ditamba model rumah mirip seperti kastil yang teletak di lereng bengkeng bukit.


dengan fasilitas moderen dan canggih serta kamera cctv yang di pasang di setiap sudut ruangan kecuali ruangan kontrol dan kamar krna areah tersebut adalah privasi.


penjagaan di kastil pun sangat ketat memasuki kastil saja harus melewati 3 pos penjaga di mana setiap pos di pasang alat yang canggi dan setiap pos pun ada 10 orang penjaga dengan tubuh kekar karna penjaga di sana adalah tetara sewaan dari timu dan barat.


di dalam ruangan keluarga tuan besar jordan xi membuka album foto kenangan anaknya yaitu lafi xi bersama anaknya dan juga cucunya alwi yang sebtar lagi akan bertemun dengannya.


"ting" bunyi bel yang di pencet seseorng dari pintu luar di mana di sana ada rams dan juga alivia.


"masuk" ucap jordan xi yang seketika sadar dari lamunannya.


"tuan pemimpin kota sudah menunggu kita di jansonni centure tuan" ucap rams memberitahukan maksud ke datangannya.


"iya sudah ayo kita ke sana" ucap tuan jordan xi


lalu mereka pun pergi meningalkan kediaman tuan besar jordan xi yang ada di kota ollu. di dalam perjalanan menuju jansonni centure tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut merek.


"selamat datang taun" ucap penjaga keamanan dan menundukan kepalanya.


jordan xi hanya mengangukan kepalanya sedikit dan berjalan memasuki jansonni centure. karna rams hanya memesan ruangan VIP lantai satu dengan cepat rams memasuki ruangan VIP yang di pesannya dimana di dalam ruangan sudah adah pemimpin kota yaitu masang xu, bersma istrinya rina feng dan juga putri tungalnya depita xu.


melihat kedatangan tuan besar jordan xi dan juga rams mereka dengan serempak berdiri dan menyapa tuan rams dengan menundukan badannya.

__ADS_1


"selamat malm tuan" ucap masang xu dengan serempak bersama keluarganya.


"jangan terlaku berlebihan tuan masang xu ayo cepat bangun" ucap jordan xi dengan menyuruh tuan masang xu bangun dan berjalan ke arah tuan masang xu lalu mereka berjabatangan dan memperkenalkan dirinya


"ini istrimu tuan masang xu" ucap jordan xi dengan sopan.


"iya tuan ini istri saya namnya rina feng dan ini putri saya depita xu" ucapmasang xu dengan sopan


lalu tuan jordan memperkenalkan dirinya di hadapan keluarga masang xu


"halo saya jordan, dan ini rams kalian pasti tau siapa rams bukan karna dia sudah lama di sini dan mengembangkan kota ollu ini" ucap jordan xi dengan semangat dan gembira.


"ohiya silahkan duduk tidak usah terlaku formal terhadap orang tua ini, rams kamu pangilkan haris dan suruh dia menyiapkan makanan yang enak, setelah itu kamu kembali dan ikut gabunglah bersama kami" ucap jordan menawarkan duduk kepada keluarga masang xu dan meminta rams pergi memesan makanan.


"ternyata tuan jordan baik sekali, dan tidak melupakan hal sekecil apapun semoga putriku kelak bisa berkenalan sama ketrunan tuan jordan"


gumam amsang xu dengan tatapan penuh kagum ke arah tuan jordan.


setelah selesai membaca dia melihat uang sakunya sudah menipis dan dengan raut muka yang bersabar dan pasrah akan kedepannya lalu dia kembali mengigat pesan dari ibu dan juga pak budon.


"alwi kamu kenapa kok kelihatan tidak bersemangat sekali" ucap roiji yang menepuk pundak alwi


"aku mau mencari kerja paruh wkatu akan tetapi kuliahku juga tidak terganggu" ucap alwi dengan melemas.


"arif li kamu ada tidak pekerjaan di restoran ayahmu" ucap roi ji bertanya ke pada arif li


"aku tidak tau roi tapi besok kan kita tidak masuk gimana kalau kita ke restoran ayahku sekalin kita tanya apa kekurangan orang apa tidak" ujra arifli


"kamu tenang saja aku akan pinjamkn uang ke pada kamu dan kamu bisa kebalikan kapanpun ke padaku jika kamu sudah punya uang jika tidak di kembaliakn juga tidak apa" ucap johanlu yang menatap alwi dan memberikan uang 10 juta kepada alwi


"terimah kasih johan aku akan kembalikan uang kamu secepatnya, setelah aku ada kerjaan"


"aku minta maaf banyak ngerepotin kalian" ucap alwi dengan wajah yang bersalah terhadap teman2nya.

__ADS_1


"maaf tuan tuan membuat tuan menunggu lama" ucap manejer haris rm dengan keringan yang meneter di dahinya.


"ayo cepat taro makannya aku sudah lapar dan satu lagi aku pesan air putih yah. dan tolong keluarkan agur italia yang kamu punya" ucap jordanxi dengan melirik ke arah haris ram


"maaf tuan masang xi pelayanan di sini agak lama" ucap jordan dengan raut muka bersalah


" tidak apa tuan kami yang bererima kasih karna sudah mengundang kami makn malam bersama."


ucap masang xu


"yasudah ayo makn dulu, ayo nak silahkan di makn" ucap jordan dan melihat ke arah depita.


"tuan jordan xi kenapa tuan rams sangat takut pada tuan" ucap depita dengan polos.


namun raut muka masang xu sudah berubah merah karna marah akan sikap dari putrinya. tetapi dia tidak bisa meluapkan amarahnya di depan tamu terhormat, dan juga rams yang duduk diam di sebelah tuan jordan.


"hahaha.. kamu tidak usah panggil aku tuan kamu panggil saja aku kakek dan kelihatannya kamu seumuran sama cucu kake," ucap jordan tampa mempedulikan perubahan raut muka dri masnag xu.


"apa... dia tidak marah sama sekalih" gumam masang xu dan bertatapn sama istrinya atas apa yang di lakukan barusn oleh putrinya.


"jadi tu. eh kakek punya cucu. namanya siapa kek" ucap depita bertanya ke pada tuan jordan.


"nanti juga kamu akan tau nak, dan untuk rams dia itu dulu aku yang menolongnya dan sekrng dia mengikuti aku sudah lama sekali dan dia adalah kepala pelayan di keluafgaku, akan tetapi sejak kejadian 23 tahun yang lalu terjadi bencana sama keluaga kakek, dan saat itu aku ke kota ollu. dan membangun rumah di bangkeng bukit di sebelah utara kota ollu karna melihat perkembangan ekonomi di sini tidak memadai dan banyaknya penduduk penganguran, aku menyuruh rams mendirikan capabang perusahaan gorup dampang xi dengan nama group dampang"


ucap jordan xi mengungkapkan apa yang terjadi 23 tahun yang lalu.


"dan tujuan aku mengundang keluarga kalian makan malam iyalah aku akan mengembangkan distik militer di daerah kota ollu tapi itu akan rahasia dan yang akan mengembangkannya nanti adalah cucuku bukan aku, jadi bage mana tuan masang xu" ucap jordan xi dengan melirik ke arah masang xu dan menunggu jawabn darinya.


" maaf tuan kalo soal itu aku setuju dan juga ini akan bermanfaat di masah depan nanti tuan" ucap masang xu menyetunjui maksud dari tuan besar jordan xi


depita pun hanya bisa melongo akan jawaban dari tuan jordan yang berfikir sudah 10 meter di depannya walaupun sudah umur 70 tahun tetapi dia masih memikirkan tetang banyak orang.


setelah selsai makan malam dan.mium bersama dengan canda tawa sesekali. dan malam pun semakin larut dan mereka semua meningalkan kota jansonni centure dan berpisah di depan gerban jansonni centure.

__ADS_1


__ADS_2