Tuan Muda Yang Hilang

Tuan Muda Yang Hilang
45 Malaikat Penolong


__ADS_3

Sejak aksi protesnya tarhadap sikap over protektifnya Danu, Mayang lebih banyak diam. Dia memilih mengurangi intensitas bicara dengan suaminya. Hatinya masih kesal dengan Danu yang menurutnya tidak mengerti maksud hatinya. Semua kebutuhan Danu dia siapkan seperti biasa, semua tugas dan kewajibannya dijalankan dengan semestinya. Namun kekecewaan dihatinya belum bisa dia hilangkan, tidak ada yang tahu walau Mayang berharap Danu yang seharusnya mengerti isi hatinya.


Saat ini Mayang dan Raja sedang berada disebuah taman kota, ya walaupun banyak drama yang terjadi sebelumnya, namun akhirnya Danu mengijinkan tapi dengan syarat pengawasan tetap sama.


'' Sayang, lihat itu ada ayunan. Ayo kita mainan ayunan sayang.'' Mayang berjalan ke arah ayunan sambil menggendong Raja. Baru empat langkah Mayang berjalan tiba-tiba ada seorang anak kecil berumur 3 tahun menabraknya dari samping.


'' Maaf sayang tante ga sengaja. Adek ga apa-apa?'' Mayang membantu anak laki-laki itu berdiri. '' ga apa nte, Ibal minta maap -uga.'' Mayang tersenyum dan membelai kepalanya sambil mengangguk.


'' Iqbal, ayo sayang. Ibu sudah jemput.'' Mayang dan Iqbal menoleh dan melihat ke arah pria yang memanggil Iqbal. '' Iya Yah. Tate Ibal pelgi dulu.'' Mayang mengangguk dan kembali tersenyum. Lalu Mayang melanjutkan langkahnya menuju ayunan.


Langkah Mayang terlihat berhenti, bayangan kecelakaanya waktu itu tiba-tiba muncul lagi. Mata Mayang membulat sempurna seakan dia mengingat sesuatu yang selama ini dia cari.


'' Malaikat Penolong.'' Mayang langsung membalikan badan dan mengedarkan pandangan kesegala sarah mencari malaikat penolong yang dia maksud.


Dari kejauhan Mayang melihat pria yang dia maksud malaikat penolong itu. Pria itu terlihat berjalan menggunakan satu tongkat diketiaknya bersama Iqbal anak kecil yang menabraknya tadi.


'' Tuaaaan.'' Mayang berusaha mengejar, tapi Iqbal dan Ayahnya sudah melaju cepat dengan sepeda motor yang dikendarai oleh sorang Ibu-Ibu.


'' Tuan, aku tidak akan melupakan pertolonganmu. Kalau bukan karena anda, mungkin saya dan anak saya tidak akan selamat. Sampai kapanpun aku akan terus mencarimu Tuan.'' Mayang menatap kepergian mereka dengan tatapan sendu.


'' Aku yakin, kaki anda terluka karena kecelakaan itu.'' Mayang menangis dan memeluk Raja untuk mengurangi kesedihannya.


Masih teringat jelas diingatan Mayang, bagaimana tragedi itu terjadi. Sebuah mobil melaju kencang ke arahnya, dan tiba-tiba sebuah motor mengahalangi sehingga motor itu yang terpental ditabrak mobil. Sebelum Dia di bawa ke ambulan, Mayang melihat dengan jelas wajah malaikat penolong itu dan tubuhnya penuh luka parah.


'' Nyonya ada apa?'' Babysitter mendekat dengan wajah cemas.'' Ga apa-apa, kamu ajak Raja main ayunan. Saya mau istirahat dulu.'' Setelah Raja digendong Babysitternya, Mayang terlihat duduk termenung memikirkan cara menemukan Malaikat Penolong itu.


-


-

__ADS_1


-


Selepas aksi Tama mencium paksa Imah ketika waktu makan siang itu, Imah semakin memperlihatkan kekesalannya terhadap Tama. Namun hal berbeda, Tama malah semakin gencar mendekati Imah. Banyak perhatian yang Tama berikan. Meski Tama tidak menyatakan cinta secara langsung, namun Tama tidak gengsi-gengsi lagi menggoda Imah. Sikap kasar, ketus, arogan dan sok tak pedulinya berubah seratu delapan puluh derajat. Sikap Tama lebih lembut, lebih mudah senyum, dan bahkan tidak pernah segan-segan memperlihatkan dihadapan orang lain betapa perhatiannya dia kepada Imah.


'' Wah sepertinya Singa Hutan belum datang. Syukurlah.'' Belum sempat Imah duduk, sebuah buket bunga cantik berada tepat diwajahnya.


'' E bonyok.'' Imah terkejut.


'' Bunga cantik untuk bidadariku tercantik.'' Tama mulai lagi dengan aksi merayunya.


'' A a aciiim.'' Imah bersin tepat ke wajah Tama. Tama yang sudah mulai gila malah tersenyum senang.


'' Terimakasih manis, aku suka.'' Tanpa aba-aba Tama meletakan buket bunga itu digenggaman Imah dan melongos pergi begitu saja. Imah hanya bisa pasrah menatap Tama yang sudah hilang masuk ruangannya.


'' Maksudnya apaan sih? Sok perhatian, sok pake romantis-romantisan. Pacar ngga, istri apalagi. Dasar ga jelas, ga tegas jadi cowok.'' Sewot Imah.


Imah menjawab dengan memonyongkan mulutnya ke arah pintu ruangan Tama yang berada didepan mereka.


'' Belum ditembak juga?'' Imah menggeleng lemah.


'' Mau aku kasih saran ga biar mba Imah tau sebenarnya Tuan Tama suka atau ga sama Mba Imah.'' Imah menatap Sekretaris Tama dan mengangguk cepat. Mereka terlihat berbisik, wajah Imah seketika tersenyum saat mendengar saran dari Sekretaris Tama itu.


*****


Di sebuah tempat tampak Mayang bersama beberapa pelayan dan beberapa pengawal tengah sibuk menata banyak barang pada sebuah bangunan berlantai dua yang akan di sulap menjadi mini market. Lantai satu telah di isi dengan bebagai macam barang dengan beraneka produk kebutuhan harian seperti yang biasa dijual pada mini market lainya. Sedangkan lantai dua, diisi khusus dengan aneka frozenfood dan buah-buahan segar. Mulai dari aneka daging halal, kentang siap saji, nuget, sosia, dan juga aneka sayuran segar.


'' Nyonya, semua sudah siap pada tempatnya. Barang-baranh di gudang belakang juga sudaj kami rapaikan. Jadi apa selanjutnya Nyonya?'' Ujar kepala pengawalnya.


'' Sekarang tolong hias lantai satu dan dua layaknya sebuah pesta kejutan. Pokonya yang meriah, balon yang banyak dan juga lampu kelap-kelip yang cantik.'' Jelas Mayang. Kepala pengawal mengangguk karena paham betul maksud dari Mayang tersebut.

__ADS_1


Mayang sangat bersyukur akhirnya dia bisa menemukan Malaikat penolongnya. Semua berkat bantuan Danu suaminya. Mayang awalnya ragu ingin bercerita kepada Danu tentang pria yang menolongnya waktu kecelakan itu. Tetapi rasa tak tenang Mayang membuatnya memberanikan diri untuk menceritakan kepada Danu.


Mayang tidak menyangka ternyata dulu Danu juga pernah mencari keberadaan pria penolong itu, namun karena kesibukan mengurus perusahaan membuatnya tidak fokus mencari Malaikat Penolong istrinya itu. Bahkan ide untuk membuat mini market ini adalah saran dari suaminya Danu.


'' Terimakasih sayang, kamu udah bantu aku menemukan Malaikat penolong aku dan Raja.''


'' Iya istriku sayang, apapun akan Mas lakukan untuk kamu dan Raja.'' Mayang tersenyum dan langsung memeluk tubuh hangat suaminya. '' Nanti minta double yah, semua harus ada upahnya.'' Bisik Danu tepat ditelinga Mayang. Satu cubitan sayang mendarat sempurna diperut Danu.


-


-


-


'' Maaf Tuan kami mau dibawa kemana?'' Seru seorang pria yang dibawa masuk ke dalam sebuah mobil bersama Istri dan anaknya.


'' Tenanglah Tuan, kami bukan orang jahat. Ini semua atas permintaan Tuan kami. Kami hanya menjalankan perintah.'' Pengawal berjas hitam itu menutup pintu mobil dan melaju membawa keluarga kecil itu.


'' Yah, apa kita dapat uang terkejut kali ya Bang? Lihat cara kita dijemput dan dibawa udah kayak di tv-tv gitu.'' Bisik sang Istri.


'' Sudah lah Bu, jangan kebanyakan halu. Siapa tau kita malah dalam bahaya. Sudah berdo'a aja semoga kita selalu dalam lindunganNya.'' Ujar pelan suaminya. Mendengar penuturan Suaminya, rasa takut malah muncul. Dipeluk eratnya putranya sambil mulutnya komat-kamit berdo'a seperti anjuran suaminya. Sang Suami hanya geleng-geleng melihat tingkah lucu Istrinya itu.


-


-


-


Hai..hai, jangan lupa like koment hadiah vote dan favorit yah. Makasih masih setia dengan cerita othor .. lov U 🙏🙏🙏😘🤗

__ADS_1


__ADS_2