Wanita Yang Tak "SEMPURNA"

Wanita Yang Tak "SEMPURNA"
1


__ADS_3

"PENYESALAN SELALU DATANG DIAKHIR" dan itu yang saat ini gue rasakan. Sungguh, betapa bingungnya gue saat kekasih yang teramat gue sayangi melamar gue. Dimana seorang wanita seharusnya mengalirkan air mata bahagia karna penantiannya telah berakhir beda halnya dengan gue menangis kebingungan ingin rasanya menjerit dan mengatakan gue mau tapi gue ga bisa.












Nama gue Amira Dwi Saraswati biasa dipanggil Mira, umur gue 21th. Gue bekerja sebagai fotografer di studio kecil milik gue sendiri. Gue anak ke 2 dari 3 bersaudara, kakak adik gue cowo dan itu artinya gue "the only one".


Jangan bayangkan gue jadi anak kesayangan bak seorang putri dalam kerajaan, karna pada kenyataan itu omong kosong yang harus gue telan kotak kotak bukan bulet lagi.


Emak gue selalu membandingkan kita bertiga tanpa ada perbedaan jender dan asal kalian tau gue selalu berada diatas mereka mulai dari kecantikan, IQ sampai nasib gue yang selalu beruntung. Walau itu semua harus nampak dari tubuh pendek gue yang selalu disebut bocil (bocah cilik) Aargh!!!


__ADS_1


Selain memiliki keluarga yang lengkap gue juga memiliki cowo yang pantas gue sebut "priaku". Raka Wijaya, seorang pengusaha muda berusia 21th berparas tampan dan memiliki tinggi badan yang menjulang bagai tiang. Gue sangat mencintainya dan ga akan melepaskannya ibaratnya kalo dia anjing udah gue iket lehernya biar ga lari kemana mana.




Seperti biasa gue sedang pemotretan disebuah taman dengan sepasang kekasih yang akan menikah bulan depan. Mereka mempercayakan foto pre wedding serta acara pernikahan mereka ke tim studio gue. Dengan Dimas partner gue, kita selalu selesaikan semua kerjaan sampai tuntas agar tidak mengecewakan pelanggan kita.



Dimas: "Mbak.. motret pasangan mulu, kapan mbak Mira nya yang difoto bareng pasangan?"


sela Dimas disaat waktu istirahat gue yg sedang duduk dibangku taman sambil melihat hasil potret yang tadi gue ambil.



Amira: "Ntar nunggu ada yang ngelamar"



Dimas: "Ya udah Dimas lamar sekarang ya mbak?"


Wajah girang Dimas bagai dapet lotre siang bolong ditanggapi dengan jurus penolakan seorang Amira yang bertengger kekeh di wajahnya. Gue lirik dia dengan tatapan tajam, gue angkat bibir atas kiri gue sedikit dan berkata


"Sampe gajah bisa bertelor gue juga ogah nikah sama lo".


"Jakun kaga punya, bulu mata kaya cewe,atur tuh muka jangan sampe gue punya pikiran lu mau jadi waria". Sambung gue dengan meninggalkan dia yang masih setia duduk dibangku taman.


__ADS_1







Ting!!!




Gue terperanjat dari kasur menuju meja kerja gue karna mendengar sebuah pesan masuk ke hp gue. Gue baca nama yang tertera disana "BANGKE"


Gue kaget, dengan cepet gue buka pesan whatsapp itu.



"kurcaci,, ini malam minggu... apa kamu tetep ga ngizinin aku main?!!"




itu kata yg tertera dari ponsel pintar gue.

__ADS_1


Ayoyooiii!!! apakah ini malam minggu? mati sudah gue



__ADS_2