Wanita Yang Tak "SEMPURNA"

Wanita Yang Tak "SEMPURNA"
Malioboro 2


__ADS_3

Kelarnya gue dengan panggilan alam itu gue bergegas keluar. Gue melihat kanan kiri begitu banyak orang tapi ta satupun gue kenal kecuali Dimas yang pastinya sekarang dia lagi molor kaya kebo di hotel yang kami inapi.


Cukup lama gue berdiri dengan diam yang hanya diselimuti angin malam disekitar malioboro. Hingga gue tersadar ada seseorang disebelah kiri gue. Gue arahkan pandangan gue padanya, mata gue ta henti hentinya mengerjap melihat seseorang dengan manisnya tersenyum kepada gue. Gue menyakinkan diri gue sendiri apa benar itu dia?


" Hai Ra" sapanya.


Gue masih diam ta menjawab.


"Are you ok? tanyanya, gue hanya mengangguk angguk dengan mata tak berkedip.


Apa gue ini lagi ngimpi di WC umum dan belum keluar yah?


Apa gue ini lagi ketiduran sambil jongkok?


Oh astaga! Apa ini kebiasaan baru gue?


Reflek gue cubit pantat gue.


"adawww.."


Sakit coy!!! Ini bukan mimpi? Kenapa gue cubit pantat gue? ya karna masa iya gue nyubit tangan gue sakit dong kan tangan gue ga ada dagingnya yang bagian tebel kan cuma pantat.


Raka: "Ra lo kenapa?"


Amira: "Ini lo Raka?" tanya gue sambil memencet hidungnya.


Raka: "Haha.. ya iya lah gue Raka, emang lo punya temen lagi yang mukanya kaya gini?"


Amira: "Oooh.. lo ada urusan apa disini? jangan bilang lo kangen lagi sama gue" ledek gue.

__ADS_1


Raka: "Iya gue kangen lo Ra"jawabnya.


Apa?! Apa?!


Dia barusan bilang kangen gue!


Raka kangen gue?!


Gue diam 1000 bahasa 100 ras 10 suku.


Amira: "Haha.. mulai pinter bercanda lo ya Ka"


Raka: " Gue serius Ra" gue bisa lihat tatapan matanya yang tajam gue mulai kikuk, canggung dan ga tau harus ngapain.


Raka: "Amira gue suka sama lo"


Amira: "Hehe.. becanda lo mulai keterlaluan Ka" Gue yang merasa canggung hendak melarikan diri tapi tangan kiri gue ditahan olehnya.


Raka: "Hari hari kemarin lo selalu ada buat gue, menghibur gue dengan segala tingkah polos lo. Gue ingin lo terus berada disamping gue Ra"


Woi kawan!!! ada aturan ga sih kalo udah keluar WC umum terus masuk lagi tapi jangan bayar. Gue pengin kabur dari Raka yang lagi kesambet setan.


Amira: "Gue ga mau pacaran Ka, karna gue ini lagi nyari calon suami" sebenernya ini hanya bentuk penolakan lembut gue.


Raka: "Ok kalo gitu kita ta'aruf, kalo perlu gue lamar lo sekarang" gue langsung geleng kepala secepat kilat.


Raka: "Kenapa? Lo ga suka sama gue? Gue kira perlakuan lo akhir akhir ini karna lo ada rasa ke gue. Ok kayanya gue udah salah duga, Sorry Ra"


Gue melihat wajahnya kembali suram, senyumannya hilang dan dia melepaskan genggaman tangannya. Dia berbalik dan hendak pergi, tapi dengan cepat gue hadang dengan tubuh gue dan tangan gue yang terlentang.

__ADS_1


Amira: "Bukan itu maksud gue" Dia hanya diam sembari menatap mata gue seakan meminta jawaban yang pasti.


Amira: "Maksud gue kita pacaran aja dulu jangan bahas ngelamar dulu" jelas gue dengan lembut.


Raka: "Jadi lo mau Ra pacaran sama gue?" senyumannya kembali semula membuat gue jadi lega.


Gue anggukan kepala sebagai jawaban. Tapi tunggu ga semudah itu dong..


Amira: "Tapi gue ga mau pacaran sama pengangguran Ka" pinta gue.


Raka: "Ok! tenang aja mulai besok aku mulai ngantor lagi, demi kamu" katanya dengan memeluk gue.


Gue yang dipeluk ya diem aja lah lumayan lah anget anget dikit, lagian rejeki mah sayang kalo ditolak apa lagi kalo cakepnya kaya Raka gini.


Raka: "Boleh ga Ra mulai sekarang jangan ngomong lo gue sama aku?"


Amira: "Lah napa? keren tauu" kata gue sambil memonyongkan bibir gue di pelukan Raka.


Raka: "Aku mohon Ra"


Amira: "Ok !"


~Flashback of~


Ck. pernyataan perasaan didepan WC umum malioboro?


Wow Raka!!!


Wow! lo cowo pertama yang dengan beraninya nembak gue didepan WC umum.

__ADS_1


Gue yang dulu mengiyakannya bukan karna ada rasa cinta atau sayang, tapi karna gue iba jika harus melihatnya terpuruk lagi.


Tapi biarlah itu menjadi rahasia gue sendiri dengan Tuhan, karna gue yang sekarang adalah Amira Dwi Saraswati wanita yang sangat teramat mencintai Raka Wijaya.


__ADS_2