
"Ooy... mabar Moba yok?" ajak Mira pada Aldo dan Angga.
Aldo: "Hayook hayok, invite punya gue Ra"
Angga: "Gue Hanzo tanpa diganggu gugat" jawab Angga penuh antusias.
Aldo: "Gue Alu deh"
Gue tercengang, ini Rumah Sakit looh. Apa temen temen gue ini udah mulai ga waras yah batin gue kala itu.
Angga: "Lo pake hero apaan Ra?" tanya Angga pada wanita yang duduk disamping gue.
Aldo: "Idih lo pake Karina, wah awas aja ya kalau ngintilin gue. Gue jalan sendiri"
Angga: "Iya! Lo ga usah ngikut gue juga Ra. Karina cuma nyampah mulu, ntar lama lama gue buang lo juga ketempat sampah"
Ga ada jawaban dari pemilik nama Amira. Dia sedari tadi fokus pada ponselnya.
Amira: "Berisik! liat aja ntar"
Angga: "Nah loh.. Gue first blood kan, emang gue ini udah jago. Sambil merem juga bisa MVP hahaha.."
Gue mulai memejamkan mata berusaha untuk tidak memperdulikan keberadaan mereka.
Angga: "Woi Alu! ngapain lo kesitu, mati ntar lo mundur mundur"
Aldo: "Bisa ko, tenang gue udah level 10 Hayabusa baru 8"
__ADS_1
Angga: "Nah loh.. ngandel toh ngandel! dikandani ra ngrungokno, modar toh sampean modar!" celoteh Angga dengan bahasa jawa medoknya.
Aldo: "Berisik lo, ga usah pake bahasa medok deh gue ga tau artinya. Lagian tadi tuh 3 lawan 1curut!"
Raka: "Gue ini mau istirahat loh, lo pada bisa diem ga?!"
Amira: "Lo kalo mau bobo tinggal bobo kali.. Apa perlu gue boboin dulu?" katanya tanpa menoleh dari ponsel yang sedang iya mainkan.
Gue amati wanita itu, dia nampak berkonsentrasi pada permainannya. Gue lihat kedua jempol nya yang bergerak cepat dan bola matanya yang bergerak kesana kemari.
Aldo: "Waah kayanya ni si Funny AFK deh"
Amira: "Ga usah ngurus yang lain, liat map turret kita banyak yang kebobolan. Ngga lo naik serang atas ajak Hanabi, Alu udah level 15 kan? coba lo serang lord sendiri ntar kalo lo dikepung gue bantu" instruksinya tanpa memalingkan tatapan matanya dari ponselnya
Aldo: "Ra gue dikepung Ra, buru Ra 5 vs 1"
Angga: "Anjriiit, savege.. gila! Lo jago juga ya Ra"
Raka: "Ini Rumah Sakit kalo lo lo pada lupa" gue mencoba menyadarkan temen gue yang mulai menyulut api kemarahan gue meluap.
Aldo: "Bentar bro dikit lagi"
Angga: "Yeaah.. kita menang, main lagi yuk"
Aldo: "Yuk, gue undang lo ya curut"
Amira: "Gue ga ikutan"
Angga: "Laaah, ayo lah Ra sekali lagi deh" pinta Angga pada wanita IBLIS disamping gue.
__ADS_1
Amira: "Males, lo pertamanya doang yang first blood tapi akhirnya mati 5 kali ngekill cuma 7 itu pun 5 nyampah mulu dari gue. Paling lo lo pada mau ngintilin gue kan" jawabnya
Amira: "Nih Ka lo aja yang main" tiba tiba Amira menyerahkan ponselnya yang bermerek jenis buah keroak ke gue.
Raka: "Apaan? OGAH! Mata lo ga melek gue lagi sakit?!"
Amira: "CUPU!!! PAYAH!!! LEMAH!!!"Katanya dengan tatapan merendahkan gue.
Raka: "Apa lo bilang?!!!" emosi gue menaik, entahlah sejak kapan kalo dekat dengan wanita jutek ini emosi gue naik ibarat gue kompor dia bensin.. tiap deket yang ada apinya makin gede.
Amira: "Lo tau suara ayam? Pekok.. Pekok.. Pekok (artinya bodoh)
Karna gue merasa tertantang, gue ambil ponsel itu dan gue mulai main. Ga banyak main, hanya 3 kali tapi gue langsung kena caci maki dari yang punya ponsel. Karna 3 kali main gue selalu kalah mulu, mulai dari hero Alucard, Karina gue ngikutin dia sampai Layla hero paling dasar tapi tetap sama aja hasilnya K.O
Amira: "Siniin deh handphone gue, payah! ga jago nge game"
Raka: "Bentar sekali lagi" bantah gue yang masih dengan eratnya memegang handphone si IBLIS.
Amira: "Ga! Gue tadinya udah Epic yah, bisa bisa gue turun jadi GM lagi. Lagian kuota gue mubazir dipake buat hal yang merugikan gini"
Raka: "Ntar gue ganti deh" gue masih kekeh memegang handphonenya.
Amira: "Ganti pake apaan?!"
Raka: "Duitlah" jawab gue ketus pada wanita disebelah gue ini
Amira: "Emang lo punya duit? Lo kan ga punya kerjaan, lo itu pengangguran tetap. Masa iya sih Direktur Wijaya Corp mau ngutang ke pemilik studio kecil yang masih ecek ecek. Eh gue salah, maksud gue MANTAN DIREKTUR" katanya dengan menekan kata mantan direktur diakhir kalimat.
Amira: "Oh gue tau paling lo mau bergantung sama nyokap bokap lo lagi ya? dasar MANJA"
Gue bungkam mendengar perkataan si IBLIS ini, bukan amarah yang meluap tapi yang ada rasa malu. Yang Amira katakan semuanya benar, gue mantan direktur gue pengangguran tetap dan gue masih bergantung pada nyokap bokap gue.
__ADS_1