Wanita Yang Tak "SEMPURNA"

Wanita Yang Tak "SEMPURNA"
Dia


__ADS_3




Amira: "Kenapa Raka? Kenapa lo milih dia dibanding gue?" kataku sambil menangis.



"Hiks.. hiks... Bukannya lo bilang kalo lo sangat teramat mencintai dan menyayangi gue?"



Raka: "Itu dulu Ra, sebelum gue ga tau lo udah ga suci alias ga perawan" katanya dengan tatapan dingin.



"Bahkan lo lebih menjijikkan dibanding Viviana. Dia jujur ke gue, sedangkan lo? Lo bohongin gue selama setahun ini Ra. Gue ga akan sudi nikah sama pembohong besar kaya lo Ra, bahkan gue berharap ga akan pernah ketemu lo lagi di kehidupan gue"



Dia berbalik dan meninggalkan gue yang dibanjiri air mata dengan menggandeng tangan mungil seorang perempuan yang gue kenal sebagai Viviana.



Amira: "Ga Raka!! Tunggu hiks.. hiks.. jangan tinggalin gue! Raka hiks.. dengerin dulu penjelasan hiks.. gue" gue makin menangis menjadi jadi.



"Rakaaaa!!!"



Gue terbangun dari mimpi yang menurut gue lebih menyeramkan dari film Suszana. Denger detak jantung yang tidak beraturan dan nafas yang terpenggal, gue mengingat setiap langkah Raka yang menjauh meninggalkan gue sendiri.


Gue takut, gue ga bisa jujur dan terbuka apa alasan gue yang selalu menolak tawarannya untuk hubungan yang lebih serius. Gue ga mau dia pergi, tapi gue juga ga mau gantungin perasaannya yang terus terusan berharap sama gue.




"Ra! ko ga dimakan makan nasi gorengnya? tadi minta yang masih panas ntar keburu dingin loh" Perkataan mamah membuyarkan lamunan gue tentang mimpi semalam.

__ADS_1



Amira: "Oh iya mah, ini Mira mau makan" Jawab gue sambil menyendok nasi goreng dan memasukkannya kedalam mulut gue.



Ya kita sekeluarga sedang sarapan di meja makan, tapi tanpa kakak gue tentunya. Ya karna dia sudah memiliki keluarga kecilnya sendiri, walau belum ada kehadiran buah cintanya.



Papah: "Kamu mikirin apa sih Ra? Ko kaya gelisah gitu?" tanya papah yang mulai memahami gue.



Belum gue jawab adik tetlaknat gue nyerocos duluan.



Arjuna: "Biasa mah pah, paling si randa lagi galau ga dilamar lamar juga sama kak Raka.



Amira: " Gue kakak lo ya! nama gue Mira bukan randa dan apa tadi lo bilang? Raka ga ngelamar gue? Dia udah bilang berkali kali tapi belum gie iya in aja"




Mamah: "Juna!!!"



Arjuna: " Ya elah mah, lagian mamah emang ga heran apa sama Ami Randa satu ini, dari segi mana lagi kak Raka memiliki kekurangan sampe sampe piton betina ini pikir pikir buat nerima lamarannya. Kalo Ami Randa ini sih kekurangannya banyak udah pendek, galak rese lagi"



Amira: " Gue emang pendek tapi gue ga jelek kaya lo, lagian papah ngasih nama ga sesuai orangnya banget. Dimana mana yang namanya Arjuna tuh harusnya cakep, putih sempurna. Lah ini namanya Arjuna tapi tampang item ganti aja jadi Petruk"



"Mamah ini waktu hamil Hina mainan arang mulu kali yah? jadi nempel semua deh hahaha"


tawa gue menggelegar di ruangan itu.

__ADS_1




Ga ada akhir kalo gue depat sama si Petruk itu, ya al hasil gue sama dia dipisah dengan diusir satu satu. Maksudnya Petruk suruh sekolah sedangkan gue berangkat ke studio.



Gue mulai bosan duduk diam ga ada kerjaan, semua kerjaan yang ringan gue serahkan ke Dimas atau tim gue yang lain.


Ingin gue Video Call bangke tercinta gue untuk menghilangkan kekhawatiran gue tentang mimpi yang semalam, bahwa itu cuma mimpi mungkin gue terlalu bawa perasaan jadi kebawa mimpi segala. Tapi kenyataan'y bangke ga bisa dihubungi, kata sekretarisnya dia lagi ada meeting sama klainnya.




Dimas: "Misi mbak Mira... ada seorang cowo didepan, katanya mau buat album sama pacarnya dia minta mba Mira bantu nentuin lokasi yang bagus" kata Dimas yang berdiri dibelakang pintu.



Amira: "Suruh kesini aja" kataku




Tok Tok Tok...



"Iya masuk" kataku masih fokus menatap beberapa lokasi di Instagram yang lagi trend untuk sepasang kekasih.



"Ira?"



Gue menghentikan semua aktivitas gue, gue kenal suara ini tapi jelas bukan Dimas si Ketua para setan itu. Gue mendongakkan wajah gue perlahan, badan gue gemetaran, keberanian gue menciut, jantung gue serasa berhenti berdetak.



'Kenapa ada DIA?'

__ADS_1


__ADS_2