Wanita Yang Tak "SEMPURNA"

Wanita Yang Tak "SEMPURNA"
Flashback Raka 2


__ADS_3




"Ga ada bantahan Raka! hanya ada iya, ok, siap!" bentak papih tanpa menoleh kearah gue.



Mamih: "Tindakanmu membuat papih mu kecewa Raka, tolong jangan lakukan itu lagi Mamih mohon" kata Mamih dengan mengelus pipi kanan gue dengan lembut.




Suara pintu terbuka, membuat Mamih yang sedari tadi menangis mengusap pipinya perlahan. Gue bisa melihat Aldo yang berjalan santai sembari menyapa gue dengan senyuman ramahnya. Serta Angga yang clingak clinguk dengan tingkah polahnya yang seperti biasa. Disusul Doni, Anton, Bagas dan juga wanita yang pernah gue katai IBLIS.



Mereka berenam teman teman gue sewaktu masa sekolah, sebenarnya masih ada Devi dan Ayu hanya saja mereka pasti juga sibuk dengan kesibukan baru mereka menjadi ibu rumah tangganya sendiri. Tapi yang paling dekat dengan gue hanya Aldo Angga dan juga wanita yang berjuluk IBLIS itu.





Angga: "Hai tante, makin cantik aja deh.. ntar kalo Angga nikah nyari bini nya yang kaya tante aja deh"



Anton: "Woi, lo mau nikah bahkan sama cewe yang lebih pantes lo panggil mamake?"



Mamih: "Haha.. nak Angga ini pinter banget mujinya, pasti cewenya banyak"



Bagas: "Wah beraneka ragam tante, jangan ditanya dari berbagai pelosok, ras, suku di Indonesia udah diicip icip sama Angga"



Angga: "Berisik lo! Gue jitak juga pala lu"



Mamih: "Oh ada cewenya juga" Mamih melihat Amira yang berdiri sedari tadi dengan tatapan tajamnya mengarah pada gue. Gue lihat Amira mendekat kearah Mamih dan bersalaman dengan Mamih.



Amira: "Hallo tante"



Angga: "Kenalin tante dia Amira temen Raka sama kita kita juga" Angga main nyerobot aja dengan tangan memegang bahu Amira. Ya emang si Angga ini ga pernah diam kalau soal cewe mah, apalagi kalo secantik Amira.



Mamih: "Waaah cantik yah" kebiasaan Mamih gue kalau ketemu teme cewe gue selalu bilang cantik ya walaupun jelek alias buruk rupa juga tetep dibilang cantik. Tapi kalo Amira ini cantiknya beneran loh ya.



Doni: "Iya tante dia cantik, tapi dibalik kecantikannya dia itu cewe jutek, cuek judes dan super galak tante haha.. dan dia itu mantan nya si Aldo tante"

__ADS_1



Mamih: "Oooh mantan kamu Aldo, kenapa ka..





"Mamih!" sebuah kata yang terucap menginterupsi kita semua untuk menoleh kearahnya.



Papih: "Ayo!"



Mamih: "Oh iya sebentar ya" kata Mamih sembari membereskan barang bawaannya.



Mamih: "Raka Mamih keluar sebentar ya sama papih, kamu disini baik baik ya sama temen temen kamu" Gue hanya mengangguk untuk memberikan jawaban tanpa sebuah suara.



Mamih: "Tante nitip Raka ya, tante harus pergi sebentar"



Doni: "Ok tan"





Selepas Mamih pergi keluar pintu mereka kembali bersenda gurau tapi tidak dengan Aldo dan seseorang yang sedari tadi menatap gue dengan tatapan ga jelasnya.




Aldo: "Gimana keadaan lo sekarang bro?"



Raka: "Seperti yang lo liat" jawab gue dengan mulai memejamkan mata.



Aldo: "Ok, kayanya lo butuh istirahat"



Gue diam, gue mengatur nafas serelaks mungkin agar cepat tidur. Tapi satu kalimat itu membuat gue membuka mata dan membulatkannya.





"DASAR BODOH!!! BEGO!!! OON!!! TOLOL!!! GAK BEROTAK!!!"

__ADS_1



Gue lihat dia menatap gue dengan penuh amarahnya. Amira, tatapannyabegitu menusuk seraya ingin membunuh gue. Gue tutup mata gue lagi mencoba untuk tidak mempedulikannya.



Amira: "Sebenernya mata lo yang ga bisa liat apa hati lo yang udah buta BEGO!!!" gue tetap diam.



Tiba tiba sebuah tangan dengan kencangnya menarik baju tanpa kerah yang gue kenakan.



Amira: "Sampai kapan haah?! sampai kapan otak TOLOL itu bersemayam disini!!!"


Gue tarik tangannya, gue tatap balik matanya yang tajam. Aldo, Angga, Anton, Bagas, dan Doni diam mereka tau Amira yang seperti ini tidak akan bisa dihentikan sampai dirinya merasa puas.



Raka: "Pergi! Ini bukan urusan lo!" kata gue lantang mengusir Amira dari ruangan itu.



Amira: "Ga! dan ga akan pernah. Gue temen lo! orang yang lo katai tak punya hati dan seperti IBLIS ini temen lo" gue diam dan tetap menatap matanya tajam.



Amira: "Lo berencana bunuh diri?!!! mari gue bantu"



Dia memegang pisau buah yang ada diatas meja, dia mengacungkannya kearah gue. Gue masih diam bahkan gue pasrah jika memang dia ingin membantu gue untuk lenyap dari dunia yang tidak adil pada gue.



Amira: "MANA?!! Mana yang mau lo iris?!!! TANGAN?!! atau leher sekalian?! gertaknya.




Tes


.


.


.


Tes


.


.


.


Tes


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2