Wanita Yang Tak "SEMPURNA"

Wanita Yang Tak "SEMPURNA"
Mamih Hana


__ADS_3




Aku duduk dihadapkan dengan sereal pagi kesukaan ku. Sembari memasukkan sendok demi sendok kedalam mulutku, aku menatap layar ponselku dengan senyuman yang menghiasi wajahku di pagi hari yang cukup mendung. Ya karna bulan ini termasuk bulan penghujan atau musim hujan.



Ku tatap dengan seksama betapa Tuhan begitu baik padaku menciptakan seorang wanita yang akan aku jadikan makmumku itu.




" Heiii!" tiba tiba mamih mengejutkanku.



Raka: "Mamih bisa ga panggil dulu, jangan langsung ngagetin gitu" Raut mukaku berubah menjadi kesal.



Mamih: "Hellooo? mamih udah manggil kamu dari tadi Raka Wijaya, kamu nya aja yang fokus ke hp mulu"



Raka: "Oyaaa?"



Mamih: "Lagi ngurusin kerjaan apa? emang ga bisa ntar aja waktu dikantor?"



Papih: "Mamih ini, mana ada urusan kantor yang bikin senyum senyum sendiri" perkataan papih membuat aku tersipu malu.



Mamih mendekat dan melihat layar ponselku, terdapat seorang wanita sedang berdiri dengan tangan kiri memegang permen kapas dan tangan kanannya hendak memasukan permen kapas kedalam mulutnya yang terbuka sedikit lebar dengan tatapan mata yang melihat permen kapas yang ada ditangan kirinya. Ya itu sisa sisa kenangan malam lalu dipasar malam bersama Amira.



Mamih: "Ooooh calon mantu Mamih toh yang bikin anak ketayangan Mamih ini senyum senyum di pagi hari" Mamih melirik ke aku dengan tatapan menggoda.


__ADS_1


"Kapan kamu mau nikah sama Amira sayang? ntar keburu Amiranya direbut cowo lain looh"



Mendengar itu senyum di wajahku hilang, aku tertunduk dan sekilas bayangan Viviana muncul dipiranku.



Papih: "Mamih!"



Mamih: "Oh maksud Mamih kenapa kamu ga ajak mantu Mamih makan malam bersama nanti malam dirumah? mamih kangen deh sama Amira udah lama ga ketemu"



Raka: "Mira kadang sibuk mih, Raka ga jamin dia mau dateng" jawab aku sambil menyuapakan sereal yangsudah ada disendok.



Mamih: "Haduh kamu ini yah, wanita juga kadang pengin dipaksa. Jangan nurut gitu gitu aja dong kamu jadi cowo, mana sini Mamih yang ngomong"



Aku telfon nomor yang aku namai "Kurcaciku" lalu ku los speaker supaya papih juga mendengar suara calon menantunya nanti.




"Woi BANGKE!!! aku tau kamu kangen sama kurcacimu ini, tapi lihat keadaan dong ini tuh masih pagi aku mau mandi. kamu tau...



"Amira?" mamih ku memotong perkataan Amira yang aku yakini kurcaciku ini sedang mematung karna telah mengomeli seorang anak yang sebelahnya ada induknya.



Hening tak ada jawaban dari Amira mamih pun kembali berbicara.



Mamih: "Amira? ini Mamih Hana sayang"



Amira: "Oh tante Hana, maaf tante" suara canggung jelas terdengar dari seberang sana. Aku sedang membayangkan ekspresi seperti apa yang sedang terpampang diraut wanita ku ini.

__ADS_1



Mamih: "Ga apa apa sayang, Mamih malah yang minta maaf, Mamih ganggu Amira mau mandi yah?" Suara mamihku melembut, itulah kehebatan mamihku pandai membuat orang lain tak berkutik jika berhadapan dengannya.


Dan aku yakini wanita ku ini pun pasti akan kalah dari trik trik nya buat ngindarin acara nanti malam.




Amira: "Ga sama sekali tante, Amira punya banyak waktu ko. Ada yang perlu Amira bantu?"


Sungguh wanita ku ini sangat pandai berdalih.



Mamih: "Waaah benarkah? kalau begitu nanti malam datang makan malam bersama yah, nanti Raka jemput kamu. Mamih udah kangen sama mantu Mamih, kan kita udah lama ga ketemu"



Bagai kereta ekspres tanpa henti, Mamih mengeluarkan semua yang ada difikirannya melalui mulut manisnya.



Amira: "Tapi tante..



Mamih: "Ga ada tapi, cuma ada ok, baik siap kamu pilih yang mana sayang?"



Amira: "Ok tante"




Hah Amira Dwi Saraswati ga bisa berkutik sesuai dugaanku, kayanya perlu kursus nih aku sama Mamih.



Mamih: "Baiklah Mamih tunggu ya sayang,, muach".



__ADS_1


__ADS_2