Wanita Yang Tak "SEMPURNA"

Wanita Yang Tak "SEMPURNA"
Flashback Raka 7


__ADS_3




Hari hari selalu gue lewati bersama bunglon, tapi lebih tepatnya hari hari gue selalu diganggu sama cewe itu. Dia gampang marah terus tiba tiba ketawa, ngambek lalu diam tapi lebih sering petakilan, pecicilan ga bisa diam tapi satu hal yang harus diingat gue ga pernah liat dia nangis ataupun merengek sejak gue kenal dia dan temenan sama dia.



Hingga ada hari dimana gue menanti kedatangannya, ya untuk pertama kalinya setelah kejadian dirumah sakit dia tidak datang. Gue merasa kehilangan sosok yang sering ganggu gue. Sepi, sunyi ta ada tawanya atau tingkahnya yang kadang bikin gue emosi.



Apa gue merindukannya?



Mengingat tingkahnya, gue tersenyum terlebih dengan kejadian kemarin dikala dia hendak pulang tapi diurungkan niatnya. Karna melihat dua anak laki laki yang kira kira berusia 6 dan 7 thn yang gue kenal dengan nama Boni dan Agus tetangga gue yang sedang memanjat pohon mangga diseberang jalan rumah gue.



Amira: "Woi bocah! ntar jatoh turun turun" pemerintahnya.



Amira dan gue pun berjalan menghampiri mereka berdua.



Amira: "Lo pada ngapain panjat panjat pohon?" tanyanya pada kedua anak laki laki itu



Boni: "Mau itu ka" katanya dengan menunjuk buah mangga yang berada di pohon.



Amira: "Okay kalian stay disini, biar kaka yang panjat" gue mendelik yakin ini cewe mau panjat pohon?



Raka: "Lo yakin Ra, udah gue aja sini" pinta gue.

__ADS_1



Amira: "Ya elah Ka, gue udah biasa panjat pohon kali. Udah mahir alias jago pohon kelapa, pohon rambutan kecil tapi jangan bilang pohon toge! Gue ga bisa" katanya dengan percaya diri dan tawa menghiasi wajahnya.




Dengan lihainya dia panjat dari batang satu kebatang yang lain, lebih tinggi dan memetik beberapa buah. Hingga akhirnya dia berniat turun, tapi belum sampai di...




BRUUK




"awww..."




Raka: "Lo ga apa apa Ra?" tanya gue mulai panik.



Amira: "Raka! kayanya gue patah tulang deh"



Raka: "Apa!" sontak gue terkejut dengan dipenuhi rasa khawatir.



Amira: "Lihat tangan sama kaki gue misah" katanya dengan menunjukkan kaki dan tangannya.



Agus: "Kaka ini lebay deh, pengin dimanja manja sama ka Raka yah.. dasar modus orang cuma jatuh 2 meter juga masa iya patah tulang, mana yang katanya jago panjat pohon tadi"

__ADS_1



Boni: "Iya tuh lagian mana ada tangan sama kaki nyatu" oceh kedua anak itu.



Amira: "Berisik lo pada! Gue itu lagi nyenengin temen gue bocah" gue hanya diam melihat pertikaian 1 orang dan 2 bocah dihadapan gue.



Agus: "Kaka ini kurang up to date deh,, jaman sekarang mah mau nyenengin pacar apa lagi seumuran kaka Raka ya di kamar 'ena ena' an di ranjang" katanya dengan cekikian dan gue lihat cewe itu melongo dengan mata yang menurut gue hendak copot.



Amira: "Wah ni bocah otaknya ngeres, siniin gue cuci kalo perlu gue londri sekalian biar makin bersih" dia berdiri dan hendak menghampiri Agus.



Boni: "Hahaha.. kaka ga usah malu malu gitu mentang mentang ada ka Raka yaah"



Amira: "Wah ni dua bocah bener bener yah!! ini inih generasi micin yang bakal menghancurkan masa depan negara, sini lo pada gue seret laporin ke emak lo satu satu" katanya sambil berdiri.



Boni: "Kabuuuur badak bercula satunya ngamuk!"



Amira: "Apa lo bilang?! badak! sini woi jangan kabur" dia berlari mengejar dua bocah itu.



dan gue?



Gue masih terkekeh diam mencerna pertikaian mereka bertiga, hingga senyum itu muncul menghiasi wajah gue yang sudah cukup lama suram.



__ADS_1



__ADS_2