
Sebelum pulang kita sempatkan berfoto bersama pengantin baru itu, gue akui mereka pasangan yang serasi.
Intan: "Kapan mbak Mira nyusul?"
Ini bocah nanya apa lagi ngangkat bendera perang? Gue hanya diam tidak menanggapi.
Raka: "Secepatnya, doa kan ya Tan" Jawab Raka dengan merangkul pinggang gue.
Aldo: "Sayang, mereka mah kawinnya dulu baru nikah" Kata Aldo dengan suara tawa khas miliknya. Reflek gue tampol kepala belakangnya dengan cukup keras membuatnya meringis, mungkin sakit yang dia rasakan.
Amira: "Intan lo kayanya mesti nyiapin batu nisan buat suami baru lo ini cepet cepet, Dia nyari mati mulu sama gue"
#Prov Aldo Saputra Kuncoro
__ADS_1
Gue terkekeh melihat mantan tersayang gue hadir ke acara resepsi pernikahan gue. Ga nyangka ternyata dia nepatin janjinya buat dateng. Gue juga melihat sosok yang sangat akrab dengan gue jalan berdampingan dengan Amira.
Raka, ya dia sohib gue waktu SMP kita pernah satu sekolah dan dua kali kita pernah sekelas.
Sejak saat itu kita menjadi temen rasa saudara.
Gue menghampirinya dan menepuk bahu kirinya.
Aldo: "Hai broo.. pasangan lo mana? sendirian bae"
Raka : "Tuuh lagi ngobrol sama temennya" Jawabnya sambil memonyongkan mulutnya kearah Amira berada.
Aldo: "Lo belum ada niatan mau serius sama wanita iblis itu?"
Kenapa gue sebut Amira iblis? Ya karena sifat cuek, jutek dan galaknya itu melebihi iblisnya penghuni neraka. Gue juga heran kenapa sohib gue ini bisa cinta sama iblis itu, ya termasuk gue juga dulu.
Aldo: "Mungkin li kurang yakinin dia kali bro?"
Raka: "Coba gue nanya ke lo, gue kurang meyakinkan dibagian mana?"
Setelah gue pikir pikir Raka bener juga. Dia kurang dibagian mana ya? Dompet ok apalagi buat tipe cewe kaya Amira yang ga tau nyalon. Tampang juga meyakinkan, Fisik? bagi gue wanita juga bakal pingsan kalo liat tubuh dalamnya Raka yang lebih macho dari gue.
Apa mungkin Mira ga doyan cowo? Ah ga mungkin orang gue aja udah ngerasain bibir tipis manisnya. Istighfar Aldo dia cewe temen lo sekarang dan jangan lupa istri lo yang bakal tepar setelah acara ini. Batin gue dan mulai memikirkan hal panas diatas ranjang.
__ADS_1
Amira Dwi Saraswati
Gue keluar dari mobil dan mulai berjalan kearah pintu rumah gue.
"Kurcaci?"
"Yaa.." Saut gue dan menengok seseorang yang manggil gue. Dia berjalan kearah gue dan tiba tiba meluk gue.
Raka: "Apa kamu masih marah karna aku tidak menciummu?" tanyanya
"Maaf aku hanya berusaha untuk tidak merusakmu" Lanjutnya.
Tiba tiba air bening mengalir ke pipi sebelah kiri gue. Gue menangis? Ya gue menangis tanpa membalas pelukan Raka ke gue. Gue diam dan terus menangis.
'Gue udah rusak Raka, gue udah rusak'
itulah kalimat yang berada didalam batin gue sekarang.
__ADS_1