Wanita Yang Tak "SEMPURNA"

Wanita Yang Tak "SEMPURNA"
Flashback Raka 6


__ADS_3




Hari hari berikutnya bunglon terus datang, hingga gue pun mulai terbiasa dengan keberadaannya dan gelak tawanya. Seperti pagi ini, dimana matahari aja belum menguap tapi tu bunglon udah gedor gedor pintu kamar gue.



Amira: "Hai Raka" sapanya dengan senyuman lebar yang menunjukkan gigi gigi rapihnya kaya model iklan pasta gigi.



Raka: "Oh lo jelangkung" gimana gue ga nyebut dia jelangkung orang tiap kali datang tanpa diundang, entah sebutan apa lagi yang bakal gue lontarkan ke dia dimasa yang akan mendatang.



Amira: "Mandi gih Ka! noh masih ada ilernya dipojok bibir lo" spontan gue elap dong bibir gue.



Amira: "Buru ya Ka mandinya, gue tunggu diruang tamu" belum sempat jawab bunglon main nyelonong ninggalin gue.



Raka: "Eh entar dulu!" panggil gue menghentikan langkahnya hingga dia pun berbalik badan menghadap gue kembali



Amira: "Kenapa? pengin di mandiin?" Gue terkekeh, ta kunjung ada jawaban dari gue dia kembali berkata



Amira: "Gue minta lo temenin gue ke Ragunan"



Raka: "Haah?! Ogah! mau ngapain jenguk sodara lo?" tanya gue.



Amira: "Lah ko lo bisa tau!" dia terkejut dengan ekspresi mata melotot dan mulutnya yang terbuka, ga takut ada gajah Ragunan lewat terus masuk pantat gajahnya apa ni anak.



Raka: "Hah! serius? Lo mau jenguk siapa?"



Amira: "Ya elah gue kira lo tau, gue mau jenguk monyet, lutung, kera, gorila, orangutan dan sebangsanya ka" gue makin tercengang, ini temen gue bukan sih masa iya gue punya temen begini.



Raka: "You are crazy Amira Dwi Saraswati"


__ADS_1






Setelah rapih dengan menggunakan kaos polos warna hitam dengan celana jeans selutut dipadukan dengan jaket army dan dilengkapi dengan sepatu putih gue melangkah keluar kamar. Gue lihat wanita itu sedang duduk di sofa tengah bercengkrama dengan papih gue. Gue berjalan mendekat berusaha mendengar apa yang tengah diperbincangkan.



Papih: "Loh tapi om dengar dari istri om katanya kamu ga bisa main hari ini karna mau liburan ke Amsterdam sama keluarga"



Amsterdam?



Bukankah itu negara belahan Eropa yang selalu diimpikan Amira?




Amira: "Haha.. Mira ga ikut om, lagian kerjaan Mira disini banyak. Studio lagi ga bisa ditinggal" jawabnya.




Papih: "Lah itu Raka udah siap" sontak Amira pun langsung menengok kearah gue.



Amira: "Lama banget sih, kaya cewe!" omelnya. "Ayo! om Mira ajak Raka bentar yah, eh tapi mungkin agak lama ding ga apa kan om?" lanjutnya dengan berpamitan pada papih.



Papih: "Iya Amira, asal dibalikkan ya Raka nya" lah dikira gue ini barang apa.



Raka: "Pih Raka pamit ya" gue menyalami tangan papih gue.



Papih: "Iya hati hati ya"





__ADS_1


Sesampainya di Ragunan, eh dianya malah fotoin orang lagi pada jalan. Lah mana niatan bunglon buat jenguk sodara sodaranya tadi. Hening tidak ada pembicaraan, akhirnya gue membuka suara.



Raka: "Ra lo kenapa ga ikut ke Amsterdam? Apa itu karna gue?" tanya gue memberanikan diri.



Dia diam dan menghentikan aktifitasnya sesaat dan menoleh kearah gue dan jangan lupakan senyamannya yang manis, sungguh dia cantik itu yang ada di pikiran gue.



Amira: "Sorry Ka gue ga bawa panci buat nutupin muka lo. Lo pedenya kelewatan" gelak tawanya pecah saat itu juga membuat pengunjung lain melihat kita, sumpah gue malunya ga abis abis bisa jadi tontonan dipusat perhatian gitu. Cuma karna tawanya yang menggelegar kerasnya ngalahin toak masjid. Dan tadi lupakan kalau gue bilang dia cantik.



Amira: "Gue emang pengin ke Amsterdam, tapi kayanya ini bukan waktu yang tepat" gue bisa melihat dia kecewa bahkan sedih. Ga! ga mungkin alesan karna kerjaan atau tentang studio.



Apa sebegitunya lo perduli dengan gue Amira Dwi Saraswati?



Amira: "Lagian gue bisa minta suami gue nanti buat honeymoon disana kan, gue bakal nyari suami yang super kaya biar bisa bolak balik sesuka gue.. Haha.." dia tersenyum kembali dan entah kenapa gue senang melihat senyamannya kembali lagi.



Gue trus menatapnya yang petakilan kesana kemari, semua tingkahnya berhasil membuat cekungan di bibir gue. Gue ternyesum, gue mulai merasa bahagia bahkan nyaman berada di dekatnya




Niatnya jengung monyet tapi ini malah dikandang jerapah. Gue hanya melihatnya memberi makan pada tu jerapah.



Amira: "Raka!"



Raka: "Apa?"



Amira: "Jerapah makan apaan ya? ko bisa tinggi gini?" tanyanya polos.



Raka: "Ya dia makan yang lo pegang lah" jawab gue



Amira: "Lah iya yaaah, ngapain gue pake nanya?" katanya sambil menepuk jidatnya. Gue terkekeh begitu poloskah dia?


__ADS_1


__ADS_2