
Gue masih ragu buat keluar dari mobil Raka, ya tadi Raka jemput gue dan sekarang kita berada tepat didepan rumah yang lumayan besar bagi gue.
Raka: "Apa kamu lagi nunggu aku bukain pintu buat kamu tuan putri?" sontak gue menengok kearahnya
Amira: "Ga perlu!" kemudian gue pun keluar mobil.
Raka: "Ayook" dia mengulurkan tangan kanannya ke gue, gue hanya melihat tangannya dan tidak menerima.
Amira: "Tunggu, aku masih ragu"
Raka: "Ragu kenapa? Kamu cantik bahkan terlihat sempurna dengan dress maroon, hels gold dan kepangan rambut menyampingmu"
Dia meyakinkan gue bahwa tidak ada yang kurang dari penampilan ala emak rempong gue ini.
Dia mendekat membelai pipi kanan gue lembut dan berbisik
"Mamih ku ga akan gigit ko sayang" kemudian diiringi dengan kecupan pada keningku.
Amira: "Dasar maling!"
Raka: "Tapi suka kaaan? malah kayanya berharap lebih deh" ledeknya membuat pipi yang sudah merah karna blush on tambah merah merona.
Raka "Aku liat ini bukan kaya fashion kamu kurcaci? atau kamu sedang berusaha terlihat feminin didepanku?" katanya dengan menaik turunkan kedua alisnya.
Amira: "Ya emang, ini tu bentukan dari mamah aku" gue memonyongkan bibir gue pertanda gue lagi kesel membayangkan perdepatan gue sama mamah gue waktu dirumah tadi sore.
__ADS_1
Raka: "Waaah berarti aku ini lagi dinner sama mamah mertua dong?" godanya dengan mendekatkan wajahnya.
Pikiran jahil gue pun datang menghampiri.
Gue tersenyum menyeringai, gue jewer kuping Raka lalu gue tarik sembari gue jalan bak seorang ibu yang sedang menghukum anaknya yang nakal.
Raka :"Aduh duh.. aw sakit sayang ko dijewer?"
Amira: "Ya karna kamu berani beraninya menggoda mamah mertuamu ini bangke!"
Raka terkekeh melihat gue yang masih menarik telinganya
Raka: "Sepertinya kamu sangat mahir memerankan tokoh menjadi mamah mertua ya kurcaci" dia tersenyum meski gue menariknya lebih kencang lagi.
"Wah wah wah romantis sekali, bangke dan kurcaci? Apa itu panggilan kesayangan kalian? sungguh Mamih sangat iri" tanpa kita sadari sedari tadi 2 pasang mata sedang menatap kita dari ambang pintu. Reflek langsung gue tarik tangan gue yg setia bertengger di telinga Raka.
Mamih: "Kayanya Mamih udah punya partner baru buat nyiksa kalian, terutama kamu Raka" Seketika pandangan Mamih menuju pada Om Adi Wijaya dan Raka yang berada tepat disamping gue dengan senyuman yang menurut gue itu senyuman ancaman perang.
Raka: "Mih jangan ajarin Mira buat nyiksa suami mih, aku ga mau senasib sama papih yang cuma bilang iya, ok, siap" Raka menatap tajam tante Hana.
Mamih: "Semua keputusan ada pada Amira nya sendiri boy" tantang tante Hana.
Sontak Raka pun menoleh pada gue seakan meminta jawaban.
Amira: "Maaf... tapi aku hanya mendukung sesama jenis" ekspresi gue seperti bocah yang merasa bersalah ditanggapi dengan ekspresi Raka yang kesal.
__ADS_1
Raka: "Ayo pih kita harus pikirin gimana caranya nyari pawang biar Mamih sembuh dari sifat Istri galak, ntar nular lagi sama calon mantu papih" Raka berjalan menuju ruang tengah bersama dengan om Adi.
Papih: "Iya bener Raka, jangan sampe mantu papih juga kaya Mamih kamu itu, wah lama lama bisa istri jadi kepala keluarga ini di keluarga Wijaya"
Tiba tiba sebuah tangan merangkul pundak gue.
Mamih: "Makasih ya Amira"
Amira: "Makasih untuk apa tante?" Gue merasa bingung.
Mamih: "Makasih karna kamu udah balikin Raka nya Mamih seperti dulu, coba aja kamu ga dateng di kehidupan Raka waktu dia lagi terpuruk terpuruknya mungkin dia udah..
Amira: "Ssstt tante ga boleh ngomong gitu, lagian kan sebelum kejadian itu Mira emang udah temenan sama Raka" kata gue memotong omongan tante Hana.
Mamih: "Iya Mamih berharap kalian berdua memang sudah ditakdirkan berjodoh, betapa bodohnya Mamih dulu memaksa Raka untuk nikah muda karna ego Mamih ingin cepat punya mantu sama cucu. Sungguh keterlaluan wanita murahan itu memainkan perasaan Raka seenak jidatnya sendiri ingin rasanya waktu itu Mamih mencakar wajahnya agar rusak, agar sifat aslinya nampak tidak tertutupi oleh wajah polosnya itu" dari nada suara tante Hana gue bisa memprediksi betapa bencinya iya pada wanita itu, raut wajah tante Hana yang tadinya ceria saat bersenda gurau berubah menjadi raut muka penuh amarah yang meluap luap.
Bisa tebak siapa wanita itu? dan apa alasan kandasnya hubungan dia dengan Raka?
.
.
.
.
.
__ADS_1
tunggu di eps berikutnya.