Wanita Yang Tak "SEMPURNA"

Wanita Yang Tak "SEMPURNA"
Viviana 1


__ADS_3



Kejadiannya tepat bualan April 2015 silam. Saat kita sama sama naik kelas 3 dibangku Sekolah Menengah Atas, dengan sekolah yang berbeda tapi tetap satu kota Jakarta. Beda halnya Raka dan Viviana, mereka satu sekolah tapi beda kelas. Viviana itu adik kelas Raka.




Baiklah mari gue kenalkan siapa Viviana.


Dia adalah wanita imut, cantik, berkulit putih dan waktu itu berambut hitam panjang dilengkapi dengan sifat ramah tamah, baik, lemah lembut dan dia kekasih Raka waktu itu.



Lahir dari keluarga biasa, ga kaya Aldo yang memiliki gelar Kuncoro keluarga pemilik perusahaan batu bara di Kalimantan atau Raka yang dinobatkan menjadi penerus perusahaannya waktu baru naik ke kelas 3 ataupun kaya gue yang terlahir dari ayah seorang dokter jantung dan ibu seorang dosen di Universitas Indonesia.



Dia wanita sederhana, bagi gue kalo kita disandingkan ga usah ditanya perbandingannya berapa. Ibarat kata dia 12 gue mah cuma 1 merosot kaya perosotan di TK gue dulu.


Gue kenal Raka pun sudah menyandang gelar pacar Viviana. Dan akhirnya gue pun pacaran sama temennya "ALDO".



Awal masuk kelas 3 gue denger kabar kalau Raka dan Viviana bertunangan, sontak gue sedikit kaget. Apa mereka berencana nikah muda? itu yang ada di pikiran gue waktu itu.


__ADS_1


Belum sempat sebulan gue pacaran sama Aldo, hubungan kita kelar di pinggir trotoar bukan tengah jalan lagi. Dan kalian mau tau apa alasannya? Kenapa kita putus?


RAMBUT!!! Sungguh satu alasan yang ga masuk akal tapi itu kenyataannya.


Kesalahan gue karna potong rambut gue jadi sebahu membuat Aldo memutuskan hubungan.


Please jangan ketawa karna itu sangat menyakitkan waktu itu. Ya walaupun kita putus tapi kita masih berhubungan baik bahkan sampai sekarang.



Dan disaat dimana, gue mendapat tamparan keras dari cara bicara Raka pada gue. Untuk pertama kalinya ada cowo yang bener bener ngerubah cara pandang dan cara hidup gue.


Gue ga tau sama sekali kalau cowo yang gue putusin setelah Aldo itu adalah sepupu terdekatnya Viviana, bahkan temannya Raka pula.



Raka: "Apa ini wujud asli lo sebenernya Mira? Lo ngejar dia saat dia tenang, tapi saat dia mencintaimu sepenuh hati lo buang dia dengan alasan bosan? Apa lo ga punya hati nurani huuh?!!!" untuk pertama kalinya gue dibentak oleh Raka.



Amira: "Bukan urusan lo!" Gue mulai emosi dong dibentak mulu.



Raka: "IBLIS LO RA!!!"



Kata terakhir yang terdengar begitu menyakitkan, walaupun gue sering dikatai IBLIS tapi untuk pertama kalinya kata itu terlontar dari seorang Raka yang memiliki sifat sabar. Apa gue emang sekejam itu?

__ADS_1



Setelah kejadian itu gue putus contact sama sekali dengan Raka, dan di hari dimana kelulusan pun gue hanya ngerayainnya bersama Aldo dan kawan kawan lainnya.


Hingga setelah satu setengah tahun setelah kelulusan gue mendapati berita bahwa Raka dan Viviana akan menikah. Tertera jelas dalam selembar kertas tebal bertuliskan



Raka Wijaya dan Viviana Pangestu



menikah pada 15 oktober 2017. senyum tipis menghiasi wajah gue kala itu. Ya sejak kejadian Raka memaki maki gue, gue ga pernah pacaran lagi sama sekali.





Hingga hari itu pun tiba, 15 Oktober 2017. Hal yang telah mengubah Raka Wijaya menjadi orang yang gue ga kenal.


Setelah kata SAH diucapkan tiba tiba Viviana pingsan dihadapan semua kerabat, beberapa teman mempelai serta beberapa tamu.


Gue berfikir mungkin dia shock karna bahagia setelah resmi menikah dengan Raka, tapi kenyataannya itu hanya opini gue semata.



"Siapa pemilik benih itu"

__ADS_1



__ADS_2