Wanita Yang Tak "SEMPURNA"

Wanita Yang Tak "SEMPURNA"
Viviana 2


__ADS_3




"Siapa pemilik benih itu?"


Satu kalimat dingin yang keluar dari mulut Raka. Viviana bungkam, gue tercengang. Benih? Apa Viviana hamil? Anak siapa? Ga mungkin Raka menyetubuhinya terlebih dulu, gue kenal siapa Raka.


Sunyi, lama lama hanya ada isak tangis Viviana.



Viviana: "Maaf Raka, maaf.. aku bener bener ga sengaja ngelakuinnya. Dia hiks.. hiks.. Dia memperkosaku" Jelas Viviana dengan menggenggam tangan Raka.



Raka hanya diam dengan tatapan kosong. Tiba tiba suara tepuk tangan seseorang dari ambang pintu ruang rias pengantin memecah kesunyian ruangan ini. Sontak semua mata menoleh ke sumber suara termasuk gue tentunya.



"Wah sayang, mulut mu itu sangat lihai sekali berbohong"


Seorang pria kira kira lebih tua 2th dariku menatap Viviana yang sedang duduk di tepi ranjang dengan berpegangan tangan pada Raka.


Mendengar perkataannya gue langsung melihat Viviana dengan ekspresi gelisah serta ada rasa ketakutan didalamnya. Aldo pun mendekati pria itu.



Aldo: "Siapa kamu?! Jangan ikut campur urusan orang lain" gertak Aldo.



"Siapa aku? kau bisa tanyakan itu pada pengantin baru itu. Dan tadi apa kau bilang? Aku ga boleh ikut campur? jelas aku harus terlibat, karena benih itu janin didalam rahimnya adalah bukti hasil percintaan kita"


__ADS_1


Reflek tanpa aba aba Aldo melayangkan pukulannya, bahkan berkali kali hingga pria itu tersungkur. Gue menatap Raka, gue bisa melihat tatapan penuh tanda tanya disana.



Tiba tiba tante Hana menampar Viviana cukup keras hingga menggema didalam ruangan itu. Gue bisa melihat bekas cap tangan tante Hana bertengger di pipi Viviana.



Mamih: "Jelaskan!!! kau diperkosa atau memang main cinta dibelakang Raka?!" amarahnya meluap, bahkan keluarga dari Viviana pun hanya mematung melihat anaknya. Mungkin mereka juga merasa malu dengan tindakan anaknya itu.


Tedi, ya pria itu bernama Tedi setelah gue ketahui tentunya.



Tedi: "Hahaha.. Diperkosa? Sungguh sayang sandiwaramu pantas mendapat pujian" katanya dengan senyum sinisnya.


"Dengar Raka, dengarkan baik baik... Istri barumu itu melakukannya dengan suka rela bersamaku" lanjutnya dengan senyuman merendahkan Raka.



Viviana: "Tedi diam kau!!!... Raka dia bohong, aku istrimu sekarang apa kau tidak percaya lagi padaku?" Viviana menggelendot manja dengan tangis yang masih senantiasa berada di wajahnya.




Mamih: "Singkirkan tangan kotormu dari tubuh anakku wanita murahan!"



Gue hanya dapat melihat semua itu tanpa bertindak, berbicara ataupun bergerak.


Gue tatap Raka, sungguh gue bisa melihat dia dalam keterputusasaan saat ini. Apa yang akan dia lankukan selanjutnya.



Tedi: "Raka! Gue kasihan sama lo.. Lo tajir, punya segalanya tapi lo ga bisa jaga cewe lo sendiri. Dia malah mencari kesenangan diluar, apa lo tau dia begitu liar dibawahku meminta dijamah berkali kali"

__ADS_1



Langsung aja mulut Tedi dapat salam perkenalan dari tangan Angga. Gue tau Angga ini bocah ga bener, tapi kalo soal kawan waah jangan ditanya dia itu sohib paling baik. Dia mengutamakan ikatan pertemanan diatas segalanya. Kemudian Aldo menyeret Tedi keluar diiringi Angga dibelakangnya, mungkin agar Tedi itu tidak ikut campur terlalu dalam lagi.



Mamih: "Raka sayang ceraikan dia nak, masih banyak wanita yang mau sama kamu. Mamah ga mau dan ga akan pernah sudi membiarkan dia masuk dalam keluarga Wijaya" tangis tante Hana pecah sembari memeluk anaknya.



Papih: "Raka apa keputusanmu?" Om Adi angkat bicara setelah sekian lama bungkam.



Viviana: "Raka ga Raka,, kamu ga bisa ceraikan aku di hari pertama kita menikah. Kamu ga mungkin setega itu kan sama aku"



Mamih: "Diam kau wanita murahan!!! yang tega itu kamu memainkan perasaan anakku, kamu ga ada hak lagi untuk berdiri disamping Raka"



Viviana: "Raka aku janji, aku bakal menggugurkannya"



Mata gue terbelalak, Ibu macam apa Viviana ini, dia ini seorang wanita mengapa dia memiliki pemikiran yang begitu buruk. Gue memang hina tapi gue ga akan pernah tega melihat janin yang ga tau apa apa ga berdosa sama sekali harus disalahkan dan dikorbankan.


Langsung saja gue angkat bicara tanpa memikirkan orang orang disekitar gue.



Amira: "Wanita macam apa lo, tega membunuh janin yang ga bersalah. Yang bersalah itu lo sama cowo brengsek lo itu kenapa bayi itu yang dikorbankan" kata gue penuh amarah.


"Apa lo ga pernah kepikiran kalo janin itu adalah lo sendiri sedangkan ibu lo mau menggugurkan lo karna lo ga diharepin di dunia ini. Apa yang bakal lo rasain haah?!!! Lo ga pantes buat Raka apalagi ibu dari bayi itu!" lanjut gue dengan tegas.


__ADS_1


"Viviana... mulai saat ini lo gue TALAK"



__ADS_2