
3hari berlalu dan gue udah diperbolehkan untuk pulang. 3 hari itu pula Amira selalu datang dengan berbagai sifat yang berubah ubah kaya bunglon. Kadang cuek, kadang kaya bocah kadang pula galak kaya emak emak ga ketulungan. Seperti saat ini dia duduk di sofa dalam kamar gue berpangku tangan sambil memejamkan mata.
Raka: "Studio lo udah bangkrut apa tiap hari jengukin gue mulu" Dia membuka matanya dan melotot kearah gue.
Amira: "Enak aja bangkrut, tunggu aja ntar pasti studio gue bakal jadi besar.
Raka: "Ga yakin" jawaban gue membuat dia berdiri dan makin melototin gue.
Amira: "Lo pengin gue telfon iblis neraka buat daftarin nama lo di dibarisan penghuni neraka jahanam ya Raka!"
Tiba tiba pintu kamar gue terbuka, menghentikan sejenak perdebatan singkat kita. Mamih gue masuk sembari membawa makanan yang gue yakini itu pasti buat gue.
Raka: "Raka ga mau makan mih" tolak gue langsung sebelum makanan itu mendarat diatas meja belajar yang dulu sering gue pakai waktu jamannya anak sekolah.
Amira: "Gue baru tau lo juga anaknya GR an yah, lo kepedean! Ini pasti buat gue lah gue kan tamu disini ya ga tante" dia main ambil piring yang tadi dibawa Mamih gue jelas jelas itu pasti buat gue.
Raka: "Iya lo emang tamu, tapi tamu tak diundang. Siniin makanannya!" Gue berdiri dari ranjang dan berjalan kearahnya yang sedang duduk di meja belajar gue.
Mamih: "Raka! kamu apa apaan sih, itu emang buat Amira ko"
__ADS_1
Amira: "Tuuuh lo denger sendiri kaaan? Emang buat gue. Wleee..." jawabnya dengan mengeluarkan lidahnya kearah gue dihiasi dengan senyuman meledeknya.
Raka: "Mamih! biasanya itu kan buat Raka"
Mamih: "Ya kan kamu selalu nolak, jadi buat Amira aja"
Gue lihat senyuman itu makin melebar di wajahnya dan membuat gue makin emosi, tapi gue harus menahannya karna percuma marah marah sama orang yang bahkan ga punya telinga kaya wanita IBLIS ini.
Mamih: "Ayo Amira dimakan"
Amira: "Oh iya tante tapi maaf ya tante kayanya kapan kapan aja ya soalnya ini udah dzuhur Mira belum sholat lagian Mira juga harus ke studio dulu sebelum Ashar" jawabnya saat setelah melihat jam mini yang terpasang pada pergelangan tangan kirinya.
Mamih: "Ya udah sholat disini aja, sekalian makan siang masa kamu mau nolak permintaan tante" Haduh kebiasaan deh Mamih gue ini
Mamih: "Its okay honey"
Amira: "Yuk Ka sholat jamaah" ajaknya dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
Raka: "Gue ga sholat" jawaban gue membuat raut wajahnya berubah drastis dari senyuman di bibirnya hilang berubah menjadi raut galak bagai singa siap menerkam mangsanya dan tatapannya yang mengerikan. Apa selain IBLIS dia juga pengin gue sebut bunglon?
Amira: "Kenapa lo ga sholat?! menstruasi? atau abis lahiran?"
Gue mendelik mendengar pertanyaannya itu, woi pertanyaan macam apa itu bunglon? Gue jitak dahinya membuatnya merucutkan mulutnya seraya mengelus dahinya.
__ADS_1
Amira: "Sakit BEGO!"
Raka: "Yang bego gue apa lo? Gue cowo mana ada menstruasi apa lagi lahiran. Otak lo ketinggalan dirumah? Apa tadi jatoh dijalan?"
Amira: "Ya terus kalo lo cowo kenapa lo ga sholat hah?!"
Gue diam, gue berbalik dan berjalan menuju ranjang, baru gue berbaring dan akan melelapkan mata wanita bunglon itu menarik selimut gue dengan paksa. Mamih gue hanya diam melihat dari tadi ta mampu berkomentar.
Amira: "Gue tau lo kecewa pada-Nya, tapi bukan begini caranya. Bukan dengan lo malah menjauh dari-Nya. Raka! Lo pasti sering denger kan..
* Bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang berat di batas kemampuan umat-Nya*
...dan gue yakin bahkan percaya kalo lo mampu untuk melewati semuanya Raka.
Raka: "Gue masih butuh waktu" jawab gue masih dengan mata terpejam.
Amira: "Sampai kapan Raka?! Sampai lo mati dan lo udah ada di alam baka? dan di saat itu lo udah ga ada kesempatan lagi yang ada hanya penyesalan"
Gue terdiam, gue berfikir apa yang dikatakan Amira benar. Sampai kapan gue akan meninggalkan kewajiban gue pada Pencipta gue?
Amira: "Ck. Lama! udah buruan ayo sholat" dia menarik tangan gue dan menyeretnya membuat gue terjatuh dari ranjang.
Raka: "Pelan IBLIS sakit!" walaupun masih sakitan ngeliat Mamih gue yang cuma ketawa ketawa ngeliat anaknya diseret seret bak maling yang ketahuan nyuri.
Amira: "Keburu waktunya abis Raka, kalo lo tetep nolak gue.. Gue potong 'anumu' biar berubah jadi kaya punya 'anuku' MAU!"
__ADS_1