Wanita Yang Tak "SEMPURNA"

Wanita Yang Tak "SEMPURNA"
Kembalinya Masa Lalu


__ADS_3

Amira Dwi Saraswati


Di pagi hari yang dipenuhi awan hitam, dan dihiasi butiran butiran air kecil yang turun dari langit membuat tubuh gue terkunci dalam kehangatan selimut. Dalam sejuknya udara didalam kamar gue, gue mulai bermalas malasan untuk bangkit. Terlebih lagi sekarang studio lagi sepi job makin males deh gue buat gerak.


Sedikit lagi mata gue akan terpejam dan menghilangkan cahaya cahaya yang cukup menusuk retina gue tiba tiba..


BRAKKK


Gue terperanjat saking kagetnya pintu kamar gue digedor ga pake aturan. Langsung gue bangkit dan menuju arah pintu dipenuhi dengan segala umpatan yang sekarang sedang berkumpul menjadi satu dimulut gue, yang siap gue semburkan ke seseorang yang gue yakini itu adalah si petruk.


Dan benar saja dia adalah petruk adik terlaknat gue, baru aja gue mau menyemprotnya dengan cepatnya muka gue ditutupi dengan telapak tangannya.


Arjuna: "Noh didepan ada mantan terindah lo"


'Haaah mantan terindah gue? Aldo? Perasaan dia lagi honeymoon di Paris sama Intan masa iya sih dia balik terus ninggalin Intan disana hanya demi nemuin gue. Ga mungkin banget dong' batin gue.


Karna rasa penasaran yang menghantui, akhirnya gue putuskan untuk sedikit kepo.


Gue dapati seorang pria dengan kemeja berwarna hitam tengah duduk di sofa membelakangi gue.


Gue makin kepo dan ingin tau siapa yang berani beraninya ngaku sebagai mantan terindah gue.


"Kamu! mau apa kamu disini?!" tanya gue yang masih berdiri dan mulai menjauh darinya.


"Oh hai sayang, namaku Ilham jangan panggil kamu"


Ilham Prasetyo cinta pertama gue dan dia satu satunya cowo yang menjalin hubungan terlama dengan gue mencapai 2 tahun 4 bulan 1 minggu 2 hari (jam, menit, detiknya pikir sendiri) dibanding mantan mantan gue yang lain yang hanya bertahan satu atau dua bulan. Dia juga pria brengsek yang telah...

__ADS_1


..


..


..


..mengambil keperawanan gue disaat gue duduk di kelas 3 SMP tanpa sebuah penolakan dari gue. Katakanlah gue bodoh ya memang kala itu gue benar benar bodoh.


Ilham: "Bukankah waktu itu aku pernah berjanji bahwa aku akan kembali Ira?"


Amira: "Jangan panggil gue Ira, nama gue Amira lebih tepatnya Mira" ya Ilham adalah cowo yang waktu itu datang ke studio gue, yang telah membuat nyali gue menciut.


Ilham: "Tapi Ira adalah nama panggilan sayang aku ke kamu" dia berusaha mendekat kearah gue.


Amira: "Jangan mendekat dan jangan coba coba menyentuh gue" kata gue lantang hingga menggema didalam ruang tamu itu.


Ilham: "Jangan menyentuhmu? haha.. bagian mana nya kamu Ira yang belum aku sentuh? Senyumannya sudah aku rasakan dan rasanya sangat nikmat" katanya dengan seringai menghiasi wajahnya.


Amira: "Apa mau mu? bukankah waktu itu sudah kukatakan bahwa kita telah berakhir" gue mulai memberanikan diri.


Ilham: "Kau tanya mau ku? Aku ingin kamu Ira, aku ingin melamarmu. Kita ulang semua dari awal lagi ok?" dia kembali berusaha makin mendekat, tapi dengan sigap gue lari menuju pintu utama agar apabila dia berusaha macam macam gue tinggal teriak ala toak masjid.


Amira: "Ga ada dan ga akan pernah ada kata awal diantara kita, semua sudah berakhir jadi mending sekarang kamu pergi" gue ga mau terus terusan dihantui rasa takut bila bersamanya, karna apabila gue menunjukan rasa takut gue dia makin menjadi dan semakin gencar terhadap gue.


Ilham: "Ira aku merindukanmu Ra, merindukan setiap desahan dan erangan yang keluar dengan indahnya dari mulut manis mu..


Amira: "Stop!" Gue memotong bicaranya agar tidak makin membuat gue harus mengingat masa kelam gue.

__ADS_1


Ilham: "Kau begitu menggairahkan waktu dulu Ira, apalagi dengan tubuhmu yang sekarang aku semakin..


Amira: "Gue bilang stop!"


Ilham: "Kau tau, milikmu itu begitu hangat dan sempit. Milikku sampai jumpalitan kegirangan merasakan kenikmatan yang..


Amira: "Gue bilang stop BRENGSEK!!! Lo ga dengar?!!"


Ilham: "Aku mau lagi Ira, aku ingin merasakannya lagi" katanya dan mulai mendekat kearah gue.


Amira: "Lo jangan macam macam! Gue udah punya tunangan" kata gue penuh keyakinan.


Ilham terkekeh kecil dengan alis yang diangkat sebelah.


Ilham: "Apa tunangan lo itu tau kalau wanitanya ini sudah tidak disegel lagi?" pertanyaannya membuat gue bungkam.


Ilham: "Kamu milikku Ira, selamanya hanya akan untukku jadi menikahlah denganku maka akan aku pastikan mantan tunanganmu nanti tidak akan tau tentang rahasiamu yang telah tersimpan dengan baik" dia mulai menyentuh lengan tangan kanan gue dan mengelusnya.


Amira: "Singkirkan tangan lo!!! Gue ga akan pernah sudi menikah sama penjajah kelamin kaya lo!" Ya Ilham adalah cowo brengsek yang selalu melakukan seks dengan setiap wanita yang menyukainya, entah dia menyukainya atau tidak tapi baginya kepuasan adalah nomor satu.


Ilham: "Itu dulu sayang, lagian itu karna kamu selalu menolak ajakanku. Aku janji setelah kita menikah hanya ada kamu seorang"


Amira: "Gue belajar dari masa lalu, seorang pria yang menebar janjinya maka dialah yang akan terus mengingkarinya. Gue bukan Amira yang dulu lo selalu bohongi yang dengan gampangnya percaya"


Amira: "Mending sekarang lo pergi!"


Ilham: "Ira kamu ngusir aku?"

__ADS_1


Amira: "Ya! karna kamu tamu tak diundang dan tak pernah diharapkan"


Ilham: "Baik, untuk sekarang aku ngalah. Tapi ingat Ira aku akan kembali dan membawamu dengan cara apapun. Karna mana ada seorang pria yang menginginkan barang bekas pria lain apa lagi jika itu berhubungan dengan martabat"


__ADS_2