
Gue pandangi dia yang sedang berjalan menjauh dari rumah gue melalu jendela kaca kamar gue yang mengarah langsung keluar.
"Gue bukan Amira yang dulu, gue Mira"
Itulah satu kalimat yang selalu menjadi penyemangat gue dikala gue harus mengingat masa lalu yang selalu ingin gue buang jauh jauh sampai perairan Srilanka.
~Flashback on~
Bertepatan pada awal masuknya tahun pembelajaran baru, disini aku sekarang berdiri ditengah lapangan dengan menggunakan seragam SD putih merah. Dihiasi dengan topi setengah lingkaran bola sepak, dikalungi dengan sebuah papan nama bertuliskan "AMIRA" dengan pernak pernik bawang bawangan berbagai jenis cabe dan berbagai macam jenis sayuran yang tersusun rapih dileherku.
Masa Orientasi Siswa atau yang lebih sering kita sebut MOS sedang aku lakukan disatu satunya Sekolah Menengah Pertama terfavorit dikota Jogja dan telah mendapatkan pengakuan terakreditasi A.
Aku yang telah giat belajar setiap sebelum dan sesudah sholat subuh serta sebelum tidur selalu berharap dapat masuk menjadi salah satu murid di SMP Negeri yang selalu aku dambakan sejak kelas 4 SD. Meskipun nilai ku memang selalu bagus tapi aku tidak pernah puas, apalagi bila ada salah satu temanku yang mampu mendekati nilai ku maka aku semakin gencar belajar.
Hingga akhirnya aku pun mendapatkan nilai sempurna saat Ujian Nasional yaitu 30. Dan kini aku pun harus lebih giat belajar karna di SMP ku ini hanya dipenuhi murid murid pintar dan teladan.
Aku masuk kelas 7A yang dengar dengar inilah kelas unggulan, karna dipenuhi anak anak cerdas. Dan sini pula aku mendapati teman baru yaitu Durotun Nafisah. Dia pintar, ramah, tidak pelit berbagi ilmu dan dia kini menjadi teman sebangku ku dan jangan lupakan bahwa semenjak sekolah aku selalu duduk didepan.
Nafi: "Oh iya Amira, kamu tau ga ketua OSIS yang baru?"
Amira: "Yang baru? yang lama aja aku ga tau hehe.."
Nafi: "Aduh kamu ini, dia tu cakep dan denger denger dia tu mau masuk kelas kita buat pengarahan MOS dan PERSAMI akhir pekan ini"
Amira: "Ooooh"
__ADS_1
Tiba tiba beberapa orang memasuki kelas kami yang aku yakini mereka adalah kakak kelas kami.
"Selamat pagi adik adik" sapanya pada penghuni kelas ini.
"Pagi kak" jawab kita satu kelas.
"Perkenalkan nama kaka Ilham Prasetyo, kaka menjabat sebagai ketua OSIS dan kaka juga kelas 8A, mungkin untuk akhir akhir ini kalian harus terbiasa melihat muka kakak karna seminggu kedepan kakak akan mengisi kelas ini" terangnya.
Ilham: "Ada yang mau ditanyakan?"
kemudian temen cewe kelasku yang duduk dibarisan paling belakang angkat tangan dan bertanya..
"Boleh tau kak Ilham sudah punya pacar belum?"
Senyum itu timbul diwajahnya, dan dia hanya menggeleng sebagai jawaban.
Dan sejak saat itu menjadi ketua OSIS adalah tujuan utama ku.
Ilham: "Ada yang mau kamu tanyakan?" aku tersadar dari lamunan ku.
Amira: "Ah.. e.. ga.. ga ada ka, ga ada" jawab gue gugup.
Ilham: "Jangan menatapku tapi pikiranmu kemana kemana A-mi-ra" dia mendekatkan wajahnya dan memperhatikan papan namaku, dan disaat itu pula aku pun menyadari bahwa kak Ilham memang cakep sesuai ucapan Nafi.
Dia tersenyum kearahku dan disaat itulah aku berfikir bahwa aku harus benar benar masuk OSIS agar bisa lebih kenal kak Ilham.
__ADS_1
Hari hari berikutnya kak Ilham pun selalu masuk kelasku mulai dari menerangkan peraturan sekolah serta sanksi sanksi apabila kita melanggarnya.
Aku hanya melihatnya, cara gerak tubuh serta semua yang dia sampaikan. Sesekali dia melihat kearahku dan tersenyum dikala itu pula aku merasakan jantungku berdetak begitu cepat. Apa ini yang namanya menyukai lawan jenis?
Hingga seminggu pun telah berakhir dan dia tak pernah datang kekelas ku lagi. Dan juga acara Masa Orientasi Siswa tahun pembelajaran 2011/2012 resmi telah ditutup.
Karna sekolahku yang cukup besar dengan masing masing angkatan memiliki 8 kelas belum lagi beberapa ruangan praktek, 5 laboratorium, 2 perpustakaan dan ada 3 ruang kantor guru belum lagi ruang OSIS dan ruangan Pramuka dan masih ada lagi.
Karna kelasku dan kak Ilham yang jaraknya tidak dekat, kadang bila hanya ingin melihatnya aku harus jalan cukup jauh ke kantin. Padahal aku bukan anak yang suka jajan apalagi bila tempatnya ramai sampe berdesak desakan. Tapi aku tetap melakukannya setiap hari, mungkin inilah yang disebut cinta monyet.
Dan tiba saatnya pemilihan anggota OSIS baru untuk kelas 7 karna kelas 9 sudah harus fokus pada pelajarannya. Dan ini pula kesempatan yang aku jadikan alasan agar aku bisa sering melihatnya.
Mulai dari tes dan seleksi, nilai raport serta perilaku menjadi syarat pokok masuk menjadi anggota OSIS. Dan aku pun lolos dan mulai mengikuti acara Latihan Dasar Kepemimpinan.
Disinilah aku harus benar benar giat dan serius agar aku dapat masuk menjadi salah satu kandidat ketua OSIS.
Mulai dari teori, cara kita bersosialisasi serta mental kita semua diuji. Hingga menyisakan 4 nama tersisa yaitu Bima kelas 7A, Sakti kelas 7D, Kayla kelas 7A dan pastinya aku Amira.
Aku harus bersaing 2 diantara mereka adalah teman sekelas ku sendiri, meskipun tidak terlalu dekat.
Aku semakin gencar bersosialisasi dengan siswa kelas lain, karna pemilihan ketua OSIS ditentukan oleh vote semua murid.
Tapi sayang semua yang telah aku lakukan hanya mendapat gelar wakil, mungkin karena sekolahku yang didominasi oleh kaum wanita terlebih Bima teman sekelas ku memiliki paras yang tampan tapi menurut ku tidak setampan kak Ilham kala itu.
Setelah resmi dilantik wakil ketua OSIS dilapangan sekolah didepan murid yang lain, disitu pula aku mendapat gelar sebagai siswa ranking 1 paralel. Kalian tahu? Separalel artinya gue ranking 1 dari semua murid kelas 7.
__ADS_1
Dan bagiku jika memang aku tidak bisa dikenal sebagai ketua OSIS setidaknya aku akan dikenal sebagai orang pintar diantara orang orang pintar.
"Selamat ya"