Wanita Yang Tak "SEMPURNA"

Wanita Yang Tak "SEMPURNA"
Flashback Raka 3


__ADS_3






Tes... Tes.. Tes...



Darah itu mengalir sedikit demi sedikit hingga mulai mengalir sedikit deras. Aldo, Angga, Doni, Bagas dan Anton tercengang. Bukan! itu bukan darah gue tapi darah Amira.


Gue terbelalak mendapati leher si IBLIS mengeluarkan darah merah kehitaman itu.



Langsung gue rebut pisau yang ada ditangan kanannya, ya karna sedari tadi memang kita berdua dijarak yang begitu dekat.



Raka: "Apa yang lo lakuin?! Apa lo udah mulai gila!" bentak gue di hadapannya.



Aldo: "Angga cepet lo panggil dokter atau suster buru" tanpa menjawab Angga berjalan cepat keluar ruangan sesuai perintah Aldo.



Amira: "Apa lo sekarang puas Raka?! Apa sekarang lo udah ngerasain rasa sakitnya saat temen lo berniat bunuh diri? sadar Raka sadar!!! Kehidupan lo itu bukan tentang diri lo sendiri, tapi masih ada kita temen temen lo terutama nyokap bokap lo." Gertaknya dengan darah yang masih mengalir perlahan itu.



"Apa saat lo ngelakuin itu ta sedikitpun bayangan kita semua terlintas di ingatan lo.. Gue mohon Raka.. bangun!"


__ADS_1


Bruk



Amira pingsan tepat dibawah samping ranjang gue.





Gue masih terbaring di ranjang Rumah Sakit membayangkan kejadian tadi siang. Gue merasa yang dikatakan Amira benar, sakit.. sangat sakit ketika melihat orang terdekat kita, orang yang kita sayang melakukan tindakan bodoh yang merugikannya.



Gue lihat Mamih gue yang duduk disamping ranjang gue dengan mata terpejam, mungkin ia lelah karna harus bolak balik Rumah Sakit sejak gue dirawat. Gue tengok papih gue yang masih berkelit dengan laptopnya sejak ia kembali tadi. Apakah semua ini karna gue? Gue penyebab orang orang disekitar gue menjadi lebih susah lagi?






Angga: "Hai coy,, nih gue bawain buah salak biar lo ga usah bolak balik kamar mandi buat berak" katanya dengan menjinjing satu kantong plastik yang kemungkinan isinya salak.



Angga: "Hebat kan gue?" Kalo aja gue ga masih lemes udah gue jitak itu kepala yang ga ada isinya.



Aldo: "Sorry ya bro, tadi emaknya dia lupa ngiket dia jadi kabur ngintilin kita deh" keinginan gue untuk ngejitak itu kepala dibantu Aldo, sungguh dia temen dan sohib gue yang tau isi hati gue.



Angga: "Lo ngatain gue anjing?"

__ADS_1



Aldo: "Bukan gue ya yang ngomong, tapi lo sendiri"



Selagi mereka terus berdebat, tatapan gue terarah pada seseorang lagi yang masih menatap gue sedari tadi. Hanya saja tatapan yang sekarang tid setajam hari kemarin.



Amira: "Woi... ini Rumah Sakit bisa ga lo pada ga usah kaya bocah?"



" Ok.. ok.." kata itu keluar bersamaan dari mulut Aldo dan Angga.



Raka: "Lo pada kesini pada mau ngapain?"



Amira: "Jenguk lo lah BEGO!"



Raka: "Ga butuh!" entahlah meski hati gue ga sekeras kemarin tapi ga tahu kenapa gue pengin sendiri, di ruangan yang sepi.



Amira: "Oh " singkat padat jelas. Oh astaga ini cewe beneran bentukan IBLIS apa gimana, ingin rasanya kala itu gue nampol muka juteknya itu.



Amira jalan dan duduk di kursi disebelah ranjang gue, dia menatap mata gue dalam diamnya. Dia mengeluarka handphonenya, entah apa yang akan dilakukannya. Gue masih memperhatikannya, setiap gerakan yang dibuatnya membuat gue curiga terlebih tentang hal yang kemarin dia lakukan.



__ADS_1


Amira: "Ooy... mabar Moba yok!"


__ADS_2