Wanita Yang Tak "SEMPURNA"

Wanita Yang Tak "SEMPURNA"
Flashback Amira 2


__ADS_3

"Selamat ya" aku menoleh kearah belakang dan melihat sebuah uluran tangan dengan senyuman menghiasinya.


Amira: "Iya makasih ya kak Ilham" kataku dengan menjabat tangannya.


Ilham: "Sebenernya aku sudah memperhatikanmu sejak lama hanya saja aku ga berani untu mendekatimu" katanya.


Aku hanya diam dan merasakan jantungku yang berdetak tak ada aturan.


Ilham: "Boleh aku lebih mengenalmu Ira?"


Amira: "Haah Ira?" gue tercengang, benarkah ini kak Ilham sedang mengobrol denganku dan ingin lebih mengenalku?


Ilham: "Iya.. bolehkan aku memanggimu Ira saja?"


Aku tersenyum dan menganggukan kepalaku sebagai jawaban.


Setelah itu aku pun menjadi dekat dengannya, menjalin hubungan komunikasi melalu BBM. Sampai datang hari dimana dia menyatakan perasaan ketertarikannya padaku, dan dengan cepat aku pun mengiyakannya tanpa berfikir sama sekali.


Hampir satu sekolah tau termasuk Nafi yang lagi lagi menjadi teman sebangku ku di kelas 8A. Mungkin sampai aku lulus pun aku hanya akan mendapat inisial A saja seperti namaku.


Kita berpacaran layaknya pasangan ABG labil yang suka berpegangan tangan, saling melontarkan perhatian hingga lama kelamaan kak Ilham mulai berani menciumku.


Amira: "Jangan kak" aku menolak dan mendorongnya sedikit kebelakang.


Ilham: "Kenapa Ira? Apa kamu tidak mencintaiku?


Amira: "Bukan begitu, tapi emm...


Belum sempat ku selesai bicara tapi ka Ilham langsung mencium bibirku. Awalnya aku memberontak tapi lama kelamaan aku pun mengikuti arus yang dia aliri.

__ADS_1


Kita selalu berciuman setiap bertemu hingga dia pun mulai meminta lebih dari sekedar berciuman. Dia mulai menjajah 2 gundukan mini milikku, dan aku pun hanya diam tidak menolak perlakuannya.


Dan datanglah hari dimana kehancuran didalam hidupku, hari dimana aku mulai menaiki kelas 9A dan dia yang sudah berbeda sekolah denganku.


Ilham: "Aku ingin melakukannya denganmu Ira" katanya dengan meraba raba tubuh bagian bawahku.


Amira: "Jangan kak, dosa! Ira ga mau" tolak aku dan menyingkirkan tangannya.


Ilham: "Kita hanya manusia biasa yang saling mencintai, dan nanti setelah kau lulus SMA kita akan menikah bukan? jadi dosa itu bisa kita bayar dengan pernikahan kita. Bagaimana?"


Aku mulai diam dan berfikir benarkah kak Ilham mempunyai niatan menikahiku?


Ilham: "Aku benar benar mencintaimu Ira" katanya dan mulai memelukku dari belakang.


Amira: "Tapi Ira takut kak, Ira takut hamil" lagi lagi aku menyingkirkan tangannya yang melekat pada tubuhku


Ilham: "Aku akan mengontrolnya, aku janji" kak Ilham berusaha meyakinkanku.


Setelah kejadian dihari itu, melakukan hubungan intim menjadi hal wajib bagi kami setiap kali bertemu. Kecintaanku kepada kak Ilham membuat aku buta hati dan juga pikiran.


Hingga mulailah terdengar kabar bahwa kak Ilham memiliki pacar lain diluar sana.


Nafi: "Amira! kak Ilham punya cewe selain kamu Ra" kata Nafi disela aku yang sedang baca buku.


Amira: "Kamu kata siapa?" tanyaku masih fokus pada buku yang aku pegang.


Nafi: "Aku denger denger dari alumni angkatannya kak Ilham" jawabnya lirih berusaha agar anak anak yang lain tidak mendengarnya.


Amira: "Kamu cuma denger denger kaaan? ga ada bukti" aku sama sekali tidak percaya dengan ucapan Nafi, karna bagiku suatu hubungan harus didasari dengan kepercayaan.

__ADS_1


Nafi: "Tapi Amira... Aku juga kemarin kemarin lihat kak Ilham boncengan sama cewe naik motor" katanya sontak membuat aku mengalihkan pandanganku dari buku lalu menatap wajahnya, Nafi nampak tidak berbohong tapi aku juga percaya pada kak Ilham.


Amira: "Boncengan belum tentu pacaran Nafiii" elak ku lagi dan mulai fokus lagi pada buku yang aku pegang.


Nafi: "Tapi Ra...


Amira: "Udah lah Naf.. Kamu cuma iri kan sama aku karna aku jadian sama cowo yang kamu suka" aku memotong omongan Nafi, lama lama aku geram sendiri karna Nafi terus terusan berusaha meyakinkan ku bahwa kak Ilham selingkuh. Tapi disaat aku menanyakan bukti dia malah diam bagai patung, lalu atas dasar apa aku harus mempercayainya.


Dan sejak detik itu juga aku mulai perang dingin dengan Nafi. Kita memang satu meja tapi kita tidak seakrab dulu.


Untuk memastikan kabar burung itu, aku pun menanyakannya pada kak Ilham.


Ilham: "Lalu kamu percaya dengan kabar itu?"tanyanya dengan penuh serius. Aku hanya menggeleng dan tersenyum.


Ilham: "Mana mungkin aku selingkuh sedangkan pacarku ini sudah begitu sempurna. Untuk apalagi aku mencari yang lain" katanya dan mencium pipi kiriku.


Aku pun mempercayainya, hingga tiba saatnya aku melihat dengan mataku sendiri dia sedang membonceng seorang wanita dengan tangan wanita itu yang melingkar dipinggangnya dengan dagu yang diletakkan di bahu kiri kak Ilham.


Panas, hati ini sakit melihatnya akibatnya air mataku pun jatuh tak karuan.


Ilham: "Aku tidak ada hubungan dengan dia Ira ku sayang"


Amira: "Bohong! lalu kenapa dia memelukmu dan bersandar dibahumu dengan mesranya?" kataku dengan diiringi tangis.


Dia diam dan menghembuskan nafas perlahan.


Ilham: "Ira sayang.. itu karna dia sedang pusing, ga mungkinkan aku mengantarnya pulang tapi duduk diujung jok motor kalau dia jatuh bagaimana? maka dari itu aku mengizinkannya memelukku" katanya dan mulai membelai rambutku.


Ilham: "Maaf karna aku tidak minta izin terlebih dulu padamu, aku salah aku benar benar minta maaf. Aku benar benar bodoh tolong maafkan aku Ira" dia memelukku erat.

__ADS_1


Amira: "Jangan ulangi itu lagi aku ga suka" aku pun membalas pelukannya dan mulai mempercayainya kembali.


__ADS_2