
# Prov Amira
Gue berbaring di mini ranjang gue meluruskan semua otot serta tulang belulang gue yang baru kelar bertempur dengan lembaran lembaran foto.
Dikala gue memejamkan mata, masih terbayang raut wajah serius dari tampang menawan seorang Aldo yang menurut gue mirip Alan Walker ( karna penulis nge fans abis sama Alan jadi dibawa bawa deh😊) dengan membawa beberapa undangan yang gue yakini itu adalah undangan pernikahan.
Aldo: "3 hari lagi gue nikah sama Intan, lo harus dateng yah?" katanya penuh dengan antusias dan senyum bahagia.
Gue hanya diam, bagaimana tidak seseorang yang dulu gue sangat sayangi bakal jadi milik wanita lain dalam 3 hari lagi. Aldo Putra Kuncoro dia pacar gue dulu mungkin lebih tepatnya disebut mantan, mantan terindah.
Aldo: "Woi lo ko malah ngelamun? Lagi bayangin lo yang bakal nikah yaaa?" Lecek Aldo membuat pipi gue merona bagai tomat busuk, eh maksud gue tomat matang.
Amira: "Hahaha... ngaco lo" gue berusaha menutupi kemungkinan bahwa gue sebenarnya kecewa bahkan cemburu. Weit weit Raka mau dikemanain?
"Gue usahain dateng deh" sambung gue.
Aldo: "Ok jangan lupa bawa pasangan yah, ntar lu nangis lagi ngeliat gue udah nikah sama cewe lain"
'Dihati gue paling dalem udah nangis ini' batin gue.
Aldo: "Masih sama Raka kan? nikah aja bareng sekalian yuk denger denger kalo yang nikah 2 pasangan bakal dapet discount dari pihak pengelola gedung sama ketringnya"
Amira: "Raka ga sepelit dan sekere itu sampe mau nikah karna discountnan, lo tajir melintir masih aja mikirin discount" Celetuk gue membuat Aldo tertawa keras.
__ADS_1
Dan percaya atau tidak Aldo adalah temennya Raka bahkan temen terdeketnya Raka cowo gue yang sekarang. Bahkan gue kenal Aldo pun karna Raka.
~Flashback on~
Cling!!!
Suara BBM gue masuk, ya dulu jaman gue awal masuk Sekolah Menengah Kejuruan belum ada whatsapp seperti saat ini. Gue lulusan kejuruan? apa tentang grafis atau anak multimedia? ooh jawaban gue TIDAK!
Karna gue lulusan anak Akuntansi, ga nyambung banget bukan? tapi itu kenyataannya.
Balik ke cerita, gue baca ada sebuah DM yg masuk dari temen sekelas gue. Dia ngasih gue pin yang menurut gue itu cowo, tanpa mikir langsung aja gue invite dan dapet tanggapan langsung dari si cowo. Dan itu awal hubungan pertemanan gue sama Raka Wijaya sebelum gue kenal Aldo.
~Flashback off~
Karna ta kunjung berkelana dalam bawah sadar mimpi, alias masih terjaga gue putuskan buat nelpon "priaku"..
"Hallo" sapa yang di seberang sana.
"BANGKE" panggil gue
__ADS_1
"hmm"
"Belum star ngorok?" tanya gue
"Udah mau nyampe finish tapi bini nya manggil jadi ya balik ke star awal"
Senyum terukir nampak jelas dikedua sudut bibirku menampakkan lesung pipi disebelah pipi kiriku.
"Udah malem tidur gih ga bagus begadang, apa mau aku ke rumah mu nemenin kamu bobo? nada menggoda menusuk sangat tajam di telinga kanan gue.
"Ga perlu!!! ini juga mau tidur bye!" teriak gue berusaha membuatnya tuli.
"Kurcaci...?" panggil Raka
"Apa?!!!"sentak gue.
"Aku mencintaimu, sangat sangat mencintai mu kurcaci"
"Aku tau!" langsung gue akhiri panggilan suara itu karna gue merasa muka gue udah berubah jadi merah kaya kepiting rebus.
Ting!!!
"Jangan lupa besok, aku jemput jam 7 malam"
*Lelakimu*
__ADS_1