Wanita Yang Tak "SEMPURNA"

Wanita Yang Tak "SEMPURNA"
Banci


__ADS_3




#Prov Raka Wijaya



Aku bisa melihat kebahagiaan yang terpancar dari raut sepasang pengantin baru, tapi beda halnya dengan bidadari tak bersayap disamping ku ini yang hanya diam dan sesekali tersenyum canggung pada beberapa tamu lain yang kita kenal.


Entah ada apa dengan dirinya, apa dia belum bisa melupakan Aldo? Apa dia masih menyimpan rasa?




Raka: "Kamu kenapa kurcaci?" tanyaku menyelidik.



Dia tidak berkata hanya menggelengkan kepala tanda jawaban dari pertanyaanku.



Raka: "Apa kamu cemburu?" tanyaku sambil melihat sepasang pengantin yang masih sibuk dengan tamunya.



Amira: "Kalo aku cemburu lalu kamu mau apa?" dia menatapku.



Raka: "Aku bakal bantu kamu lupain dia, dan membuatmu sepenuhnya mencintaiku"



Amira: "Ga usah" dia berjalan menuju meja yang terdapat banyak jenis makanan diatasnya dan meninggalkan aku yang masih setia menatapnya.



Raka: "Kenapa ga usah?" aku berjalan menyusulnya.



Amira: "Ya karna kurcacimu ini sudah mencintai bangkenya sampai tulang rusuknya.



Senyuman menggoda itu datang lagi, sungguh aku sangat menyukainya.







Amira Dwi Saraswati

__ADS_1




Gue berdiri melihat priaku sedang mengobrol dengan seorang pria paruh baya yang gue yakini memiliki hubungan dengan perusahaannya.




" DORR!!!"



Seseorang mengejutkan gue dari belakang.



Amira: "Apa lo pengin jadiin dia janda di hari pertamanya menikah?" kataku sambil melirik seorang wanita cantik yang lebih muda dari ku menggunakan gaun mewah berwarna pink yang dihiasi dengan aksesoris aksesoris mewahnya.



Aldo: "Jangan dong, gue belum ngerasain masa iya lo tega mau bunuh gue"



Amira: "Mesum lo! Otak lo geser lagi? sini gue benerin pake hels 10cm.



Aldo: "Waah.. lo ko emosi gitu si? cemburu yaah? maaf deh abis Intan ini lebih menggoda dibanding lo, lagian kan lo juga punya abang yang menggairahkan juga" katanya disertai pandangannya kearah Raka.




Amira: "Lo ga usah khawatir, gue ga akan rebut dia dari lo ko, gue ga doyan yang luarnya aja cowo tapi dalem nya BANCI!"





~Flashback on~



Gue sedang duduk diruang tamu menunggu cowo yang katanya mau ngajak gue kencan keliling Jakarta sore hari. Dengan senyum yang menawan gue membayangkan hal hal yang romantis, karna apa? Aldo adalah tipe cowo romantis yang ga bisa ketebak.



Terdengar pintu rumah gue diketuk dan gue pun kenal dengan jelas pemilik suara yang memberikan salam itu. Langsung aja gue lari dan membukakan pintu.


Betapa terkejutnya gue, apa kalian tau apa yang membuat gue terkejut? bukan hal romantis atau pun hal yang indah.


Seorang cowo yang gue kenal sebagai pacar gue berdiri dihadapan gue menggunakan kaos merah dan celana jeans hitam disertai sandal jepit.



WHAT!!!


__ADS_1


Sandal jepit? Dia itu mau ngajak kencan apa mau mancing ikan? mana Aldo gue yang romantis? dan mata gue lebih terbelalak menatap sebuah motor tahun 90'an berparkir cantik didepan rumah gue.



Amira: "Itu motor siapa Do? tanya gue menunjuk motor kuno itu.



Aldo : "Ooh itu motor temen gue"


"Ayook!"



Amira: "Kemana?"



Aldo: "jalan"



Amira: "Pake itu?" tunjuk gue ke si kuno.


"Ogah!!!" penolakan gue jelas didepan Aldo.



Amira: "Motor yang biasa lo pake mana Do?"



Aldo diam, diamnya Aldo bikin emosi gue makin naik. Gimana ga naik gue udah rapih cantik gini bahkan milih bajunya aja berhari hari lalu, trus gue harus menelan kenyataan bahwa bidadari secantik gue harus naik motor butut. Gue tau kalian mikir gue cewe matre dan pemilih, please deh cewe mana sih yang mau diajak jalan cowoknya yang tajir melintir pake motor butut. Kalo lo bilang lo gak, gue menvonis lo cewe munafik!




Amira: "Do jawab!"




Aldo: "Temen gue minjem buat jalan sama cewenya. Cewenya ga mau jalan kalo pake motor itu" Jelas Aldo.



Amira: "Terus menurut lo gue mau?"



Aldo hanya diam.



Amira: "Banci lo Do!!!"




__ADS_1


~Flashback off~


__ADS_2