
...Sebelum mulai baca, yuk luangkan waktu untuk memberikan apresiasi kepada penulis dengan cara like, komentar, hadiah, serta jangan lupa untuk menambahkan WEDDING MAZE kedalam list favorit agar tidak ketinggalan jika cerita ini update chapter baru....
...Terima kasih....
...Happy Reading......
...•...
“Katakan, bagaimana caraku berterima kasih padamu, Sayang.” ucap Winter, menyatukan keningnya dengan kening Snow yang masih mengenakan penutup kepala dan masih menjalani proses Caesar demi menghadirkan buah hatinya ke dunia. Winter berlinang air mata, begitu juga Snow yang melihat Winter menangis, hatinya turut pilu.
“Cukup sayangi kami berdua.”
Winter mengusap wajah Snow penuh kasih, lantas mengecup kening wanita yang sangat ia sayangi itu.
Hingga tiga puluh menit berlalu, dan suara tangis bayi yang sangat keras memenuhi ruangan. Tubuh Winter seperti tidak memiliki tulang, ia lemas seketika mendengar suara tangis bayinya tersebut.
“Perempuan, cantik sekali.” ucap dokter Anne sambil mengangkat bayi yang masih berlumur darah dan tali pusat yang masih belum di potong itu untuk diperlihatkan kepada kedua orang tua yang sudah menghadirkannya kedunia.
Sekali lagi Winter mengecup kening Snow, tergugu dan menangis tanpa rasa malu sebagai bentuk kebahagiaan yang tak terbendung. Ia sangat bersyukur karena Snow menjaga bayi mereka dengan baik, dengan segenap jiwa dan raganya.
“Terima kasih sayang. Katakan, apa yang kamu inginkan, aku akan mengabulkan semua keinginanmu.”
Snow tertawa disela tangis. Matanya mulai membengkak karena sejak operasi dimulai hingga selesai, Snow tidak bisa berhenti menangis karena Winter. Ya, Winter menjadi pria cengeng hari ini. Ia menangis sepanjang waktu, dan Snow sempat tertawa geli karena sikap Winter yang terlalu berlebihan. Mungkin itu wajar, tapi Snow merasa tidak nyaman.
“Semua?” tanya Snow mengulang kalimat Winter dengan suara serak.
“Ya.”
Snow mengangkat lengannya yang bebas dari jarum infus, lalu meraih sisi wajah Winter dan mengusapnya lembut. “Belikan aku ayam goreng setelah operasi berakhir.”
Dokter Anne yang mendengar permintaan Snow tertawa sedikit keras. Bagaimana bisa permintaan Snow sesederhana itu setelah bertaruh nyawa untuk menghadirkan kehidupan baru yang tentu saja begitu menyenangkan hati sang suami?
__ADS_1
“Kalau boleh memberi saran, nih. Sebaiknya nyonya meminta penthouse saja. Ayam goreng terlalu sederhana setelah nyonya melewati proses menyakitkan dan bertaruh nyawa seperti ini.” kelakar dokter Anne yang mampu membuat riuh tawa semakin memenuhi ruang operasi tersebut. Dan lagi-lagi, Winter mengecup kening Snow. Ia tidak mau berhenti memberikan ungkapan cintanya kepada wanita satu-satunya dan begitu berharga dalam hidupnya itu.
...***...
Snow sudah dipindahkan ke ruang rawat jalan pasca caesar. Satu persatu anggota keluarga datang menilik, memberi ucapan selamat, bahkan orang tua dari pihak Snow maupun Winter, menangis bahagia karena kehadiran malaikat kecil yang begitu cantik itu.
Scott yang juga datang, menepuk punggung sang menantu. Lantas mengusapnya beberapa kali. “Selamat. Sekarang kamu menjadi seorang ayah, tanggung jawab yang kamu emban sekarang bukan hanya Snow, tapi juga gadis kecil yang akan memanggilmu papa itu.”
Manik Winter kembali berkabut. Mengapa hari ini dia begitu melankolis? Mendengar wejangan sederhana begitu saja dia ingin menangis. Tapi tidak bisa dipungkiri, hatinya memang sebahagia itu, hingga ia tidak bisa mengungkapkannya, selain menangis.
“Iya, pa. Winter janji akan menjaga mereka berdua, dengan jiwa dan raga Winter.”
Papa mertua Winter tersenyum dan menepuk bahunya, lantas berkata. “Kapan kamu akan menjelaskan rahasia itu dari papa?”
Ah, tentu saja papa Snow akan tau perihal perceraian yang sempat mereka sembunyikan dahulu. Cepat atau lambat, berita itu pasti akan sampai ditelinga Scott meski Winter dan Snow menyembunyikan itu dari mereka.
Sepandai-pandainya tupai melompat, dia akan terjatuh juga.
Sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai, baunya akan tercium juga.
Scott yang memang sengaja mengajak Winter keluar dari ruang rawat inap yang sedang dipenuhi kebahagiaan itu demi meminta penjelasan kepada Winter. Dan sekarang, Scott duduk disalah satu kursi tunggu didepan ruangan bersama Winter, mendengarkan sebuah penjelasan yang sejak tadi ingin ia dengar.
“Lalu, apa hubungan kalian saat ini, palsu?”
Winter sempat terkejut dengan praduga ayah mertuanya. Ia ingin sekali menyangkal ucapan Scott, namun ia kembali terdiam saat Kristenn muncul, membawa seikat bunga dan satu paper bag yang entah apa isinya.
“Paman?” pekik Kris ketika melihat Scott berada dalam jangkauan penglihatannya. Ia segera bergegas mendekat, lantas menerima dekapan Scott dengan senang hati.
“Sejak kapan kamu kembali ke kota ini, Kris?”
Winter iri. Ternyata mereka Memeng sedekat itu. Pantas saja Snow juga sangat dekat dengan Kris hingga membuatnya cemburu saat itu.
__ADS_1
“Aku hanya menyempatkan diri untuk datang berkunjung ketika mendengar kabar dari Snow, jika dia melahirkan, paman. By the way, bagaimana keadaan Snow sekarang?”
“Dia baik-baik saja. Cepat masuk, dia pasti menunggu kedatanganmu.”
Kris mengangguk bersama sebuah tawa lebar membingkai wajahnya. Lalu, dia memberi salam dengan membungkukkan badan sekilas kepada Winter, kemudian berlalu masuk kedalam ruangan.
Scott kembali duduk disamping Winter setelah Kris menghilang dibalik pintu ruangan VVIP yang ditempati Snow. Laki-laki itu membaca sekilas ekspresi tidak suka di wajah Winter, kemudian mencoba memberikan penjelasan agar tidak terjadi kesalah pahaman. Meskipun sebenarnya, itu tidaklah perlu. Sebab Winter sudah pernah bertemu dan mengenal Kris dari Snow dimalam nahas yang terjadi tempo dulu.
“Namanya Kris. Keluarganya dulu tinggal di kompleks yang sama dengan kami. Dia menganggap Snow seperti adiknya sendiri. Tapi Kris harus pergi karena satu alasan mendesak yang tidak bisa papa jelaskan kepada kamu.”
“Winter mengenalnya, pa. Kami pernah bertemu sebelumnya.”
“Apa?”
“Kami pernah bertemu. Dan juga, apa Kris yang memberitahu papa tentang perihal perceraian kami?”
Scott terdiam. Memang betul, Kris yang memberitahunya. Tapi dia hanya bermaksud meminta penjelasan.
“Dia yang membuat saya marah hingga berpisah dengan Snow saat itu.”
Mendengar penjelasan Winter, Scott terbelalak.
“Tapi saya juga bersyukur. Karena Kris, saya jadi tau jika rasa cinta saya kepada Snow begitu besar.”[]
...To be continued....
...__________...
...Jangan lupa juga untuk dukung dan mampir ke cerita baru Vi's yang berjudul WHITE. Dijamin seru dan menguras emosi. Coba baca-baca saja dulu, mana tau suka?...
...Extra part selanjutnya akan meluncur besok. Jadi jangan sampai ketinggalan ya......
__ADS_1
...Terima kasih sudah membaca dan mendukung Snow-Winter....
...See you....