Wedding Maze

Wedding Maze
EXTRA PART II


__ADS_3

...Sebelum mulai baca, yuk luangkan waktu untuk memberikan apresiasi kepada penulis dengan cara like, komentar, hadiah, serta jangan lupa untuk menambahkan WEDDING MAZE kedalam list favorit agar tidak ketinggalan jika cerita ini update chapter baru....


...Terima kasih....


...Happy Reading......


...•...


2 tahun kemudian.


Rumah Winter kini riuh dengan celoteh gadis kecil berusia dua tahun yang cantik jelita. Gadis kecil bernama Sunny itu sedang belajar kosa kata dan juga aktif bermain. Snow dan Winter mencurahkan seluruh perhatian dan kasih sayang kepada putri mereka itu.


Sunny Liora Bruddy, nama yang diberikan dengan alasan yang simple, karena Winter suka musim panas. Alasan yang familier, sangat ketika ia bertanya tentang nama Snow? Alasan itulah yang menjadikan Winter memberi nama Sunny kepada putrinya.


Winter menatap kedua presensi dihadapannya. Presensi yang merupakan anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada hidupnya. Ia sudah bersyukur, bahkan Syukur itu tidak mampu untuk mengungkapkan rasa bahagianya, untuk itulah, Winter memberikan seluruh yang ia miliki untuk membahagiakan keduanya. Snow dan Sunny. Mereka adalah kehidupan bagi Winter.


“Papa!” panggilan Sunny dengan suara khas batita itu mengejutkan Winter dari lamunan. Tiba-tiba saja gadis cilik itu sudah berada dibawah kaki jenjangnya, menarik-narik tangan, mengajaknya bergabung untuk bermain membuat istana lego bersama sang mama. “Ayo main.”


Suara yang selalu terngiang di telinga, suara yang selalu Winter rindukan—setelah suara milik Snow, suara yang selalu membuat Winter ingin segera pulang dan menggendong, serta mencubit gemas pipi gembil yang begitu lucu itu. Sunny menjadi dunia baru untuk Winter. Ia bahagia menjadi seorang ayah, meskipun untuk mendapatkannya, Winter harus berjuang keras setelah membuat satu kesalahan besar.


Sebuah senyuman Winter berikan sebagai jawaban. Ia lantas berjongkok dan meraih tubuh Sunny dalam gendongan seraya berkata, “Ayo.”


Kemudian, langkahnya berjalan mendekat ke arah Snow yang masih sibuk menyusun lego di atas matras lantai dengan wajah serius. Lalu terjingkat ketika tiba-tiba dia merasakan pinggangnya dipeluk posesif oleh Winter. “Mama sibuk sekali?” bisik Winter seduktif. Ia sengaja menggoda Snow. Winter suka melihat istrinya itu merona.


“Kamu mengejutkan aku, kak! Untung saja istana Sunny tidak rusak lagi.” jawab Snow dengan nada ketus yang dibuat-buat.


Ah, Winter suka sekali. Pipi Snow mulai merona.


Winter melihat putrinya juga sibuk, entah apa yang sedang disibukkan Sunny. Bentuk yang disusun tidak jelas, dan itu membuat satu tawa bebas Winter mengudara.


“Kenapa tertawa? Ada yang lucu?”

__ADS_1


Sunny sama sekali tidak terganggu melihat kedua orang tuanya bermesraan seperti itu, sebab Sunny juga kadang bergabung disana. Ya, Sunny juga terkadang tiba-tiba bergabung menjadi member baru dari kemesraan keduanya.


“Aku membayangkan jika ada dua Sunny dirumah kita.”


Gerakan telapak tangan Snow terhenti seketika. Ia menoleh kesamping, dimana Winter berada dan meletakkan wajahnya di bahu Snow.


Apa itu sebuah kode?


“Kak. Aku butuh baby sitter jika kamu menginginkan hal itu.” ketus Snow tidak ingin menutup-nutupi keterkejutan atas keinginan Winter.


“Tidak masalah. Aku bisa memperkerjakan baby sitter seperti yang kamu inginkan.”


Snow menjadi sebal. Dia ingin fokus membesarkan Sunny terlebih dahulu, hingga gadis kecil itu paham arti berbagi, hingga gadis itu paham arti sebuah keluarga, dan hingga gadis itu paham arti seorang saudara. Paling tidak hingga gadis kecil itu berusia lima tahun.


“Kak, sebenarnya tidak ada salahnya jika Sunny memiliki saudara. Tapi aku ingin dia memahami arti berbagi terlebih dahulu.”


Winter memanyunkan bibir. Itu berarti keinginannya ditolak, secara halus.


“Sunny akan bisa menerima kehadiran saudaranya ketika dia paham apa itu arti berbagi. Jadi aku tidak akan kesulitan merawat mereka berdua.”


“Okey, kita keep dulu acara menambah member, dan fokus membesarkan Sunny terlebih dahulu.”


Winter sudah berniat mencium bibir Snow, dan Snow juga sudah bersiap menerima Winter. Namun tepukan pada bahu Winter mengejutkan keduanya yang hampir larut oleh gairah.


“Papa,”


Ah, benar. Seharusnya Winter tidak lupa dengan gadis kecilnya itu. Ia menjauhkan diri, melepas pelukannya yang dari tadi melilit pinggang sang istri, lalu meraih Sunny yang terlihat lelah setelah berjam-jam bermain.


Winter melirik jam yang tergantung didinding, pukul sembilan malam, dan sudah waktunya gadis kecil itu dibacakan dongeng untuk menyelami alam mimpi.


“Ah, ayo papa bacakan cerita di kamar Sunny.”

__ADS_1


Gadis kecil itu mengangguk, lalu meletakkan kepalanya diantara ceruk leher kekar Winter dengan mata yang terlihat sudah ingin memejam. Winter berdiri dan memberi isyarat agar Snow juga pergi ke kamar untuk beristirahat. Ia tau dan mengerti bagaimana lelahnya mengurus seorang anak, untuk itu Winter selalu menyempatkan diri untuk meraih Sunny dan memberi waktu untuk Snow menikmati kesendirian.


Dan setelah beberapa menit menidurkan Sunny, Winter kini sudah berdiri diambang pintu dengan sebuah senyuman hangat dan lebar ketika melihat Snow yang juga sudah tertidur pulas dibalik selimut. Ia lantas berjalan mendekat, merapikan beberapa anakan rambut yang menjuntai menghalau pandangan untuk menikmati wajah cantik Snow. Lalu turut berbaring disisi sang istri, menelusupkan satu lengan dibalik kepala, mengecup kening wanitanya dengan penuh kasih sembari berkata, “Terima kasih sudah memberikan kebahagiaan yang utuh dalam hidupku, Sayang. Aku janji akan selalu menjaga dan menyayangi kalian, sampai kapanpun.” []


Pada akhirnya, Winter menemukan rumah yang sebenarnya didalam kehidupan yang ia miliki. Snow dan Sunny adalah rumahnya. Rumah yang akan selalu ia tuju ketika tubuhnya lelah dan penat akan hiruk pikuk kehidupan. Rumah yang selalu akan menjadi tempatnya bernaung, dan akan selalu ia tempati sampai penghujung usia. Winter hidup bahagia bersama kedua belahan jiwanya. Snow dan Sunny adalah nyawa baginya.


Selamanya. —FINAL ENDING—


...__________...


...Hai reader yang baik hati sekalian, part ini merupakan bagian paling akhir dari cerita Wedding Maze. Terima kasih sudah mengikuti perjalanan WINTER-SNOW sampai akhir. Jika ada kata-kata yang kurang berkenan, maafkan Vi's ya......


...Jangan lupa baca cerita Vi's yang lain, yang pastinya tidak kalah seru, menguras emosi dan air mata....


Baca-baca saja dulu, mana tau suka.


—White (Fiksi Modern) ; ini paling Fresh.


—Vienna (Fiksi Modern)


—Another Winter (Fiksi Modern)


—Adagio (Fiksi Modern)


—Dark Autumn (Romansa Fantasi)


—Ivory (Romansa Istana)


—Green (Romansa Istana)


—Wedding Maze (Fiksi modern)

__ADS_1


Atas perhatian dan dukungan readers sekalian, Vi's ucapkan banyak terima kasih.


See You.


__ADS_2