Who Am I

Who Am I
Rencana dijalankan


__ADS_3

Viktor saat ini sedang berada di perpustakaan,tempat biasanya dia duduk saat istirahat. Dia sedang mengutak-atik laptopnya,entah dia sedang mengerjakan tugas,mengisi laporan ataupun yang lainnya


'Dona sudah ditangan dan sisanya tinggal anggota kelas Sena. Sepertinya aku harus mengurus Febi dulu sebelum aku melakukan rencanaku selanjutnya...'


Ucap Viktor dalam hatinya sambil terus berfokus kelayar laptop. Saking fokusnya,Viktor tidak menyadari kalau sedari tadi Dona sedang memanggil-manggil nya


"Viktor.."


Viktor akhirnya menyadari kalau ada orang disekitar yang sedang berdiri didekatnya. Dia tidak menyadari bukan karena dia lengah atau instingnya yang menumpul,hanya saja hawa keberadaan yang mendekati nya itu tidak berbahaya sama sekali,oleh karena itu dia sampai tidak tau


Viktor pun menoleh dan melihat kearah seniornya yang masih setia menatap dirinya sambil berdiri. Viktor hanya diam saja,dia tidak mengatakan apapun


"sepertinya kau fokus sekali sampai-sampai tidak mendengar ku memanggil mu"


"ada apa?"


"tidak ada,aku hanya ingin duduk bersamamu,boleh?"


Viktor mengangguk kemudian kembali dengan laptopnya. Dona yang sudah mendapat izin langsung saja duduk sambil memegang sebuah buku ditangannya. Viktor tidak mengajaknya bicara sama sekali,sehingga Dona lah yang memutuskan untuk memulai pembicaraan terlebih dahulu


"kau suka sekali ke perpus ya?kenapa kau memilih tempat paling pojok seperti ini?"


"karena disini sepi dan aku jadi lebih mudah berpikir"


"emm"


Dona memilih untuk membuka buku yang dia pegang tadi,karena tidak mau kalau Viktor menganggap dirinya datang keperpus hanya untuk bertemu dengannya. Viktor melihat kearah Dona sekilas kemudian kembali menatap layar monitor


"apa kau mau kekantin setelah ini?"


"ada yang harus aku urus jadi tidak bisa"


Ucap Viktor seraya menutup laptopnya. Viktor kemudian berdiri dan hendak pergi dari tempat duduknya


"kau mau kemana?"


"ada urusan,aku pergi dulu ya senior"


Viktor pun pergi dari perpustakaan, meninggalkan Dona disana. Dona yang ditinggalkan pun menjadi kesal karena Viktor lagi-lagi mengabaikan dirinya


.


.


.


Dikelas 1-3,Febi sedang fokus membaca sebuah komik shoujomanga,dia sedang malas untuk kekantin ataupun beranjak dari tempat duduknya


Viktor yang baru datang melihat kearah dalam kelas 1-3, mencari-cari sosok Febi,dan dia pun menemukannya. Viktor segera melangkahkan kakinya masuk kemudian berjalan mendekat kearah Febi yang tadinya sempat melihat sekilas kearah Viktor yang berjalan mendekat


Merasa Viktor memasuki kelas mereka,para siswi yang juga ada dikelas langsung saja berteriak kegirangan sambil sesekali mencuri-curi kesempatan untuk mengambil foto Viktor


Viktor yang sudah dekat langsung saja mengambil kursi didepan Febi kemudian duduk diatasnya. Sambil meletakkan tangannya dikepala kursi,Viktor memangku dagunya seraya menatap kearah Febi yang masih saja mengabaikannya


Febi tau kalau Viktor akan melakukan itu terus sampai dirinya menghiraukan nya,dia sangat tau itu


"ada apa?"


"apa kau mau bertemu Hyuga?"


Ucap Viktor langsung saja setelah Febi menghiraukan dirinya


"maksudmu?"


"kau tidak ahli dalam fisika ataupun hitung-hitungan yang lainnya kan?maka dari itu aku meminta kepala sekolah untuk mengikut sertakan mu kedalam kegiatan yang diikuti oleh Hyuga, bagaimana?"


"kau bercanda ya?"


"tentu saja tidak. Kau menyukai Hyuga kan?aku ini membantu mu Lo..kau seharusnya berterimakasih kepada ku"


Ucap Viktor menyombongkan dirinya


"tapi negara A itu jauh Lo"


"semuanya sudah siap,kau hanya perlu berangkat saja"


Viktor pun tersenyum kearah Febi,Febi menjadi semakin bingung dengan pria yang ada didepannya ini


"kenapa kau baik sekali hari ini?apa tujuanmu?"


"tidak ada,hanya saja..."


Viktor pun mendekat kan jaraknya dengan Febi kemudian berbisik pelan supaya yang lainnya tidak mendengar. Tapi hal itu malah membuat semua siswi yang ada disana malah menjadi kesal


"kau tau..Hyuga itu sangat kaku dalam percintaan,jadi aku ingin kau mengubahnya,aku tidak tau lagi siapa yang bisa selain kau"


Telihat jelas sekali kalau Viktor sedang berbohong dan punya niat terselubung,tapi karena Febi yang memang sudah jatuh cinta kepada Hyuga,Viktor bisa dengan mudah membohongi nya


'berhasil'


Ucap Viktor didalam hatinya,dia tau kalau rencana yang seperti ini pasti akan berhasil


"kapan aku berangkat nya?"


"hari ini sekarang juga. Cepat pulang, bersiap-siap,kemudian pergi ke negara A"


"eh tapi sekolahnya?"


"izin.cepat pergi sana,atau kau akan ketinggalan pesawat"


Viktor pun berdiri dan memaksa Febi untuk segera berangkat. Febi yang dipaksa pun segera memasukkan barang-barang nya kedalam tas


'ini bukan karena Hyuga tapi karena ini berguna untuk meningkatkan kecerdasan otak ku'


Ucap Febi kepada dirinya sendiri untuk meyakinkan dirinya tentang tujuan dirinya pergi kenegara A. Febi segera menggendong tasnya kemudian berjalan meninggalkan kelasnya,Viktor pun melambai sebagai pengiring seraya tersenyum


"hati-hati dijalan"


Tidak ada urusan lagi,Viktor segera pergi dari kelas itu


'tahap selanjutnya'


.


.


Bel masuk sudah berbunyi,lorong sekolah sudah sepi dan semua siswa sudah ada dikelas mereka masing-masing


Brakk!!


Pintu kelas 1-3 dibuka dengan kerasnya dan membuat semua yang ada didalam kelas menjadi terkejut. Diambang pintu terlihat sesosok pria paruh baya dengan wajah yang sangat marah,bisa terlihat dari pandangan matanya


Para siswa yang tau kalau guru itu terkenal sangat buas,menjadi ketakutan,mereka tidak tau kenapa guru itu datang sambil marah-marah kekelas mereka


Pria itu pun berjalan kedepan kelas kemudian berhenti ditengah-tengah. Dengan tangan terlipat didada,guru itu menahan amarah dan tidak mengatakan apapun,membuat semua siswa semakin ketakutan


"kalian semua...akan saya hukum..!!"

__ADS_1


Ucap guru itu sambil memukul papan tulis dibelakangnya dengan keras


"Eh kenapa pak?"


"Kami tidak melakukan kesalahan apapun"


Para siswa mulai mengeluh,mereka tidak melakukan kesalahan apapun hari ini,kenapa mereka harus dihukum


"tidak melakukan kesalahan apapun?!!kalian membully murid baru disini beberapa hari yang lalu,kalian bilang kalian tidak berbuat kesalahan apapun?!!"


Guru itu memukul papan tulis kembali,emosinya meluap-luap,dia benar-benar marah dengan para siswanya


"Bagaimana bapak bisa tau tentang hal itu?"


"Apa ada yang melaporkan nya?"


"Wah gawat ini"


Para murid mulai berbisik-bisik tentang siapa yang sudah melaporkan hal ini kepada pak zam,guru olahraga mereka. Pak zam terkenal buas dan juga sangat keras,dia mengurusi para siswa yang bermasalah dan sering membuat onar,dia tidak segan-segan dalam memberi hukuman kepada siswa yang bermasalah


"baru saya tinggalkan hampir satu bulan tingkah kalian sudah seperti ini!!kenapa anak muda zaman sekarang merasa dirinya sangat hebat sekali!!apa kalian lupa dengan semua yang sudah saya katakan kepada kalian?!!kalian masih ingat kan?!!"


"Ingat pak"


Ucap semua siswa 1-3 secara bersamaan. Selain mengajarkan tentang olahraga,pak zam juga sering kali memberi nasehat-nasehat diwaktu luang pelajaran nya


"kalau begitu kenapa kalian melakukan nya?!! kalian sudah kehilangan akal kalian ya?!!murid baru itu bahkan masuk rumah sakit gara-gara kalian!!"


"Kami tidak melukainya pak"


"Bukan kami"


"jangan banyak alasan!saat dia sudah kembali ke sekolah maka kalian harus minta maaf kepadanya,kalau tidak kalian akan menerima akibatnya!!untuk sekarang..kalian akan pak hukum lari keliling lapangan bola kaki sebanyak 50 putaran..cepat!!"


Pak zam kemudian menunjuk lapangan bola kaki diluar,para siswa langsung saja mengeluh dan mencari-cari alasan supaya terbebas dari hukuman


"50 putaran?!yang benar saja pak.."


"Apa bapak pikir lapangan itu kecil?"


"Aku tidak mau,nanti wajah ku jadi hitam gara-gara sinar matahari"


"tidak ada penolakan!!saya tidak menerima alasan apapun!! sekali lagi kalian mengeluh,maka saya akan melipatgandakan hukuman kalian!!cepat!!"


Para siswa pun terpaksa menuruti dan segera berlari keluar. Kelas menjadi kosong karenanya


"Mil"


Pak zam memanggil sang ketua kelas yang masih berada didalam kelas dikarenakan tidak mau berdesak-desakan dengan siswa yang lain saat keluar pintu. Mil,sang ketua kelas yang dipanggil pun segera menoleh kemudian mendekat


"ya ada apa pak?"


"kau bantu bapak dikantor,banyak sekali yang harus pak kerjakan"


"baik"


"siapapun yang melakukan kecurangan,awas saja nanti akan saya hukum yang lebih berat lagi!!"


Ucap pak zam dengan suara yang keras hingga terdengar oleh siswa yang sudah ada dipintu depan. Mereka semua mengangguk,mereka tau kalau ancaman pak zam tidak pernah main-main


"Ayo pergi"


Para siswa yang sudah tiba dilapangan langsung berlari sebanyak 50 putaran,mereka berlari dengan sungguh-sungguh,tidak ada yang berani berjalan dikarenakan pak zam yang terus saja mengawasi mereka dari ruang guru


Sementara itu Dikelas 1-5,sambil memandangi para siswa kelas 1-3 yang sedang berlari di lapangan,Viktor tersenyum karena rencananya berhasil dengan sangat mulus,bukanlah hal yang sulit baginya untuk memanipulasi pikiran seseorang


'sukses.. siap-siap rencana selanjutnya'


"Bu,bisakah aku permisi ketoilet?"


Viktor berdiri dari tempat duduknya,guru yang sedang menerangkan pun menoleh kemudian menjawab perkataan Viktor


"Tentu Viktor"


"terimakasih Bu"


Viktor segera pergi keluar melalui pintu kelasnya yang ada dibelakang. Doni hanya memandangi kepergian Viktor,dia tau kalau Viktor sedang merencanakan sesuatu. Sementara itu,setelah menutup pintu kelas,seringaian muncul diwajah Viktor dan dia segera melangkahkan kakinya kesuatu tempat


.


.


.


Setelah 2 jam akhirnya para siswa kelas 1-3 selesai mengelilingi lapangan,mereka semua lelah dan berbaring di rerumputan. Beberapa diantara mereka ada yang pingsan dan ada yang muntah-muntah


"bagus,kalian melakukan sesuai yang saya perintahkan"


"Pak, bagaimana dengan yang pingsan?"


"tentu saja dibawa keruang UKS,memangnya apa lagi?!Cepat sana!!"


"Pak guru,bukankah tidak adil kalau ketua kelas serta Febi tidak mendapatkan hukuman seperti kami juga?"


Ucap salah satu dari mereka saat melihat ketua kelas mereka yang berdiri disamping pak zam


"Febi pergi kenegara A atas permintaan kepala sekolah,dan untuk Mil,karena saya butuh bantuannya. Lagipula dia tidak ikut membully anak baru itu,kau ada masalah dengan keputusan ku?!"


Tanya pak zam sambil melotot kearah siswa tadi. Siswa itupun segera menggeleng cepat kemudian memalingkan wajahnya kearah lain, menghindari tatapan tajam dari guru olahraga nya itu


"cepat kembali kekelas dan mulai pelajaran nya!!"


Para siswa segera bangun dari posisi mereka,meski mereka lelah mereka harus kembali kekelas. Mereka memapah satu sama lain supaya mereka bisa sampai dikelas


"Eh hari ini pelajaran Bu Ama kan?"


"Iya, kalau tidak salah hari ini kita akan mencatat bab terakhir,dan 3 hari lagi nanti, catatan kita akan diperiksa. Benar kan?"


"Iya,untunglah aku sudah menyalin catatan pacarku,kalau tidak...habislah aku.."


"Makanya dikelas jangan tidur terus"


Ucap para siswa yang tenaganya sudah mulai kembali. Mereka membicarakan soal pelajaran mereka nanti


Sementara itu ditoilet,Viktor sedang membersihkan tangannya yang kotor dengan air mengalir


"apa tindakanmu tidak terlalu berlebihan?"


Doni tiba-tiba saja sudah ada dibelakang Viktor. Viktor melirik sejenak Doni dari balik cermin,dia pun menutup keran kemudian mengeringkan tangannya. Setelah selesai Viktor segera berbalik dan menatap kearah Doni yang bersender disamping pintu


"ini masih belum seberapa jika aku mau. Kenapa?apa kau mau menghentikan ku?"


"tidak,selama kau tidak membunuh mereka"


"tenang saja,perbuatan mereka tidak separah itu sampai-sampai aku harus membunuh mereka"


Viktor pun tersenyum kemudian melewati Doni keluar dari dari toilet dan segera kembali ke kelas. Doni hanya diam saja kemudian mengikuti Viktor untuk kembali ke kelas

__ADS_1


Dikelas 1-3,para siswa sedang sibuk mencari-cari sebuah benda. Mereka sangat panik dan tidak bisa duduk ditempat mereka dengan tenang


"Hei kalian melihat catatan ku?"


"Catatan ku juga hilang, bagaimana ini?!!"


Mereka semua kehilangan buku catatan biologi mereka. Karena waktu pengumpulan sudah dekat,jadi mereka semua panik dan kemudian berpencar untuk mencarinya diluar kelas mumpung guru yang mengajar belum datang


"Kita juga harus mengumpulkan buku itu 3 hari lagi, bagaimana ini?!!kalau buat ulang tidak akan cukup dalam 3 hari, catatan nya kan banyak!!"


"Gimana kalau kita jelasin ke Bu Ama baik-baik, mungkin saja dia akan mengerti dengan keadaan kita"


"Kau bercanda ya?!dia bahkan tega menyuruh anak didiknya untuk mendaki gunung berapi aktif jika dia sudah kesal. Apa menurut mu dia mau mendengarkan kita?!!"


"Ayo cari kalau gitu..!!"


"Ini pasti ada yang sengaja menyembunyikan buku kita supaya kita dihukum"


"Tapi siapa?"


"Kita semua tadi lari,jadi tinggal..Mil?!"


Mil yang dipanggil pun segera menoleh,hanya dia yang sedari tadi tenang meskipun dia ikut mencari


"ada apa?"


"Apa catatan mu hilang?"


"entah kenapa aku lupa membawa buku biologi hari ini,jadi buku ku aman dirumah"


"Jangan-jangan kamu ya yang sudah menyembunyikan buku kami?!"


Ucap salah satu siswa yang langsung saja menuduh Mil sang ketua kelas,karena hanya dia yang tidak melakukan lari tadi,jadi besar kemungkinan kalau dialah yang menyembunyikan buku mereka


"aku tidak,jika tidak percaya tanyakan saja kepada pak zam,aku membantunya terus saat kalian lari tadi"


"Mil tidak mungkin bohong,kalau begitu...Febi?"


"Dia sudah berangkat ke bandara sejak istirahat tadi,tidak mungkin dia yang melakukan nya"


"Kalau begitu siapa?!!"


"Oii kalian sedang apa?! ayo cepat cari...!!"


Mereka pun terus mencari sampai-sampai tidak menyadari kalau guru yang akan mengajar sudah masuk didalam kelas


"Kalian sedang apa?!"


Para siswa terkejut kemudian menoleh kearah Bu Ama yang sudah duduk dikursi,semoga saja Bu Ama tidak curiga akan tindakan mereka semua


"tidak ada apa-apa Bu"


"Bagaimana ini?kita harus mengikuti pelajarannya,tapi kita juga harus mencari buku kita"


"Bagaimana kalau kita gantian saja mencarinya"


"Ide bagus"


"Kalian sedang apa bisik-bisik?cepat duduk,ini materi terakhir untuk bulan ini!ayo cepat catat"


Bu Ama pun mulai mencatat materi dipapan tulis. Para murid mengangguk kemudian duduk ditempat mereka,dan rencana mereka untuk mencari buku secara bergiliran pun berlangsung


"Bu,apa aku boleh ketoilet"


Bu Ama diam sebentar kemudian mengarahkan dagunya kearah luar


"cepat sana"


"Terimakasih Bu"


'Semoga ketemu'


Ucap para siswa bersamaan didalam hati mereka


.


.


.


Pada akhirnya buku biologi semua siswa kelas 1-3 tidak bisa ditemukan. Semua siswa dari kelas 1-3,kecuali Mil,terlihat depresi,mereka bingung apa yang harus mereka lakukan


Viktor sengaja pulang telat dan duduk menunggu diatap karena dia ingin melihat wajah kesusahan para siswa kelas 1-3. Sejak para siswa mencari-cari buku mereka dari pulang sekolah tadi,Viktor tidak bisa berhenti tersenyum,dia senang akhirnya dia berhasil membalaskan dendam Sena


Setelah para siswa pulang,Viktor segera turun dan pergi menuju rumah sakit untuk mengunjungi Sena


★dirumah sakit


"bagaimana keadaannya Paman?"


Ucap Viktor saat membuka pintu,tau kalau Paman Kim pasti ada didalam. Paman Kim pun segera berdiri kemudian memberikan salam kepada Tuannya itu


"masih belum sadar,tapi dokter bilang dia baik-baik saja,dia tidak tau mengapa Sena tidak kunjung bangun-bangun juga"


"ah begitu ya"


Viktor pun duduk disamping Paman Kim,kemudian menoleh kearah pria paruh baya itu


"Paman pulang saja dan istirahat,biar aku saja yang menjaga Sena hari ini"


"tidak perlu tuan,saya tidak mau merepotkanmu,sebaiknya tuan Viktor pulang saja dan beristirahat"


"aku tidak merasa direpotkan,lagipula aku ada sedikit urusan disekitar sini nanti"


Ucap Viktor seraya tertawa


"urusan apa?"


"hanya membereskan sesuatu,bukan apa-apa. Jadi Paman sebaiknya istirahat saja dirumah hari ini,Paman terlihat sangat kurus"


"ah baiklah,tolong jaga Sena ya tuan Viktor"


Paman Kim pun berdiri kemudian memberesi barang-barang nya yang kotor kedalam tas


"tenang saja. Jika Sena sudah sadar,maka aku akan segera menelpon kerumah"


"baik,saya pergi dulu"


"hati-hati dijalan ya Paman"


Paman Kim mengangguk kemudian segera berjalan menuju pintu keluar dengan tas besar ditangannya. Setelah paman Kim menutup pintu,Viktor segera mengeluarkan laptopnya dan mulai memeriksa sesuatu


Dia tersenyum kemudian mengeluarkan hp nya untuk menghubungi seseorang


"halo,bisakah kalian kesini malam nanti?"


"..."

__ADS_1


"Pukul delapan malam,jangan sampai telat ya"


Viktor pun memutuskan panggilan kemudian menyimpan kembali hp nya. Viktor kembali memeriksa laptopnya kemudian tersenyum kearah Sena,sudah waktunya untuk rencana tahap selanjutnya


__ADS_2