
"Ezil ada apa?" Tanya Philip dari seberang telepon dan terdengar suara gaduh disekitarnya
"Viktor bertingkah aneh,dia tidak menjawab panggilan ku dari tadi"
"apa?!baiklah tunggu sebentar,bertahanlah sebisa yang kau bisa. kami juga sedang kerepotan juga disini,Ternyata pak tua itu sudah menambah anak buahnya!"
"baik aku akan berusaha"
Sambungan pun ditutup. Ezil menatap kesal kearah para penjaga yang kian mendekat kearah mereka. Dia mencemaskan keadaan Viktor sekarang ini dan dia ingin segera membawanya kerumah sakit
"Kami akan membunuhmu untuk membalaskan dendam bos kami"
'aku akan melindungi Viktor sampai dia kembali sadar'
Pertarungan antara Ezil dengan puluhan penjaga pun terjadi dan adu tembak pun berlangsung. Dengan tubuh mungilnya Ezil bisa dengan mudah menyelinap dan bersembunyi dibelakang para penjaga supaya mereka bisa menjadi tameng untuknya
Seraya bertarung, Ezil juga melindungi Viktor dari para penjaga yang selalu saja berusaha untuk menyerang Viktor yang sedang tergeletak tidak sadarkan diri itu. Ezil menjadi kerepotan karenanya dan saat dia sibuk melindungi Viktor,sebuah pukulan mendarat tepat diwajahnya dan membuatnya terpental kebelakang
"Apa kau pikir anak kecil seperti mu bisa mengalahkan kami semua?!"
Ezil kesakitan dan darah mengalir dari mulutnya. Ezil mendecak kesal dan menoleh kearah Viktor yang masih saja tidak bergerak sama sekali,dia benar-benar seperti boneka hidup
'kumohom sadarlah Viktor..'
Ezil kembali bertarung,dia bertarung dengan segenap kemampuannya. Ezil mungkin lebih unggul dalam skill tapi dia tetap saja kalah jumlah dan itu sangat menguras tenaganya
'aku sangat lemah,aku bahkan tidak bisa melumpuhkan setengah dari mereka, sial!!'
"Mati kau bocah sialan!!"
Salah seorang penjaga menendang perut Ezil dengan keras dan membuatnya muntah-muntah karena rasa sakit yang teramat sangat. Ezil pun memegangi perutnya yang sakit, perutnya panas dan dia kesulitan untuk bernapas
Dua orang dibelakangnya tiba-tiba saja memeganginya dan mengunci pergerakannya. Ezil sangat lemas jadi dia tidak terlalu banyak memberontak
"lepaskan aku sialan!!"
"Kau sedari tadi melindungi anak ini,kalau begitu akan ku bunuh dia terlebih dahulu"
Pria itupun mengarahkan pistolnya kepada Viktor dan bersiap untuk menarik pelatuknya
Dorr!!!
Pistolnya terpental kesamping karena tembakan yang diberikan oleh Ezil. Pria itupun kesal dan menoleh kearah Ezil yang menatapnya tajam meskipun sudah babak belur
"tidak akan kubiarkan kau membunuh Viktor!"
"Cepat hajar dia!"
Anggota yang dekat dengan Ezil pun memukuli Ezil dengan kuat dan tanpa ampun. Ezil rasanya akan mati saat itu juga. Tubuhnya penuh luka dan sepertinya ada beberapa tulangnya yang patah
Pria itupun puas karena orang yang mengganggunya sudah disingkirkan. Diapun melihat kearah pistolnya yang terpental tadi,namun dia tidak mengambilnya dikarenakan dia tidak akan puas jika membunuh tidak secara langsung
"aku akan menghabisimu dengan tanganku sendiri!"
Pria itu dengan sekuat tenaganya menendang serta memukuli Viktor yang sedang tidak sadarkan diri. Ezil yang ingin membantu terhalang karena tubuhnya ditahan oleh dua orang penjaga
"hentikan!!"
'aku harus melindungi Viktor,dia sudah menyelamatkan nyawaku dan sekarang akulah yang harus menolongnya. Kenapa aku lemah sekali...kalau begini terus Viktor bisa mati..sadarlah Viktor'
"Viktor....!!"
Ezil berteriak keras hingga bergema keseluruh ruangan berharap kalau Viktor bisa terbangun. Tapi Viktor masih saja tidak bergerak dan itu membuat Ezil putus asa dan merasa tidak berguna sehingga dia menundukkan kepalanya dalam-dalam
"berisik!!"
Ezil terkejut dengan suara yang dia dengar,itu adalah suara Viktor. Ezil Langsung saja mengangkat kepalanya dan melihat kearah Viktor. Dia melihat kalau Viktor sedang menahan kaki dari sang penjaga yang hendak menendang nya lagi
Tanpa kesulitan sedikitpun,Viktor menahan sepatu didepan wajahnya itu. Diapun menolehkan kepalanya untuk melihat wajah dari sang pelaku yang sudah kurang ajar kepadanya
"oii paman!!berani sekali kau mendekatkan sepatumu kewajahku,apa kau ingin mati?!!"
"Kaulah yang akan mati bocah sialan!!"
Penjaga itupun menarik sepatunya kemudian bersiap untuk menendang Viktor lagi dengan secepat dan sekuat yang dia bisa
Dorr!!
Peluru menembus dagu sang penjaga sampai ke kepalanya,penjaga itu roboh seketika. Viktor tadi mengambil pistol yang tergeletak dan langsung saja menembakkannya keatas
"sudah kubilang kan?!"
Viktor pun bangun dari posisi tidurnya kemudian berdiri. Dia melihat pakaian serta tubuhnya,banyak sekali luka dan juga noda
"sialan!! pakaian ku sangat kotor dan tubuhku penuh luka..!! Ezil,apa yang terjadi selama aku tidak sadarkan diri!!" Ucap Viktor berteriak kesal kearah Ezil yang masih ditahan oleh dua penjaga
"kau dipukuli habis-habisan oleh mereka" ucap Ezil singkat dan apa adanya sambil terus berusaha untuk melepaskan diri
"oh begitu ya"
Viktor pun membersihkan pakaiannya yang kotor dengan sangat santai dan tidak mempedulikan kalau puluhan penjaga sedang mengarahkan senjata kearahnya
'sepertinya kau sudah berusaha keras untuk melindungiku'
Viktor pun menembak kearah Ezil,lebih tepatnya kearah para penjaga yang sedang menahan Ezil
Dor!Dor!!
Dalam sekejap para penjaga yang menahan Ezil sudah mati,tembakan Viktor tepat dikepala mereka. Ezil pun duduk dilantai karena dia sudah kelelahan,tapi dia langsung berdiri karena dia harus membantu Viktor
"Kau duduk saja,aku yang akan mengatasi mereka semua" ucap Viktor seraya menyeringai dan mulai bersiap untuk menyerang
Para penjaga yang lain sudah siap untuk menembak ataupun menyerang Viktor dengan pukulan. Mereka sedikit merinding saat Viktor menyeringai tadi,tapi itu mereka abaikan karena Viktor hanyalah seorang anak kecil
Dor!dor!!
Viktor menumbangkan setiap penjaga dengan cepat. Tapi dia tiba-tiba saja kesal dan membuang pistolnya yang masih berisi peluru itu kebelakang
"berikan pisau padaku!" Ucap Viktor kepada sembarang orang yang ada dirungan itu
Ezil yang tau kalau dialah yang dimaksud pun melemparkan sebuah pisau kearah Viktor dan dengan sigap Viktor menangkap nya. Viktor memeriksa pisaunya sekilas lalu kembali menyerang musuh yang ada didepannya
Sitt!sitt!!
Viktor membunuh lebih cepat dari sebelumnya. Darah langsung memancar kemana-mana dan banyak mayat bergelimpangan. Tubuh Viktor sudah merah karena darah,tapi dia tetap saja membunuh siapapun yang ada didepannya
'hebat'
"Ayo semuanya maju,kenapa kalian malah takut dengan anak kecil sepertinya!"
Para penjaga kian berdatangan,ini lebih banyak daripada informasi yang diterima oleh Ezil dan juga Viktor. Semua penjaga itu maju secara bersamaan dan menyerang Viktor
Tanpa meminta bantuan sedikitpun,Viktor terus mengayunkan pisaunya dan membunuh siapa saja yang mendekat. Sepanjang pertarungan Viktor terus saja menyeringai dengan mata yang menunjukkan hasrat membunuh
'ini menyenangkan!membunuh secara langsung memang menyenangkan..'
'itu..bukanlah..Viktor,dia..siapa?' Ezil diam membeku dan memperhatikan Viktor yang terus saja membunuh para penjaga itu. Sosok yang didepannya itu bukanlah Viktor yang dia kenal,itu seperti seorang pembunuh berdarah dingin
"Sial! siapa sebenarnya bocah ini?!" Ucap salah seorang penjaga karena kesal banyak rekannya yang mati
"biar ku perkenalkan,Aku adalah malaikat maut yang akan mengantarkan kalian semua,hahaha!"
Brak!!
Suara pintu dibuka secara paksa pun terdengar,namun Viktor tidak mempedulikan nya dan terus membunuh
Dari balik pintu muncul rekan-rekan dari kelompok darah naga yang lengkap dengan senjata mereka,tubuh mereka ada yang luka karena berlawanan dengan musuh yang ada dibagian luar
"apa kalian baik-baik saja?"
Philip menghampiri Ezil yang sedang terduduk disudut ruangan. Ezil langsung saja menoleh kearah Philip kemudian kembali melihat kearah Viktor
"sepertinya begitu"
Philip pun ikut melihat kearah yang Ezil lihat. Dia melihat Viktor yang sedang melawan banyak sekali penjaga dan dia pun bersiap untuk membantu Viktor
__ADS_1
"paman jangan ikut campur,mereka semua mangsaku!!"
"Jangan sombong Viktor!apa kau pikir kau bisa melawan mereka sendirian?!"
Empat senior Viktor mengabaikan perkataan Viktor barusan dan menembak Beberapa penjaga yang sedang menyerang Viktor. Para penjaga itupun mati dan para senior pun lanjut menembak lagi
Viktor yang perkataan nya diabaikan pun diam sambil berdiri tegap. Dia kesal dan menatap tajam kearah para seniornya yang sedang mengganggunya itu. Aura membunuh yang lebih kuat dari sebelumnya pun dia keluarkan dan membuat terkejut semua orang yang ada diruangan itu
"bukankah sudah kubilang mereka mangsaku?!!"
Karena kesal kepada para seniornya,Viktor pun menyerang para senior tadi tanpa mempedulikan kalau mereka adalah satu tim. Viktor menendang dagu salah seorang seniornya,menusuk dibagian dada dan perut, ataupun menendang sekuat tenaga sampai seniornya terbentur Kedinding dengan sangat keras
"tidak ada yang boleh mengambil bagianku!!" Ucap Viktor seraya menatap tajam kearah para seniornya yang sudah babak belur serta tidak sadarkan diri itu
"Viktor apa yang kau lakukan?!mereka itu anggota kelompok mu!" Ucap Philip membentak Viktor yang sepertinya tidak merasa bersalah sama sekali
"berisik!tutup mulutmu atau kau akan kubunuh!"
Philip tidak bisa lagi menahan amarahnya dan mulai menyiapkan dirinya untuk segera memukul Viktor,Viktor hanya menatap datar kearah Philip yang mengeluarkan aura membunuh yang membuat seisi ruangan itu merinding
"apa kau pikir aku akan takut kepadamu?!ayo maju,sudah lama aku ingin memukulmu!"
Tanpa berbasa-basi,Viktor langsung saja menyerang Philip dengan sekuat tenaganya. Philip terlihat santai menghindari setiap serangan dari Viktor dan sesekali memukul Viktor saat ada celah
Viktor kerepotan melawan Philip,tidak dia sangka kalau Philip ternyata sekuat ini
"kau masih terlalu cepat 100 tahun untuk bisa mengalahkan ku!" Ucap Philip seraya memberikan pukulan kuat keperut Viktor
Viktor mundur kebelakang sambil memegangi perutnya tapi tidak lama kemudian dia kembali menyerang lagi
"hanya dengan kekuatan segini saja kau sudah sombong..dasar bocah tengik!!"
Kali ini Philip mengeluarkan semua kekuatan nya,Viktor tumbang dengan sekali serangan tadi. Viktor pun berusaha untuk bangun dan kembali menyerang,tapi dia tiba-tiba pingsan saat itu juga
Karena Viktor sudah pingsan,Philip pun merapikan pakaiannya yang berantakan karena selesai bertarung
"cepat bawa dia ke mobil!" Ucap Philip kepada Ezil
"baik"
Ezil pun berjalan mendekat kemudian mengangkat Viktor dan membawanya pergi ke mobil. Philip memperhatikan punggung Ezil yang semakin menjauh kemudian mendecak kesal,mungkin karena Viktor berhasil mendaratkan pukulan diwajahnya
"cepat selesaikan ini semua dan jangan ada jejak yang tertinggal!"
"Baik"
'beberapa tahun lagi aku pasti akan kesulitan untuk melawannya'
.
.
.
Saat ini dimarkas,Viktor baru saja bangun dari pingsannya. Dia memegangi tengkuknya yang sakit lalu bangun untuk duduk
"Viktor apa kau baik-baik saja?" Tanya Ezil seraya memberikan segelas air kepada Viktor
Viktor langsung saja menerima air itu lalu meminumnya dan habis dalam sekali tegukan
"hanya sedikit pusing" ucapnya setelah menghabiskan air minumnya
"syukulah"
"mau bertarung lagi?!"
Philip tiba-tiba saja muncul dan bersender disamping pintu kamar Viktor dengan tangan yang terlipat didepan dada. Viktor dan Ezil langsung saja menoleh kearah pintu dan Viktor pun berdecak kesal karenanya
"berisik!!"
"cepat pakai bajumu,kau harus menemui Dr.L"
"bukankah obat tadi pagi adalah yang terakhir?kenapa Viktor harus menemui Dr.L lagi?!"
Ezil pun menoleh kearah Viktor yang sedang merapikan bajunya dan Viktor pun menoleh kearah Ezil dengan tatapan datar
"tenang saja,aku tidak akan mau diberikan obat apapun lagi"
Viktor berdiri kemudian mengikuti Philip yang sudah melenggang pergi. Ezil hanya diam dan terus memperhatikan Viktor yang semakin menjauh
.
.
Saat sampai ditempat tujuan,disana ternyata ada sang ketua,Lim,dan juga Dr.L,Viktor hanya menatap datar kearah ketiga orang itu
"bagaimana kondisi anggota yang terluka?" Tanya Philip kepada Dr.L yang sedang berbincang dengan sang ketua
Karena sedang sibuk berbincang,Dr.L tidak menimpali pertanyaan Philip sehingga Lim lah yang menjelaskan
"satu lehernya patah dan tidak bisa disembuhkan. Kaki dan Tulang rusuk patah,luka tusuk dititik vital,dan benturan keras dikepala yang membuat stroke"
Lim menjelaskan dengan rinci sambil sesekali melihat kearah Viktor yang menjadi pelaku dari kejadian tersebut. Viktor yang mendengar itu hanya bisa diam sambil menolehkan kepalanya kearah lain
"jelaskan ini Dr.L" tanya Philip kepada Dr.L setelah dia selesai berbincang
"efek dari obat yang kuberikan membuat sifatnya berubah seperti hewan liar dan tidak terkendali. Sifatnya menjadi seperti bocah usia lima tahun pada umumnya yang menginginkan semua berjalan sesuai dengan kehendaknya.."
"apa itu kepribadian ganda?" Tanya Philip menyela
"bukan,itu sifat aslinya yang terbentuk karena pengaruh obat yang membuatnya haus darah.."
"bukankah itu berbahaya?" Ucap Lim sambil melihat kearah Viktor yang masih saja diam sedari tadi
"tidak jika kita bisa mengendalikan nya,lagipula kemampuanmu jauh diatas Viktor tuan Lim"
"itu tentu saja"
"apa menurutmu anak ini bisa dikendalikan?" Kali ini sang ketualah yang berbicara. Dia meragukan kalau Viktor bisa dikendalikan dan takutnya akan menyebabkan kehancuran pada kelompok yang dia pimpin ini
"tentu saja bisa,kita hanya perlu mencari pemicunya" ucap Dr.L seraya tersenyum dan sedikit menaikkan kacamata nya yang tidak melorot sama sekali
"ah terserah lah,aku tidak akan menghukumnya karena dia pasti sudah terbiasa dengan itu. Cepat singkirkan para anggota yang sudah tidak berguna itu!" Ucap sang ketua kepada Philip
Yang diperintahkan pun mengangguk kemudian pergi untuk menyingkirkan para anggota yang dimaksud. Anggota itu memang satu tim dengan Philip,tapi Philip tidak bisa melawan perintah dari sang ketua jadi dia terpaksa melakukannya
"Viktor kau bisa kembali beristirahat" ucap Lim sambil tersenyum
Tanpa mengatakan apapun Viktor pun langsung saja pergi dari sana dan kembali ke kamarnya
"wah..dia semakin dingin saja kepada ku"
"Lin,cepat keluar!"
Lin yang sudah ketahuan bersembunyi pun keluar dan berjalan mendekat kearah sang ketua sekaligus ayahnya itu. Wajahnya memang datar tapi bisa terlihat jelas kalau dia juga sedang kesal
"kau ku tugaskan untuk mengawasi anak itu"
"aku menolak. Kenapa tidak suruh Lim saja yang mengawasi nya,bukankah dia tertarik dengan anak itu?!"
"apa kau membantah perkataan ku?!"
Sang ketua pun menatap tajam kearah Lin yang membantah perkataan nya. Lin sudah biasa melihat tatapan itu dan itu selalu saja membuatnya kesal dan diam seribu bahasa. Lin menolehkan kepalanya kearah lain untuk menghindari tatapan mata ayahnya
"baik,akan kulakukan!"
"bagus"
Sang ketua pun pergi dari sana dan diikuti oleh Dr.L. Lin berdecih kesal,melihat hal itu Lim pun tersenyum kemudian mengikuti sang ketua dan juga Dr.L. Lin yang melihat Lim tadi tersenyum pun menjadi semakin kesal dan membuatnya ingin membunuh sehingga dia langsung saja pergi menjalankan misi
.
.
Keesokan harinya Lin mulai mengawasi Viktor. Dia menjaga jarak dalam mengawasi dan tentu saja menyembunyikan hawa keberadaannya
__ADS_1
'sial!kenapa aku harus mengawasi bocah ini?dia seharusnya sudah kubunuh satu tahun yang lalu'
Viktor menyadari kalau dia sedang diawasi namun dia berpura-pura tidak tau dan bersikap biasa saja. Wajah orang itu juga belum pernah dia lihat
.
.
Hari berikutnya Lin masih mengawasi Viktor. Dia sudah bertanya kepada sang ketua sampai kapan dia harus mengawasi Viktor,tapi yang dia dapat hanyalah wajah datar dan dingin dari ayahnya
'sampai kapan aku harus mengawasi bocah sialan ini?!'
Viktor sedikit melirikkan matanya kearah Lin bersembunyi,bisa dia lihat kalau orang itu sedang kesal. Tapi Viktor tidak peduli dan memutuskan untuk lanjut membaca buku yang biasanya dia baca
.
Seminggu sudah berlalu sejak Lin pertama kali diperintahkan untuk mengawasi Viktor. Saat ini Viktor sedang membaca buku dan Lin pun mengawasinya dari atas pohon. Dia mengawasi dengan santai sambil memakan kue yang dia buat sendiri
"apa kau tidak lelah mengawasi ku terus?"
Viktor muncul tiba-tiba didahan pohon lainnya dan itu membuat Lin terkejut dan akhirnya jatuh ke tanah. Untung saja pohonnya tidak terlalu tinggi jadi Lin tidak terlalu kesakitan
"woii..kau ini hantu ya?!" Ucapnya seraya mengusap pantatnya yang sakit kemudian berdiri untuk membersihkan pakaian nya yang kotor dan tentu saja dengan tangan kirinya yang masih setia memegang kue
"aku manusia. Kenapa paman mengawasiku terus selama seminggu ini?apa ini perintah dari atasan?"
"tentu saja iya,kalau tidak mana mungkin aku mau mengawasi bocah seperti mu. Untung saja kue ku tidak ikut jatuh kelantai"
Lin marah-marah kepada Viktor dan sesekali memasukkan kue yang dia pegang kedalam mulutnya
"hentikan saja kalau begitu, lagipula aku sedang tidak berniat untuk kabur saat ini. Apa itu kue cokelat?" Ucap Viktor menunjuk kearah piring yang sedang dipegang oleh Lin
"ya.. aku sering membuatnya sendiri,apa kau mau?"
"kau sudah memakannya,aku tidak mau"
Lin kesal dengan perkataan Viktor yang seolah-olah tidak mau memakan kue itu karena sudah dimakan oleh dirinya
"aku memakannya pakai sendok,tidak dengan tanganku langsung. Ternyata benar yang Philip katakan,kau benar-benar menyebalkan"
"semua orang dimarkas mengetahui itu"
'woii sanggah sedikit ,kenapa kau jujur sekali?!'
"Sudah,aku mau pergi dulu kalau begitu"
Lin bersiap untuk pergi mencari tempat nyaman untuk menghabiskan kuenya. Viktor menatapnya datar kemudian memilih untuk melanjutkan membaca bukunya dibawah pohon rindang itu
Lin yang berhenti pun melirik kearah buku yang sedang dibaca oleh Viktor
"selama seminggu ini kau terus membaca buku itu, apakah buku itu sangat bagus?"
Ucapan dan wajahnya memang terlihat santai,tapi itu terdengar seperti sedang meremehkan bagi Viktor
"kenapa wajahmu seperti merendahkan seleraku?"
"eh..aku tidak begitu"
Lin memperjelas kalau dia sedang merendahkan selera Viktor. Viktor pun kesal dan ingin sekali menendang pria didepannya itu namun itu dia urungkan
"sudahlah,aku tidak mau berdebat dengan pria tua seperti mu"
"siapa yang kau panggil tua?!aku ini masih 17 tahun!!"
"tapi wajahmu seperti orang umur 30 an Lo..."
Ucap Viktor mengejek Lin seraya menutup setengah wajahnya menggunakan buku. Lin langsung kesal seketika,Viktor memang pandai dalam hal membuat orang lain kesal
"kesini kau..aku akan membuatmu menarik kembali kata-kata mu!"
"memangnya tali,bisa ditarik-tarik"
"kesini kau bocah sialan!!"
Kejar-kejaran antara Lin Dan Viktor pun terjadi. Disela-sela aktivitas itu,kedua belah pihak saling mengejek dan tentu saja ejekan Viktor lah yang paling parah
Kurang lebih lima menit mereka kejar-kejaran,mereka sama-sama kelelahan dan memilih untuk duduk dibawah pohon tadi untuk beristirahat dan memulihkan tenaga mereka
"kau memang sudah tua"
"kau saja yang seperti belut,lincah sekali!"
"kalau begitu kau seperti siput" ucap Viktor seenaknya dan mengeluarkan lidahnya sedikit pertanda mengejek
"Kau...!!
Lin pun bersiap untuk mengejar lagi dan mengetahui hal itu Viktor langsung saja berlari duluan dan pergi dari sana. Lin tentu saja langsung mengejarnya
.
.
Keesokan harinya Viktor membaca buku lagi ditempat dia biasanya. Susananya sangat sepi dan itu membuat Viktor bisa lebih fokus dengan bukunya
"ini.."
Lin tiba-tiba saja datang dan menyodorkan sepiring kue kepada Viktor. Viktor pun mendongakkan kepalanya dan menatap curiga kepada Lin yang tiba-tiba saja baik kepadanya
"apa kau menaruh racun?"
"tentu saja tidak!ambil kalau kau mau,kalau tidak maka aku yang akan memakannya" ucap Lim ketus
"siapa bilang aku tidak mau?"
Dengan cepat Viktor mengambil kue yang disodorkan Lin kemudian memakannya. Lin yang melihat itu mendengus kesal kemudian duduk disamping Viktor
'aku melapor supaya bisa berhenti mengawasi bocah ini,tapi malah disuruh untuk mendekatinya dan kemudian membuatnya patuh. Apa ayah pikir bocah ini bisa patuh?' ucapnya seraya melirik kearah Viktor yang memakan kue buatannya
Saat Lin menoleh,dia melihat kalau Viktor meneteskan air matanya dan itu membuat dirinya terkejut,apa dia sudah berbuat salah?
"woii kau kenapa?apa kue buatanku sangat tidak enak sampai-sampai kau menangis?"
'kalau kau memang mengatakan seperti itu maka aku akan memukulmu!'
Viktor pun mengusap air matanya kemudian lanjut memakan kue meskipun air matanya masih saja jatuh setelah itu
"ini enak..sudah lama aku tidak merasakannya"
"kalau begitu kenapa kau menangis?!"
"karena rasanya sama dengan buatan ibuku..aku sudah lama tidak merasakannya,dan aku....tidak akan pernah merasakan kue buatannya lagi.."
Viktor menggenggam erat piring yang dia pegang itu. Dia kembali teringat bagaimana senyuman ibunya saat membuatkan kue untuknya,dan sekarang dia tidak akan bisa melihat itu lagi
Lin tertegun dengan perkataan Viktor dan membuatnya menjadi diam. Lin memilih untuk melihat kearah lain,karena jika diteruskan maka itu akan menyakiti dirinya sendiri
"terimakasih..atas kuenya"
'cepat sekali'
Karena sudah habis,Viktor pun berdiri dari duduknya dan Lin pun menoleh kearah Viktor yang ada disampingnya
"ini..!" Ucap Viktor seraya melempar sebuah buku kearah Lin
Lin dengan sigap menangkap buku itu kemudian memperhatikan sampulnya
"kau penasaran bukan dengan buku yang sering ku baca? Aku pinjamkan sebagai ucapan terimakasih"
"memangnya sejak kapan aku bilang tertarik dengan buku yang kau baca" ucap Lin seraya tersenyum getir
"jangan lupa dikembalikan ya..itu buku kesukaan ayahku,jadi jangan sampai hilang"
Setelah mengatakan itu Viktor pun pergi entah kemana. Lin hanya diam sambil memperhatikan buku yang sedang dia pegang itu
'dari ayahnya..ya..?'
__ADS_1