
Keesokan harinya,Viktor,Philip,Ezil,serta anggota yang lainnya,sedang bersembunyi disebuah pabrik kosong. mereka saat ini sedang mengawasi rumah dari target mereka. Philip sebagai pemimpin mengarahkan semuanya untuk bersiap-siap dan menyiapkan senjata mereka
"bagaimana situasi nya?" tanya Viktor kepada Ezil yang baru saja selesai memeriksa situasi di rumah sang target
"semuanya baik-baik saja, informasi yang kita terima sama"
"bagus,paman Philip.."
"kau seharusnya memanggil ku ketua Viktor..hanya kau yang berani memanggil ku paman di markas"
Philip kesal karena Viktor seenaknya saja memanggil dirinya paman,padahal dia masih muda. melihat Viktor yang sama sekali tidak berekspresi membuat Philip pasrah dan memilih untuk melihat lagi kearah rumah sang target
"cepat siapkan diri kalian"
"baik"
Viktor dan Ezil pun mengganti pakaian mereka supaya mereka bisa menyusup. pakaian yang mereka kenakan seperti pakaian anak gelandangan,lusuh dan juga robek-robek,Ezil tersenyum getir dan bingung darimana Viktor bisa mendapatkan baju itu
"ingat,jangan sampai ketahuan"
"baik"
Viktor dan Ezil pun pergi menuju rumah target. saat sampai didepan gerbang,ada dua penjaga berpakaian biasa berdiri tegap dan melihat kearah mereka. Ezil dan Viktor mendekat sambil berpura-pura sedang kelaparan
"paman..apa kau bisa membantu kami?aku kelaparan.."
Viktor mulai berpura-pura dan itu sangat meyakinkan,Ezil yang berada disampingnya bahkan sangat terkejut
"anak itu masih saja pandai berakting" ucap Philip yang melihat melalu teropong jarak jauhnya itu
para penjaga itu saling menatap satu sama lain dan kemudian mensejajarkan tubuh mereka dengan tinggi Ezil dan juga Viktor
"ayo masuk dulu,bos paman pasti mau membantu kalian"
"benarkah?"
"iya"
wajah Viktor dan Ezil pun tampak senang dan kedua penjaga itupun ikut tersenyum karenanya. salah satu penjaga mengarahkan mereka berdua dan satunya lagi tetap berjaga di depan pintu. Viktor dan Ezil mengikuti langkah sang penjaga,dan mereka senang karena rencana mereka berhasil
"Viktor,apa hari ini kau diberikan obat lagi oleh Dr.L?" tanya Ezil sambil berbisik kepada Viktor
"iya. jangan membahas hal lain,kita saat ini sedang menjalankan misi"
"ah baiklah"
__ADS_1
mereka terus berjalan dan beberapa kali berbelok hingga akhirnya sampailah mereka didepan sebuah pintu besar berwarna coklat dengan beberapa ukiran yang membuatnya semakin elegan
"tunggu disini dulu ya" ucap penjaga itu kepada Ezil dan juga Viktor yang dijawab dengan anggukan singkat dari keduanya
penjaga itupun mengetuk pelan pintu kemudian masuk kedalam
"bos,ada dua anak gelandangan yang datang,apa kau bisa membantu mereka?"
orang yang dipanggil bos itupun melirik keluar pintu sehingga dia bisa melihat kedua anak itu. saat dia sudah melihatnya diapun mengangguk
"ayo masuk"
Viktor dan Ezil pun memasuki ruangan itu. ruangannya luas dan juga sangat tersusun rapi
"Aaa..!!"
saat memasuki ruangan,Viktor tiba-tiba saja berteriak dan memeluk Ezil yang ada disampingnya dan tentu saja ini hanya pura-pura. sang bos serta orang yang ada di ruangan itupun terkejut dan khawatir kepada Viktor
"ada apa Viktor" tanya sang bos kepada Viktor yang sedang memeluk Ezil itu
"mereka..membuatku takut.." ucap Viktor sambil menunjuk penjaga berjas hitam yang berada di ruangan itu
Ezil yang mengerti pun mulai mengikuti alur yang Viktor buat
"ah begitu ya, kasihan sekali. kau tenang saja,mereka semua bawahan paman. mereka tidak akan menyakitimu jadi jangan takut ya" sang bos pun berusaha untuk membujuk Viktor ,namun Viktor sama sekali tidak bergeming dan terus memeluk Ezil dengan erat
"pelayan,cepat ganti pakaian mereka" ucap sang bos kepada pelayan wanitanya yang sedang ada di ruangan itu setelah melihat pakaian Viktor dan Ezil yang tidak enak untuk dipandang
"baik tuan. ayo ikut"
pelayan itu mengarahkan Viktor dan Ezil dan mereka berdua pun langsung saja ikut untuk berganti pakaian
.
.
tidak butuh waktu lama mereka sudah selesai berganti pakaian. mereka memakai pakaian yang bagus dan itu menambah kesan imut serta ketampanan mereka
"wah kalian imut sekali,ayo duduk disini"
Viktor dan Ezil pun berjalan mendekat kemudian duduk di samping sang bos. Viktor terus saja menundukkan kepalanya karena masih takut
"siapa nama kalian?"
"aku Zile dan ini adikku Tori, terimakasih untuk kebaikanmu"
__ADS_1
"bukan apa-apa,paman senang bisa membantu anak-anak seperti kalian"
Tori tiba-tiba saja memeluk tubuh sang bos dengan tubuh yang gemetaran saking takutnya. sang bos pun sama sekali tidak keberatan dipeluk seperti itu oleh Tori
"hei tidak apa-apa. kau kesini" perintah sang bos kepada salah satu bawahannya
yang ditunjuk pun segera mendekat dan berdiri di samping bos nya
"coba lihat,dia tidak jahat kan?"
Tori mengangkat kepalanya dan melihat kearah sang penjaga dan setelah itu dia langsung saja memeluk kembali sang bos dan lebih erat dari sebelumnya. penjaga yang tadi pun merasa tidak enak dan segera kembali lagi ke posisinya semula
"hei..kau tidak perlu takut Tori,mereka tidak akan melukaimu"
sang bos pun melepaskan pelukan Viktor dan Viktor pun menjauhkan kepalanya dan duduk sambil mengepalkan tangannya pertanda takut. dia sangat imut saat dia mengembungkan pipinya karena kesal,semua orang di ruangan itu mengakuinya
'kau harus jadi aktor nantinya Viktor' ucap Ezil yang melihat tindakan Viktor
'ah dia imut sekali...para klien pasti akan senang dengannya'
"bagaimana kalau paman menyuruh mereka semua keluar dan setelah itu kita makan bersama, bagaimana?"
Tori pun mengangguk karena memang itulah tujuannya dari awal. sang bos pun memerintahkan agar semua bawahan nya keluar dari ruangan itu
"tapi bos,kami harus selalu disisi mu,kalau tiba-tiba..."
"aku hanya ingin makan bersama Tori dan Zile,aku tidak akan apa-apa. cepat keluar"
"ba-baik"
semua penjaga pun keluar dari ruangan itu dan menyisakan sang bos,Tori,Ezil,dan seorang pelayan
"semuanya sudah keluar,kau tidak perlu takut lagi kan Tori?"
"terimakasih paman,maaf merepotkan mu" ucap Zile mewakili Tori yang kini sedang memeluk dirinya dikarenakan Tori tadi melihat kearah para penjaga yang hendak keluar
"cepat siapkan makanan"
"baik tuan"
"paman ada urusan sebentar,apa tidak apa jika paman tinggal?"
"tidak apa-apa paman"
"kalau begitu paman pergi dulu"
__ADS_1