
Pistol ditangan Sail terhempas jauh kesamping. Dia terkejut dan langsung mundur beberapa langkah,takut akan ada serangan diposisi yang sama
"siapa?!cepat keluar!!"
Sail pun berteriak dengan kencang supaya sang pelaku bisa mendengarnya. Disana banyak puing-puing bangunan akibat ledakan tadi,jadi tidak menutup kemungkinan kalau yang menembak tadi berada dekat dengan dirinya
Sementara itu sang pelaku,yaitu Viktor,sedang mengamati situasi dan mencari-cari cara terbaik untuk bisa mengalahkan Sail
'senior..tidak,aku tidak Sudi memanggilnya senior. Dia pandai bersembunyi dan menyelinap,jadi kalau aku berhasil menghentikan pergerakannya maka aku bisa menangkapnya. Kalau ku tembak dari sini..." Viktor pun mengarahkan pistolnya kearah Sail yang masih marah-marah jauh didepan. Tangan Viktor sudah ada diatas pelatuk dan hanya perlu menekannya saja, namun itu dia urungkan
'kemungkinan dia bisa menghindarinya dan setelah itu dia akan semakin waspada dan akan membuatku repot. Jadi sepertinya cuma itu caranya'
Viktor pun berdiri keluar dari persembunyian nya dan berjalan mendekat kearah Sail yang sudah mengarahkan pandangan kearah dirinya
"Maaf ya paman,tapi aku tidak bisa membiarkanmu menarik pelatuknya"
"oh Viktor ya?apa kau yang datang sebagai bantuannya. Hahaha,PD sekali kalau mereka menganggap kau bisa mengalahkan ku" Sail pun tertawa sambil berjalan kesamping untuk mengambil pistolnya yang terpental tadi
"anggota yang lain terlalu lambat,jadi aku duluan daripada mereka. Ezil,apa kau baik-baik saja?" Tanya Viktor seraya menoleh kearah Ezil yang ada dibelakangnya
"Viktor..ketua Bim..dia.." Ezil masih menangisi kematian Bim dan kini wajahnya penuh dengan air mata
Viktor melihat kearah Bim yang sudah tidak bernapas kemudian berjalan mendekat. Dia sama sekali tidak mempedulikan kemungkinan kalau Sail akan menyerangnya disaat itu
Saat sudah dekat,Viktor jongkok dan membisikkan sesuatu kepada Ezil. Ezil terkejut dengan yang dikatakan oleh Viktor,tapi tidak lama kemudian dia mengangguk
"apa yang kalian perbincangkan?apa rencana untuk kehidupan selanjutnya?" Ucap Sail mengejek Viktor dan juga Sail
Viktor pun berdiri dan kembali keposisinya semula
"tidak kusangka kalau orang seperti mu percaya kalau kita bisa hidup kembali,sungguh kekanakan"
Ejekan Viktor bahkan lebih parah dari ejekan Sail tadi,Viktor memang ahlinya jika dalam hal ini. Sail dengan mudah dibuat marah oleh beberapa kata saja dari Viktor
"kau memang menyebalkan ya Viktor"
"terimakasih" ucap Viktor datar
"aku akan membunuhmu"
"tidak,akulah yang akan membunuhmu"
Viktor pun mengeluarkan pistolnya dan bersiap-siap untuk menyerang
"sombong sekali kalau kau pikir bisa mengalahkan ku"
"setahun yang lalu aku juga pernah melakukan nya"
Kali ini Viktor menyeringai. Kejadian satu tahun lalu yang dimaksud adalah kejadian saat Viktor membunuh ke enam seniornya seorang diri. Sail bisa dengan cepat dan jelas mengerti dengan apa yang dikatakan Viktor
"itu hanya kebetulan saja"
"kalau begitu ayo kita buktikan"
"akan ku buat kau tidak bisa membuka mulutmu lagi!"
Sail pun maju menyerang,begitu pula dengan Viktor. Mereka saling adu tembakan dan dengan gesit menghindari setiap peluru yang datang,mereka sangat sengit
Saat sudah dekat mereka bertarung secara langsung dan menyimpan pistol mereka,kali ini mereka mengandalkan keahlian bertarung mereka masing-masing
'tenaganya melebihi bocah enam tahun!!'
Sail kesulitan untuk menahan serangan dari Viktor,tentu saja dia kesulitan karena Viktor sudah terlalu sering menjadi bahan percobaan Dr.L dan itu mengakibatkan perubahan dalam dirinya
Sedangkan Viktor sepanjang pertarungan hanya menatap datar serta fokus dengan target yang ada didepannya
"kau lumayan juga ya Viktor.." ucap Sail seraya tersenyum karena sudah lama dia tidak seserius itu saat bertarung
"bisakah kau berhenti menyebut namaku?itu menyebalkan"
"tenang saja,namamu akan segera tertulis disebuah batu nanti"
Sail mempercepat serangannya dan Viktor juga terpaksa mengeluarkan lebih banyak tenaga untuk mengimbangi serta menghindari setiap serangan dari Sail
.
.
Sudah lima menit mereka bertarung dan keduanya mulai kelelahan. Anggota Sail yang lain ingin membantu,tapi Sail melarangnya dan menyuruh mereka semua pergi,dia tidak ingin pertarungan ini diganggu oleh siapapun
Viktor kelelahan,jantungnya berdetak kencang dan keringatnya terus berjatuhan,Viktor sedikit berjongkok untuk mengambil napas sebentar
Sail yang merasa Viktor penuh celah pun maju dengan sangat cepat untuk menyerang Viktor yang sudah kelelahan
"sekarang!!"
Viktor tiba-tiba saja berteriak dan membuat Sail terkejut namun tetap berlari kearah Viktor. Dari arah belakang Viktor tiba-tiba saja ada peluru melesat dan tepat mengenai kaki kanan Sail
"akh!!"
Sail langsung saja terjatuh dan memegangi kakinya yang tertembak tadi. dia tadi melihat arah datangnya peluru tapi dia tidak sempat untuk menghindarinya
Viktor pun berdiri dan mengelap keringatnya kemudian berjalan mendekat kearah Sail yang berbaring ditanah
"dengan begini aku tidak perlu khawatir kalau kau akan melarikan diri" ucap Viktor seraya membersihkan pakaian nya yang kotor
"ha?!"
"baiklah waktunya serius!"
Viktor menatap tajam kearah Sail yang ada dibawahnya. Sail seketika merinding dan ngeri dengan tatapan itu
"apakah kau tidak malu menyerang orang yang sedang terluka?!"
"apa kau tidak malu sudah mengkhianati kelompok yang sudah menolongmu?"
Sail tertegun dengan perkataan Viktor dan membuatnya diam. Mulut Sail tertutup rapat dan sesekali menggertakkan giginya
"tenang saja,aku hanya akan membuatmu sekarat saja"
Sail tiba-tiba saja mengambil pistol dari balik jasnya dan menembak kearah Viktor. Viktor berhasil menghindarinya karena dia sudah memperhitungkan kalau Sail akan menembak nantinya
Viktor pun menendang pistol tadi dan membuatnya terpental jauh. Setelah itu diapun memukuli Sail dengan kedua tangannya tanpa menahan pukulannya sedikitpun. Sail kesakitan dan darah muncul disekitar area yang Viktor pukul. Meski sudah terlihat babak belur,Viktor terus saja memukuli Sail namun tidak lama kemudian dia langsung berhenti kemudian berdiri tegap
Viktor pun menoleh kearah Ezil yang ada jauh dibelakangnya "Ezil,kau ingin membunuhnya bukan?"
Ezil yang ditanya langsung menoleh kearah Viktor kemudian berdiri. Ezil pun berjalan mendekat kearah Viktor dan Sail yang sudah babak belur. Viktor memberikan pistol miliknya dan Ezil langsung saja menerimanya. Viktor pun menyingkir dan membiarkan Ezil untuk menyelesaikan ini
Tanpa berkata apapun Ezil mengangkat pistolnya dan mengarahkan nya kepada Sail,semua perasaan nya dia tuangkan kedalam pistol itu
Dor!!!
Peluru tepat mengenai kepala Sail dan membuatnya mati seketika. Tapi meskipun begitu Ezil tetap saja menembak kesemua tubuh Sail sampai pelurunya habis
Sesaat tembakan Ezil berhenti,suara tembakan dari arah lain seketika terdengar,ternyata anggota kelompok yang lain baru saja datang dan langsung menyingkirkan semua musuh
"Kalian sudah menyingkirkan Sail?" Tanya salah satu seniornya yang masih jauh dan berteriak kepada Ezil dan juga Viktor
"dia yang melakukannya" ucap Viktor sambil menunjuk Ezil
"eh itu bukan.."
"Wah kau hebat Ezil,kerja yang bagus" ucap senior itu sambil memberikan jempol kepada Ezil
Ezil ingin menjelaskan kejadian yang sebenarnya,tapi Viktor dengan cepat menghentikannya
"Semuanya,cepat selesaikan sisanya"
"Baik"
"Kalian cepat bawa tubuh ketua Bim kedalam mobil" ucapnya kepada Ezil dan juga Viktor yang masih menunggu perintah
Viktor dan Ezil pun mengangguk dan seniornya pun pergi membantu membereskan musuh-musuh mereka
Viktor dan Ezil menoleh kearah Bim kemudian berjalan mendekat. Saat mereka sudah dekat,mereka pun mengangkat tubuh Bim secara bersamaan dan membawanya ke mobil yang ada di pintu gerbang
"kenapa kau berbohong Viktor?" Tanya Ezil singkat
"memang kau kan yang membunuhnya?"
"ya itu memang benar..tapi aku hanya menembaknya saja, kaulah yang membuatnya sekarat seperti itu"
"itu bukan masalah bukan? setidaknya kau bisa membalaskan dendam ketua Bim bukan?"
"ya, terimakasih Viktor"
__ADS_1
'jika aku yang melakukannya,maka kau akan disingkirkan karena sudah tidak diperlukan dimarkas lagi Ezil,dan ketua Bim sudah tidak ada untuk melindungi mu lagi'
Ketua Bim adalah orang yang diselamatkan oleh Ezil yang sempat di ceritakan tempo hari kepada Viktor. Bim saat itu hampir saja meninggal dan Ezil yang tidak sengaja lewatpun menolongnya sehingga nyawanya berhasil diselamatkan. Semenjak saat itu Bim berhutang nyawa kepada Ezil,Ezil yang ingin bergabung kedalam kelompok Bim pun diizinkan. Ezil sering diejek karena kemampuan nya yang payah tapi Bim selalu melindunginya dan membantunya sehingga Ezil tidak diejek lagi
Pemimpin kelompok darah naga pun membiarkan Ezil ada di kelompoknya karena Bim adalah teman lamanya
Viktor mengetahui itu semua saat dia bertanya kepada Philip tentang Ezil dan dia juga memperhitungkan apa yang akan terjadi jika nantinya Bim meninggal sehingga keputusan yang dia ambil saat ini adalah yang paling tepat
.
.
Keesokan harinya disebuah pabrik kosong, Viktor,Ezil,dan juga Philip sedang berkumpul dan mengawasi sebuah rumah mewah yang merupakan target mereka hari ini
"bagaimana situasinya?" Tanya Viktor kepada Ezil yang baru saja sampai
"rencana berhasil" ucap Ezil sambil tersenyum
"paman Philip..."
"kau seharusnya memanggil ku ketua Viktor. Hanya kau yang berani memanggil ku paman dimarkas" ucap Philip kesal kepada Viktor kemudian menyentil dahi Viktor sekali
"bukankah kau tidak mempermasalahkannya?" Ucap Viktor seraya memegangi dahinya yang sakit dan menatap kesal kearah Philip
"sudahlah,cepat bersiap dan mulai rencana berikutnya"
"baik"
Viktor dan Ezil pun mulai menyamar supaya mereka bisa dengan mudah memasuki rumah target
Beberapa menit kemudian mereka sudah selesai menyamar
"jangan sampai kalian ketahuan,dan Viktor..jangan mencoba untuk kabur!"
Mendengar perkataan Philip tadi Viktor pun menolehkan kepalanya kearah lain dan tidak menunjukkan wajahnya kepada Philip
"Sepertinya tebakan ku benar" ucap Philip seraya tersenyum getir
Viktor tidak menyangkal nya karena dia memang berniat untuk kabur lagi nanti,tapi tidak disangka kalau Philip mengetahuinya
Ezil dan juga Viktor pun mulai turun dan berjalan kearah rumah target. Penampilan mereka Sekarang ini seperti anak gelandangan yang tidak punya rumah. Tubuh mereka kotor serta memakai pakaian yang lusuh
'darimana Viktor bisa mendapatkan pakaian seperti ini?'
Mereka berdua pun sampai didepan rumah sang target. Didepannya ada dua orang penjaga pintu dengan pakaian biasa berdiri tegap. Viktor pun mengambil langkah pertama dan berjalan mendekat kesalah satu penjaga itu
"paman..apa kau punya makanan?kami lapar.."
Viktor pun berpura-pura menjadi orang yang membutuhkan belas kasihan dan kelaparan,Ezil yang melihat itu bahkan menganga karena terkejut dengan akting Viktor
Kedua penjaga itu saling menatap kemudian mengangguk satu sama lain. Viktor dan Ezil hanya memperhatikan sambil berpura-pura sedang kelaparan
"Ayo masuk,bos kami pasti akan membantu kalian" ucap salah satu penjaga seraya tersenyum
Ezil dan Viktor pun tersenyum layaknya anak kecil yang keinginan nya dipenuhi dan mengikuti penjaga tadi masuk kedalam rumah
'rencana satu berhasil'
Sementara itu Philip yang mengawasi ditempat tadi hanya tersenyum getir saja melihat akting Viktor tadi 'anak itu sungguh pandai akting'
.....
Ezil dan Viktor sudah berhasil masuk kedalam rumah dan menyusuri lorong panjang untuk menemui sang pemilik rumah. Rumah itu sangat luas serta banyak kamera cctv disetiap sudut ruangan
"Viktor,apa kau diberikan obat lagi oleh Dr.L?"
Ezil berbisik pelan kepada Viktor yang ada disampingnya,Viktor yang ditanya pun mengangguk singkat sebagai Jawaban
"jangan bicarakan hal lain dulu,kita sedang dalam misi" ucap Viktor saat dia melihat pintu besar yang ada diujung dan diperkirakan adalah tempat sang target
"ah baiklah"
Mereka akhirnya sampai dan berhenti tepat didepan pintu besar berwarna coklat itu. Penjaga tadi mengetuk pelan pintu kemudian langsung masuk kedalam
"Bos,ada dua anak gelandangan yang datang,apa kau bisa membantu mereka?"
Orang yang dipanggil bos itupun memiringkan kepalanya untuk melihat Ezil dan juga Viktor yang ada dibelakang sang penjaga
"tentu saja,ayo kesini" ucapnya tidak lama kemudian sambil tersenyum
"akhh!!"
Viktor tiba-tiba saja berteriak ketakutan kemudian memeluk Ezil erat sambil menangis. Dan Ezil pun mengikuti alur yang Viktor buat,dia memeluk Viktor layaknya kakak yang sedang menenangkan sang adik
"Ada apa?" Tanya pria paruh baya itu kepada Viktor yang tiba-tiba saja menangis
"ada pria berjas hitam..mereka membuatku takut.."
"maafkan adikku paman,kedua orangtua kami dibunuh oleh orang-orang berjas hitam jadi dia trauma karena itu" ucap Ezil berusaha untuk menjelaskan kenapa Viktor bisa begitu
"oh,anak kecil tenang saja,mereka semua bawahan paman dan mereka tidak akan menyakiti mu"
Pria itupun berusaha untuk meyakinkan Viktor,tapi Viktor tidak menggubris dan terus saja memeluk Ezil sambil menutup matanya
"kau cepat berikan pakaian untuk mereka" ucap pria itu kepada pelayan perempuan nya setelah melihat pakaian Viktor dan ezil yang kotor dan juga lusuh itu
"Baik bos,ayo sebelah sini"
Pelayan wanita itu mengarahkan,Viktor dan Ezil pun mengikutinya dan tentu saja Viktor masih berpura-pura ketakutan
.
.
Beberapa menit kemudian Viktor dan Ezil selesai berganti pakaian. Mereka tampak rapi dan juga imut,pakaian berupa jas itu menambah kegantengan Ezil dan juga Viktor
"wah kalian imut sekali,ayo kesini" ucap sang bos seraya mengulurkan tangannya
Viktor Dan Ezil pun mendekat kemudian duduk di sofa tepat disamping sang bos. Viktor duduk ditengah sedangkan Ezil disebelah kanan
"siapa nama kalian?"
"aku Zile dan ini adikku Tori, terimakasih atas kebaikan nya" Zile pun menundukkan kepalanya tanda terimakasih, sedangkan Tori diam sedari tadi karena ketakutan
"bukan apa-apa,aku senang membantu anak-anak seperti kalian"
Tori alias Viktor tiba-tiba saja memeluk sang bos dengan tubuh yang gemetaran. Dia sudah menahan rasa takutnya sedari tadi,ya..itulah yang akan dipikirkan oleh siapapun yang melihatnya,tapi yang sebenarnya terjadi adalah Viktor ingin agar pria paruh baya itu menyuruh semua bawahannya pergi dari ruangan itu
"apa kau masih takut?"
Tori pun mengangguk pelan sebagai jawaban kemudian semakin memperdalam pelukannya
"tidak ada yang perlu ditakuti. Kau kemari"
Pria itupun menunjuk salah satu bawahnya yang ada diruangan itu dan yang ditunjuk pun langsung mendekat
"Tori,coba lihat dia..dia tidak menakutkan kan?"
Tori pun menolehkan kepalanya kekiri dan mendapati pria tinggi berjas hitam. Dia ketakutan kemudian kembali memeluk pria tadi dan semakin kencang seraya merengek
Sementara sang bawahan merasa sakit hati karena diperlakukan seperti itu oleh Tori alias Viktor itu
"kau sepertinya sangat trauma ya Tori" ucap pria itu seraya mengelus pucuk kepala Tori
Tori pun melepaskan pelukannya kemudian mengangguk pelan dengan sedikit air mata di pipinya
"mama dan papa..mereka membunuhnya..padahal saat itu sedang hari ulangtahun ku"
'kau membicarakan kelompok mu sendiri ya?' Ezil pun tertawa getir mendengar penjelasan Viktor tadi,karena jelas-jelas Viktor menceritakan tentang kehidupannya yang asli
Tori berurai air mata karena ketakutan serta sedih mengingat orangtuanya. Air matanya yang mengalir serta pipinya yang dia gembungkan semakin membuatnya imut dan semua orang yang ada diruangan itu mengakui hal itu
'astaga anak ini imut sekali..para klien pasti akan memberi harga mahal untuk ini'
'Viktor kau imut sekali...'
"bagaimana kalau paman menyuruh mereka keluar?lalu setelah itu kita makan bersama, bagaimana?"
Viktor pun mengangguk dan sang bos langsung saja memerintahkan semua bawahannya yang ada diruangan itu untuk menunggu diluar supaya Tori tidak ketakutan lagi
"kalian,cepat keluar dari sini,kalian membuat Tori takut!"
"Tapi bos,kami harus selalu melindungi anda, kalau..."
"berisik..!!aku hanya ingin makan bersama Tori dan Zile,aku akan baik-baik saja. Cepat keluar!"
__ADS_1
"Ba-baik bos"
Semua penjaga pun keluar dari ruangan itu dan menyisakan hanya sang bos, Tori,dan juga Zile
"semuanya sudah keluar,kau tidak perlu takut lagi Tori.." ucapnya seraya tersenyum
Tori pun mengangguk kemudian kembali memeluk sang bos untuk ucapan terimakasih dan pria itupun membalas pelukan Tori
'Viktor..kau harus jadi aktor saat kau besar nanti..'
"pelayan!!"
Pria itupun memanggil sang pelayan dan tidak lama kemudian seorang pelayan perempuan datang dan menghadap sang majikan
"cepat buatkan makanan untuk mereka"
"Baik bos"
Pelayan itupun pergi untuk menjalankan perintah. Tori sudah tidak menangis lagi dan kini sedang duduk sambil senyum-senyum karena senang. Sang bos pun berdiri karena hendak menelpon seseorang
"baiklah kalian tunggu disini dulu ya. Paman mau menelpon seseorang dulu,kalian tidak apa-apa kan ditinggal?"
"tidak apa-apa paman" ucap Zile seraya tersenyum
Tori yang takut ditinggal pun memeluk Zile dengan erat,tapi meskipun begitu dia tetap mengangguk sebagai jawaban untuk perkataan sang bos tadi
"kalau begitu paman tinggal dulu"
Pria itupun pergi dan saat pintu sudah tertutup,Viktor segera melepaskan pelukannya dan menghubungi Philip yang masih setia mengawasi sedari tadi
"rencana dua berhasil"
"Viktor kau imut sekali tadi,hahaha aku bahkan memotonya tadi"
Philip tidak bisa menahan tertawanya,dia tertawa keras karena merasa geli dengan setiap sandiwara yang dilakukan oleh Viktor
"kau sebarkan maka aku juga akan menyebarkan aib mu" ancam Viktor kepada Philip yang sepertinya sedang guling-guling sambil tertawa saking lucunya dia dengan tingkah Viktor
"ha..sejak kapan kau memiliki nya?kau berbohong kan Viktor..?"
"tentu saja tidak,aku punya fotonya..contohnya saja kemarin ditangga dan saat kau diruang latihan. Oh ya jangan lupa saat kau sedang tidur"
Viktor pun menjelaskan secara rinci tentang aib Philip,Ezil yang tidak mengerti hanya bisa tertawa getir karena Viktor yang sangat berani kepada Philip yang terkenal sangat berbahaya dimarkas
"baiklah, baiklah,aku tidak akan menyebarkan nya"
Philip pasrah karena semua yang dijelaskan Viktor tadi memang pernah dilakukan nya,entah kapan dan bagaimana Viktor mendapatkan foto itu
"apa semuanya sudah diposisi?"
"ya..kerja bagus memisahkan pak tua itu dari pengawalnya. Kita siap kapan saja"
"Baguslah"
Viktor pun memutuskan sambungan dengan Philip dan menyandarkan tubuhnya disofa, berpura-pura seperti tadi sangat melelahkan bagi Viktor
"pria itu lumayan baik"
"dia hanya pura-pura. Dia itu penjual anak. Dia menjual anak kepada para kliennya. Dia dulu bekerja sama dengan markas,tapi belakangan ini dia tidak melakukan investasi lagi dan dia juga sering menggunakan nama kelompok darah naga. Orang sepertinya sudah tidak diperlukan lagi dan harus disingkirkan"
Viktor memijat keningnya karena dia merasa pusing,keringat Viktor juga bercucuran deras dan napasnya sedikit tidak teratur
"Viktor apa kau baik-baik saja?"
"aku baik-baik saja,hanya sedikit pusing"
"sepertinya itu efek dari obat yang diberikan Dr.L, bukankah kau seharusnya menolaknya?"
"dia bilang kalau obat tadi pagi adalah yang terakhir,kau tenang saja"
Viktor menutup mulutnya karena dia merasa mual dan ingin muntah,Ezil yang melihat itupun semakin merasa cemas dan mulai memarahi Viktor
"tenang apanya?kau sekarang ini sedang tidak enak badan tau.."
Disaat Viktor sedang tidak enak badan dan Ezil yang khawatir,sang bos tiba-tiba saja kembali masuk dan melihat apa yang sedang terjadi
"ada apa?" Ucap Pria itu sambil mendekat kearah Tori yang tertunduk disofa
"dia tiba-tiba saja pusing dan mual,paman bisa kau panggilkan dokter?"
"oh baiklah"
Pria itupun mulai mengeluarkan HP-nya dan hendak menelpon dokter,tapi itu terhenti saat Tori memegang telepon nya
"tidak perlu paman,ini hanya efek dari magh ku yang kambuh. Maaf membuat cemas" ucapnya seraya tersenyum supaya pria itu percaya dengan perkataan nya
"kalau begitu kau harus makan yang banyak. Pelayan!"
Beberapa pelayan pun masuk sambil membawa nampan berisi makanan. Mereka segera menyajikan makan itu didepan Tori dan juga Zile,semuanya tampak enak
"ayo makan"
"Baik"
Mereka pun makan bersama,untuk melanjutkan aktingnya, Tori dan Zile makan dengan lahap seperti orang yang belum makan beberapa hari
.
.
.
Mereka akhirnya selesai makan dan kini sedang duduk santai di sofa sambil berbincang-bincang
"paman akan mencarikan orang tua untuk kalian,apa kalian mau?"
"kenapa tidak paman saja?" Tanya Tori dengan wajah polosnya
"paman sangat sibuk,jadi tidak bisa memberikan waktu untuk kalian"
"oh begitu ya.."
Viktor pun berdiri dan berjalan mendekat kearah sang bos yang duduk di sofa yang ada didepannya dan saat sampai dia langsung saja memeluknya erat. Ezil hanya memperhatikan saja dan diam tanpa mengatakan apapun
"kau senang sekali memeluk ya,Tori" ucap pria itu sambil memeluk balik Tori
Tori alias Viktor pun mengangguk sebagai jawaban sambil menenggelamkan wajahnya diperut sang bos
"terimakasih..untuk semuanya.."
Tseekk!!
"ugh!!"
Sang bos merasa kesakitan dibagian perut sebelah kanan dan diapun segera mendorong Viktor menjauh dengan cukup keras. Viktor terdorong kebelakang kemudian berdiri tegap sambil menatap kearah sang bos
Sang bos pun melihat bagian perutnya yang sakit dan melihat sebuah pisau tertancap disana. Diapun menoleh kearah Viktor yang masih berdiri menatapnya dengan wajah yang datar dan dingin,tidak seperti yang dia lihat sebelumnya
Viktor yang diam membuat Ezil khawatir dan mendekat kearah Viktor "kau baik-baik saja Viktor?"
Viktor tidak menjawab,dia hanya diam kemudian melihat tangannya yang berlumuran darah
Sang bos yang sudah kehilangan banyak darah berusaha pergi dan meminta pertolongan kepada bawahannya yang ada diluar ruangan
"aku tidak akan membiarkan mu lari"
Ezil dengan segera menembak sang bos tepat dikepalanya. Tapi dia kalah cepat,pria itu sudah lebih dulu memanggil anak buahnya sebelum peluru Ezil menembus kepalanya
Saat mendengar panggilan atasannya,semua bawahan yang menunggu diluar pun masuk dengan segera
"Bos ada apa?!"
Semua penjaga melihat atasan mereka yang tergeletak kaku dilantai dan dengan darah yang mengalir dari kepala serta dari perutnya. Para penjaga itupun menoleh kearah Ezil dan juga Viktor yang masih ada dirungan itu. Tangan Viktor berlumuran darah sedangkan ditangan Ezil terdapat pistol
"Dasar bocah sialan tidak tau berterimakasih!cepat bunuh mereka!"
Semua penjaga itupun maju bersamaan kearah Viktor dan juga Ezil. Misi sudah selesai jadi mereka harus segera pergi dari sana
"Viktor ayo kita segera pergi dari sini!"
Ezil menarik tangan Viktor dan hendak berlari pergi dari sana lewat jendela. Tapi Viktor sama sekali tidak bergerak kemudian terjatuh lemas kelantai
"Viktor!!"
Ezil terus memanggil Viktor namun Viktor sama sekali tidak menjawab. Viktor tidak pingsan,tapi dia juga tidak sadar, tatapan nya sangat kosong layaknya boneka hidup
__ADS_1
'sial!'