Who Am I

Who Am I
30.Tiga Puluh


__ADS_3

Keesokan harinya,Lin duduk disebuah dahan pohon sambil membaca buku yang Viktor pinjamkan kepadanya. Dia membaca satu persatu dari halaman buku itu


'kenapa bocah itu suka sekali dengan buku yang membosankan ini?'


"Apa kau bisa membantuku latihan?" Ucap Viktor muncul secara tiba-tiba


"aaa..!"


Lin yang terkejutpun menjadi kehilangan keseimbangan dan akhirnya jatuh dari pohon itu. Viktor tidak merasa bersalah sama sekali dan hanya menatap datar kearah Lin


"bisa kau melatihku?"


"aku bisa mati muda jika kau terus mengejutkan ku seperti itu!!"


Lin pun marah-marah kepada Viktor yang sedang ada diatas pohon. Pantat Lin sakit dan Viktor yang tidak meminta maaf sama sekali itu membuat Lin semakin kesal


'kenapa orang yang mudah terkejut sepertinya bisa menduduki peringkat kedua dimarkas?'


"ada apa dengan wajahmu itu?kau semakin membuatku kesal saja"


"apa kau bisa membantuku latihan?"


"apa kau tidak punya pertanyaan lain?" Tanya Lin sambil berdiri dari duduknya kemudian membersihkan pakaian nya yang kotor


Viktor yang ditanya hanya menggeleng singkat


"kenapa kau ingin aku melatihmu?" Tanya Lin ketus


"karena kau orang dengan peringkat nomor 2 dimarkas. Aku pernah melawan paman Philip dan aku kalah telak,jadi aku ingin kau melatihku"


Viktor pun melompat turun kebawah dan menatap datar kearah Lin


"kenapa?"


"bukankah tadi sudah kukatakan?"


"maksud ku kenapa kau sangat ingin dilatih?kenapa kau ingin menjadi kuat?"


"supaya aku bisa keluar dari sini dengan bebas"


"jadi maksud mu kau ingin aku membantumu supaya bisa menjadi lebih kuat agar kau bisa keluar dari markas ini?begitu?!"


"kau ini bodoh ya?"


Viktor kembali mengejek Lin Dengan terang-terangan dan tidak mengindahkan kalau orang yang sedang diejeknya itu adalah anak dari pemimpin kelompok nya


Lin dengan biasanya mudah kesal dengan setiap ejekan Viktor dan ingin sekali rasanya untuk memukulnya saat itu juga


"aku memang masih berniat untuk kabur,tapi saat ini aku masih lemah. Jadi aku akan memilih cara aman dengan meningkatkan pangkatku supaya bisa keluar"


"kenapa kau ingin sekali keluar?"


"kenapa kau bertanya saja dari tadi? seperti wartawan saja"


"jawab saja anak kecil!"


"kalau aku anak kecil,berarti kau pak tua"


Karena merasa tidak akan menang dalam hal saling mengejek dengan Viktor,Lin pun membalikkan tubuhnya dan melihat kearah lain


"aku tidak akan melatihmu kalau begitu"


"ada tempat yang harus aku kunjungi" ucap Viktor saat melihat Lin yang sepertinya sudah hendak pergi dari sana


Lin yang mendengar itupun kembali berbalik dan melihat kearah Viktor "tempat apa?"


"rumah temanku,ada yang harus aku katakan kepada keluarganya"


"ajak saja Philip kalau begitu"


"aku tidak mau mengajaknya,karena dialah yang sudah membunuh anak yang tinggal disana!"


Viktor menjadi kesal saat Lin menyebut Philip dan tanpa sadar Viktor mengeluarkan aura membunuhnya. Viktor sengaja mendekati Philip, supaya dia punya kesempatan untuk membunuhnya,tapi tidak disangka kalau Philip itu sangat kuat


"oii,apa kau berniat untuk membunuh Philip?jika memang iya maka aku tidak akan membiarkannya karena dia adalah temanku"

__ADS_1


Lin menatap tajam kearah Viktor dan Viktor pun menyembunyikan aura membunuhnya yang keluar tadi


"untuk saat ini aku tidak akan bisa melakukan itu,jadi tenang saja"


"itu berarti kau memang akan membunuhnya suatu hari nanti kan?!"


"sampai kapan pertanyaan ku tidak dijawab?! Kau hanya perlu membantuku latihan,bukankah kau punya maksud tersendiri untuk mendekatiku"


Lin diam meskipun masih kesal. Dia tidak menduga kalau Viktor akan mengatakan itu


"terserah apa tujuanmu,aku tidak peduli. Aku hanya ingin mendapatkan apa yang aku inginkan. Jadi,apa kau bisa melatihku?"


Viktor menatap tajam kearah Lin dan Lin yang sudah kesal daritadi pun terpancing dan akhirnya menerima


"baiklah..akan ku buat kau seperti di neraka lagi"


.....


Latihan pun dimulai. Seperti permintaan Viktor,Lin sama sekali tidak menahan kekuatan nya dan melatih Viktor dengan keras


Viktor juga mengerahkan semua kemampuan nya,dia benar-benar serius dalam berlatih


Lin bisa dengan mudah menghindari setiap serangan dan mendaratkan pukulan ditubuh Viktor


'gerakannya cepat sekali'


Karena kelelahan dan kesulitan,Viktor mundur beberapa langkah ke belakang untuk mengambil napas sejenak dan untuk memikirkan bagaimana cara supaya bisa mengalahkan Lin


"ada apa?!apa hanya itu kemampuan mu?"


Lin mengejek Viktor yang sedang kelelahan itu,namun Viktor menanggapi nya dengan senyuman


"aku baru saja pemanasan"


"tunjukkan mode serius mu padaku!"


Lin menantang Viktor dan Viktor pun kembali menyerang. Kali ini serangannya lebih cepat dan lebih kuat lagi. Tapi meskipun begitu, serangannya sama sekali tidak ada yang mempan,Lin terlalu kuat untuk Viktor sekarang ini


.


.


.


"tidak kusangka dengan kemampuan mu yang seperti ini berani mengatakan kalau kau akan membunuh Philip. Kaulah yang akan dibunuhnya"


Viktor tidak menimpali perkataan Lin,dia masih mengatur napasnya sambil menyeka keringat diwajahnya


'aku sama sekali tidak berhasil mendaratkan satu pukulan pun,sial!'


Lin menatap kearah Viktor yang sedang memikirkan sesuatu dan kemudian berbalik untuk pergi dari sana


"ganti bajumu lalu temui aku di pintu keluar"


"untuk apa?"


"kau ingin keluar bukan?aku akan mengizinkan mu,tapi jika kau melarikan diri,aku akan membunuhmu"


Viktor diam dan Lin pun melenggang pergi. Saat Lin sudah jauh,Viktor pun berdiri kemudian melihat punggung Lin dengan wajah datar


.....


Lin sekarang ini sedang bersender dipintu keluar,sesuai dengan perkataan nya kepada Viktor tadi. Dia memakai pakaian santai supaya tidak mencolok dan tidak lama kemudian Viktor pun datang dengan memakai sebuah topi


"apa kau sudah selesai?" Tanya Lin sambil menjauhkan punggungnya dari pintu dan berdiri tegap di depan Viktor


Viktor pun mengangguk singkat sebagai jawaban


"apa tidak apa-apa jika kau mengajak ku keluar?"


"sudah kubilang kan,kalau kau melarikan diri maka aku akan membunuhmu"


Lin mulai berjalan keluar dan Viktor pun mengikuti nya dari belakang,mereka berjalan beriringan


"lagipula aku bebas melakukan apapun yang aku mau" lanjut Lin dengan terus melihat kedepan

__ADS_1


"kau anak dari sang ketua ya?"


"ada apa dengan itu?"


"tidak ada..wajahmu mirip dengannya" ucap Viktor singkat karena Lin terdengar ketus saat menjawab perkataan nya tadi


"bagaimana dengan Lim?apa aku juga mirip dengannya?"


"beda"


"aku memang tidak suka dikatakan mirip dengan pria itu,tapi aku akan bilang kau buta jika menganggap wajahku beda dengannya"


"kau lebih baik dan dia....aku tidak ingin membahas nya"


Viktor tiba-tiba saja merinding dan wajahnya berubah menjadi seperti orang yang tertekan akan sesuatu dan diapun menolehkan kepalanya kearah lain secara refleks


"sepertinya kau punya persepsi yang buruk tentang nya" Lin menundukkan kepalanya kemudian tersenyum kearah Viktor


Viktor pun mendongakkan kepalanya sehingga dia bisa membalas perkataan Lin barusan "kau juga begitu kan?"


"kau masih kecil,jangan ikut campur urusan orang dewasa"


"kenapa anak kecil tidak boleh dan orang dewasa boleh ikut campur urusan orang lain?"


"karena kami lebih berpengalaman dari kalian"


'aku meragukan itu'


.....


Mereka berdua akhirnya sampai ditempat yang dituju. Viktor masih ingat dengan alamat yang dikatakan oleh William sebelum dirinya meninggal hari itu


Ting tong!Ting tong!


Viktor menekan bel rumah dan Lin memilih untuk bersender dipohon yang ada di sana sambil melihat kearah jalan raya. Sudah berkali-kali Viktor menekan bel,namun tidak ada yang keluar untuk membukakan pintu


"Bisa kau berhenti membunyikan bel nya?!orangnya sudah pindah!"


Seorang wanita paruh baya dengan tubuh sedikit gemuk datang menghampiri Viktor yang sedang berdiri didepan pintu rumah. Dia datang sambil marah-marah karena suara berisik akibat Viktor yang menekan bel terus menerus


Viktor yang melihat kedatangan wanita itupun berhenti menekan bel dan menoleh kearah wanita itu "pindah kemana?"


"Mana ku tau. Mereka pindah tiga bulan yang lalu,kau ada urusan apa dengan pemilik rumah ini?!"


Viktor diam dan tidak menjawab pertanyaan dari wanita tadi,dia menundukkan kepalanya. Lin yang melihat ekspresi Viktor menjadi berubah pun memutuskan untuk mengambil alih,dia berjalan mendekat kearah wanita tadi


"maafkan kami nyonya,adikku ini teman dari sang pemilik rumah dan dia datang karena sudah lama tidak bertemu" ucap Lin seraya tersenyum


Wanita itupun terpesona dengan senyuman dan ketampanan Lin,dia diam sejenak sambil terus memandangi Lin yang ada didepannya itu


'ganteng sekali'


'aku ingin muntah' ucap Viktor yang melihat adegan itu


Karena terpesona dengan ketampanan Lin,wanita tadi tiba-tiba saja menjadi lembut kemudian mulai mengelus-elus rambutnya supaya tampil menarik di depan Lin


"oh begitu ya. Tapi mereka pindah karena anak pertama mereka ditemukan tewas,jadi mereka pindah supaya mereka bisa melupakan hal itu. hanya itu yang saya tau"


"oh begitu ya, terimakasih nyonya"


Lin tersenyum singkat kemudian segera berbalik dan menghampiri Viktor


"I-iya sama-sama"


'astaga tampan sekali'


"kau sudah dengarkan,Viktor?"


Viktor pun mengangguk kemudian berbalik dan bersiap untuk kembali lagi ke markas. Dia kecewa karena tidak bisa menemui keluarga William,dia terlambat


"maaf merepotkan mu,ayo kembali"


Saat sudah lumayan jauh dari rumah William,disebuah perempatan,Viktor menoleh dan menatap kearah itu lama. Karena Viktor melihat kearah itu cukup lama,Lin pun ikut menoleh dan saat dia melihatnya dia langsung tau tempat apa yang ada di sana. Tapi dia pura-pura tidak tau akan hal itu


"apa ada tempat yang ingin kau kunjungi lagi?"

__ADS_1


Viktor berhenti menatap kearah itu dan kembali lagi berjalan, pandangan matanya tiba-tiba saja menjadi dingin


"tidak,tidak ada apapun disana. Ayo kembali"


__ADS_2